Psikosis

Penderita psikosis dapat mengalami halusinasi dan/atau delusi

Psikosis adalah gangguan mental yang terjadi pada manusia dimana masalah tersebut dapat membuat penderita menafsirkan sekitarnya secara berbeda dari orang lain. Orang-orang yang mengalami gangguan seperti ini cenderung mengalami halusinasi dan/atau delusi.

Psikosis bisa terjadi dalam waktu yang singkat. Seseorang yang terkena gangguan psikosis biasanya disebabkan oleh suatu kejadian di masa lalu, atau yang dapat membuat mereka stres. Contoh kejadian yang dialami adalah meninggalnya orang terdekat.

Orang-orang yang mengalami gangguan psikosis biasanya akan sembuh dalam waktu beberapa hari atau minggu.

Gejala

Berikut adalah gejala yang dialami penderita psikosis:

  • Delusi

Delusi merupakan keyakinan yang dialami seseorang yang tidak masuk akal, namun kuat. Penderita mudah mengalami atau mempercayai sesuatu yang tidak nyata. Delusi terdiri dari tiga jenis, antara lain delusi paranoia, delusi mengenai keagungan, dan delusi somatik.

Delusi paranoia adalah jenis delusi yang menimbulkan kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap orang lain yang tidak rasional. Misalnya, seseorang percaya bahwa orang lain telah melakukan pembunuhan.

Delusi mengenai keagungan adalah jenis delusi yang dapat meyakini penderita bahwa mereka memiliki kekuatan, kemampuan, atau benda yang istimewa. Mereka juga percaya bahwa mereka berhubungan dengan orang yang terkenal atau penting, atau berhubungan dengan suatu agama atau mitos tertentu. Misalnya, seseorang merasa yakin bahwa dia adalah keturunan raja.

Delusi somatik adalah jenis delusi yang membuat seseorang yakin bahwa mereka mengalami cacat atau terkena suatu penyakit. Misalnya, seseorang merasa bahwa dia terkena penyakit kusta, namun secara medis dia baik-baik saja.

  • Halusinasi

Halusinasi dapat membuat seseorang melihat, mendengar, merasa, dan mencicipi sesuatu yang tidak muncul. Orang-orang yang mengalami halusinasi biasanya cenderung mendengarkan suara-suara (di dalam pikiran).

Seseorang yang mengalami kombinasi antara delusi dan halusinasi bisa membuat mereka mengalami depresi dan menunjukkan perubahan perilaku. Gejala lain yang dapat dialami penderita adalah sebagai berikut:

  • Depresi.
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi.
  • Ingin bunuh diri.
  • Pola tidur yang tidak teratur.
  • Merasa cemas atau curiga.
  • Menarik diri dari lingkungan.
  • Terus merasa murung.
  • Cara berbicara yang tidak teratur seperti mengganti topik secara tidak berhubungan.
  • Penarikan diri dari teman atau keluarga.

Penyebab

Psikosis disebabkan oleh faktor berikut:

  • Masalah kesehatan mental seperti bipolar.
  • Kurang tidur.
  • Stres.
  • Penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol.
  • Kondisi atau penyakit yang berhubungan dengan otak seperti tumor otak.
  • Demensia.
  • Malaria.
  • Lupus.
  • Kadar gula yang sangat rendah.

Diagnosis

Jika Anda mengalami psikosis, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan psikiater atau dokter kejiwaan dan psikolog. Mereka akan menganalisa kondisi dan perilaku Anda dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan masalah yang Anda alami.

Setelah itu, mereka akan menyarankan Anda untuk mengikuti tes medis untuk mengetahui penyebab psikosis.

Pengobatan

Berikut adalah cara untuk menangani penderita psikosis:

  • Penenangan

Penenangan dapat dilakukan dengan suntikan atau obat berbentuk cair jika pasien membahayakan diri atau orang lain.

  • Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk mengubah pemikiran dan perilaku penderita psikosis.

  • Komunitas serupa

Penderita bisa menceritakan masalah yang dialami dengan komunitas serupa.

  • Intervensi keluarga

Pasien yang menderita psikosis dapat dibantu atau didukung oleh keluarga untuk membantu mengatasi masalah bersama-sama.

  • Obat antipsikotik

Obat antipsikotik digunakan untuk meringankan halusinasi dan/atau delusi, serta membantu pasien berpikir jernih.

Kesimpulan

Sebagian besar penderita tidak menyadari bahwa mereka mengalami psikosis dan tidak ingin bertemu dengan dokter atau ahli kesehatan mental lainnya. Oleh karena itu, Jika Anda merasa teman atau anggota keluarga Anda mengalami hal yang serupa, Anda sebaiknya coba meyakinkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan mental.

Read More