kesalahan orang sakit

Waspada! Ini Dia 8 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Orang saat Sakit

Saat sakit, Anda tentu ingin segera sembuh dan membaik sesegera mungkin. Tetapi beberapa kebiasaan ini ternyata bisa membuat gejala yang Anda alami menjadi lebih buruk. Untuk itu, hindari kesalahan umum saat mengobati batuk, pilek, dan flu berikut ini agar Anda tetap melakukan perawatan yang tepat.

1. Memaksakan Tubuh Untuk Beraktivitas

Sebagian orang menganggap remeh pilek, batuk, dan flu yang menyerang dan memilih untuk tetap beraktivitas sambil meminum obat. Padahal, obat tidak akan menyembuhkan penyakit melainkan hanya menurunkan gejala. Untuk dapat pulih 100% tubuh Anda membutuhkan energi agar melawan virus. Itulah sebabnya istirahat merupakan prioritas yang harus Anda utamakan.


2. Menganggap Remeh Gejala Flu

Flu memang penyakit biasa yang dapat sembuh dengan sendirinya jika Anda beristirahat dengan baik. Namun, pahami beberapa gejala serius pada flu yang Anda alami, seperti demam tinggi, nyeri pada tubuh, serta kelelahan. Jika hal tersebut terjadi, segera kunjungi dokter untuk mendaoatkan obat antiviral seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (Relenza). Jika Anda meminumnya dalam 48 jam pertama sakit, Anda akan mendapatkan gejala yang semakin meringan.

3. Kekurangan Waktu Tidur

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, istirahat merupakan kunci untuk mendapatkan tubuh yang kuat agar mampu melawan virus. Jika Anda kekurangan tidur, bisa dipastikan sistem kekebalan Anda semakin melemah, sehingga akan mempersulit Anda untuk melawan infeksi itu. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang tidurnya kurang dari 6 jam dalam semalam berisiko tinggi untuk sakit dibandingkan dengan mereka yang tidur paling sedikit 7 jam. Jadi, sempatkan waktu untuk tidur siang dan pastikan untuk mempercepat waktu tidur malam Anda. Apabila hidung tersumbat dan batuk membuat Anda kesulitan tidur, hangatkan tenggorokan dengan madu hangat dan gunakan humidifier untuk membantu Anda bernapas lebih mudah.

4. Meminta Resep Antibiotik pada Dokter

Sebagian orang terlalu sering bertindak sembarangan saat menghadapi flu, pilek, dan batuk, Tidak jarang pula mereka meminta resep antibiotik untuk meredakan gejala sakit yang sebenarnya tidak disebabkan oleh bakteri. Hal ini tentu akan percuma karena antibiotik tidak akan membuat Anda merasa lebih baik. Antibiotik hanya membunuh bakteri, sementara pilek dan flu disebabkan oleh virus. Bahkan, bukan hanya tidak membantu pengobatan, pemberian antibiotik juga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti diare dan reaksi alergi. Bahkan, hal ini juga berkontribusi terhadap masalah kesehatan global yang sangat besar, yaitu resistensi antibiotik.

5. Tidak Menambah Asupan Air

Ketika tenggorokan sakit, tidak mudah memang untuk menelan cairan. Tetapi ketika Anda tetap membiarkan hal tersebut, kondisi tubuh Anda akan semakin parah. Pastikan untuk memperbanyak asupan air karena dengan itu Anda bisa mengencerkan lendir dan memecah sumbatan dalam hidung. Minum air putih yang banyak juga dapat meredakan sakit kepala. Selain itu, untuk perawatan ekstra, Anda dapat memilih minuman hangat seperti teh herbal atau sup ayam hangat. Penelitian menunjukkan bahwa asupan hangat itu dapat membantu meringankan gejala flu seperti lemas dan sakit tenggorokan.

6. Melewatkan Makan

Sakit memang kerap menurunkan selera dan nafsu makan. Namun, memberikan asupan energi dan nutrisi untuk tubuh merupakan hal penting agar dapat memperoleh tubuh yang kuat dan berenergi. Asupan kalori dan nutrisi akan memicu kerja dari sel-sel kekebalan untuk mengatasi virus flu. Dengan begitu, Anda dapat menjadi lebih cepat pulih. Cobalah untuk makan semangkuk sup ayam. Penelitian menunjukkan bahwa makanan klasik ini memang dapat meringankan beberapa gejala tersebut.

7. Tetap Merokok Saat Sakit

Merokok memang berbahaya bagi kesehatan. Selain merusak paru-paru, merokok juga dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan Anda. Tidak heran jika merokok dapat membuat gejala flu Anda menjadi lebih buruk. Jadi, hentikan rokok dan jauhi asap rokok orang lain agar dapat memperlancar pernapasan Anda.

8. Stres dan Banyak Pikiran

Hormon yang dihasilkan tubuh saat Anda stres akan memberikan dampak kurang baik pada sistem kekebalan. Ini juga yang menyebabkan terjadinya peningkatan peradangan yang dapat membuat hidung tersumbat Anda menjadi lebih buruk. Berusahalah untuk fokus pada relaksasi dan pemulihan. Dengan begitu Anda akan segera kembali pulih dan sehat.

Read More
gejala sakit tenggorokan

Gejala Sakit Tenggorokan dan Berbagai Cara Mengobatinya

Tenggorokan merupakan bagian tubuh yang cukup sensitif. Tidak mengherankan jika banyak orang mengalami sakit tenggorokan akibat terlalu banyak makan pedas atau minum air dingin. Kenali gejala sakit tenggorokan dan cara pengobatan berikut untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

Gejala Sakit Tenggorokan

Gejala sakit tenggorokan bisa dilihat dan atau dirasakan berbeda-beda oleh setiap orang. Beberapa di antaranya adalah

1.    Rasa Kasar Di Belakang Tenggorokan.

Jika Anda merasakan rasa kasar di belakang tenggorokan, bisa jadi diakibatkan oleh udara musim dingin dan alergi. Namun, hal itu juga bisa menjadi tanda adanya bakteri, seperti radang atau infeksi virus. Untuk mengetahuinya Anda bisa memeriksanya ke dokter atau melakukannya sendiri di rumah.

Caranya ambil senter, lihat cermin dan katakan “Ahhh”. Anda bisa melihat titik-titik putih dan bercak di bagian belakang tenggorokan, atau warna merah dan bengkak pada kedua sisi tenggorokan. Itu bisa menjadi tanda infeksi bakteri seperti radang tenggorokan, sariawan, atau infeksi virus seperti herpes oral atau mononucleosis.

2.    Badan Terasa Dingin

Gejala lain sakit tenggorokan yaitu gejala dingin disertai batuk dan hidung berlendir. Bila itu yang Anda rasakan, mungkin saja Anda hanya terkena flu.

3.    Demam

Flu biasanya memang menyebabkan demam ringan. Namun, jika Anda memiliki sakit tenggorokan dan demam di atas 40 derajat celcius, bisa jadi Anda terkena infeksi tenggorokan. Akan tetapi, Anda tetap harus memperhatikan gejala lain dan segera pergi ke dokter.

4.    Kelenjar Getah Bening Membengkak

Ketika kelenjar getah bening menghancurkan kuman, kelenjar tersebut otomatis akan membengkak karena mulai melawan infeksi. Biasanya Anda akan merasa sakit di bawah rahang atau di kedua sisi leher.

5.    Rasa Sakit yang Parah

Infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan, cenderung menyebabkan rasa sakit lebih parah yang tidak lekas membaik. Radang tenggorokan akan menyulitkan Anda untuk menelan. Dan terkadang dapat menyebabkan mual, kehilangan nafsu makan, sakit kepala dan sakit perut.

6.    Ruam

Gejala lain dari sakit tenggorokan yaitu adanya ruam di bagian leher dan terkadang menyebar ke seluruh bagian tubuh. Apabila hal ini terjadi, bisa jadi salah satu tanda infeksi bakteri streptococcus. Selain itu, ruam juga bisa menjadi salah satu tanda radang tenggorokan, demam berdarah, bakteremia (bakteri dalam darah) dan sindrom syok toksik.

7.    Infeksi Bakteri

Umumnya, sakit tenggorokan biasa dengan infeksi bakteri memiliki gejala yang berbeda. Sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, seperti virus dingin.

Cara Mengobati Sakit tenggorokan

1.    Minum Antibiotik

Apabila Anda sakit tenggorokan akibat pilek, minum antibiotik tidak akan membantu sama sekali. Jadi sebaiknya sebelum minum antibiotik, konsultasikan terlebih dahulu untuk dokter agar mendapat penanganan lebih baik lagi.

2.    Rapid Strep Test

Ketahui terlebih dahulu apakah sakit tenggorokan yang Anda rasakan itu akibat flu atau infeksi tenggorokan. Anda bisa menggunakan tes strep yang hasilnya bisa didapatkan dalam 5 hingga 10 menit.

3.    Antibiotik untuk Strep

Apabila hasil tes strep positif, dokter akan memberikan Anda obat antibiotik. Obat tersebut akan membuat Anda lebih baik satu sampai dua hari, tetapi jangan berhenti untuk meminum obatnya meski Anda sudah merasa lebih baik. Karena jika Anda menghentikannya sebelum sembuh benar, bakteri akan semakin kuat dan mungkin akan lebih sulit untuk diobati.

Referensi:

https://www.webmd.com/cold-and-flu/ss/slideshow-anatomy-of-a-sore-throat
Read More
kesalahan menyikat gigi

8 Kesalahan Menyikat Gigi

Menyikat gigi terlihat seperti aktivitas sehari-hari yang tidak membutuhkan keahlian tertentu. Meski demikian tanpa disadari, ada sejumlah kesalahan dalam menyikat gigi. Simak kesalahan-kesalahan umum berikut ini dalam menyikat gigi, agar bisa Anda hindari.

1. Memilih Sikat Gigi yang Salah

Anda dihadapkan pada begitu banyak pilihan sikat gigi di pusat perbelanjaan maupun minimarket. Kimberly Harms, seorang dokter gigi dari Farmington, Minnesota, Amerika Serikat mengatakan, hal yang perlu diperhatikan dari sikat gigi adalah bentuk yang bisa menjangkau seluruh sudut gigi. Jangan sampai ada sudut yang tak terjamah penyikatan, karena di situ plak bisa menumpuk dan merusak gigi. Bentuk sikat yang diperlukan satu orang, bisa berbeda dari orang lain. Orang dengan mulut mungil, misalnya, disarankan tidak menggunakan sikat dengan kepala sikat besar. Hal penting lainnya adalah bulu sikat yang halus dan tidak merusak gusi maupun susunan gigi. “Orang sering berpikir, bulu sikat yang lebih keras bisa menyikat dengan lebih bersih. Itu tidak benar,” kata Maricelle Abayon, dokter gigi dari Eastman Institute for Oral Health di New York, Amerika Serikat.

2. Menyikat Terlalu Keras

Tekanan pada proses penyikatan gigi menjadi salah satu masalah terbesar. “Orang-orang seperti menyikat lantai kamar mandi,” kata Matt Messina, dokter gigi dari Fairview Park, Ohio, Amerika Serikat. Tekanan berlebihan itu merusak gigi dan gusi. Padahal, tujuan menyikat gigi adalah menyingkirkan plak. Plak merupakan lapisan yang terbentuk secara alami di gigi yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri perusak gigi, dan penyebab bau mulut. Plak, memiliki tekstur halus dan mudah lepas. Jadi, tidak perlu menyikat keras-keras.

3. Terburu-buru

Biasanya, sikat gigi dilakukan sebagai rutinitas penutup kegiatan mandi maupun menjelang tidur malam. Oleh karena itu, banyak yang melakukannya secara terburu-buru. Apalagi ketika terlambat bangun dan harus mandi secepat mungkin. Padahal, waktu ideal untuk menyikat gigi adalah 2-3 menit. Anda bisa melakukannya sambil mendengarkan lagu favorit. Dengan demikian, Anda tidak merasa aktivitas ini terlalu lama. 

4. Tidak Mengganti Sikat Gigi Selama 4 Bulan

Dokter gigi menyarankan menggunakan satu sikat gigi tidak lebih dari 4 bulan. Lewat dari itu, bulu sikat menjadi berantakan dan bisa merusak gigi serta gusi. Jika tidak ingat kapan mulai menggunakan sikat gigi yang dipakai sekarang, Anda bisa mengidentifikasinya dari bulu sikat. Kalau sudah berubah warna, kotor, dan melengkung, waktunya memakai sikat gigi baru.

5. Menyikat secara Horizontal

Banyak orang melakukan penyikatan dengan arah yang salah, yaitu horizontal alias ke kanan-kiri dan depan-belakang. Itu bisa merusak gigi dan gusi. Semestinya, penyikatan dimulai dari gusi dengan gerakan naik turun dan sedikit memutar.

6. Melupakan Batas Gigi dan Gusi

Bakteri kerap bersarang di area batas antara gigi dan gusi. Kebanyakan orang melupakan area sekitar 2 milimeter ini, sehingga kerap terbentuk plak dan karang gigi di sana. Anda bisa membersihkannya dengan mengarahkan sikat gigi 45 derajat ke batas gusi, lalu baru menyapu gigi dengan gerakan naik-turun. Menyikat lidah juga diperlukan untuk melenyapkan bakteri.

7. Langsung Menyikat Gigi setelah Makan

Sebaiknya jangan langsung menyikat gigi sehabis makan. Sebab, rongga mulut mengeluarkan zat asam untuk mengolah makanan. Zat asam yang bercampur dengan abrasif pada pasta gigi, bisa merusak gigi. Dokter gigi menyarankan jeda 15-20 menit, sampai zat asam di air liur habis. Jika terpaksa menyikat gigi langsung sehabis makan, Anda bisa berkumur dulu untuk membuang sebagian zat asam di mulut.

8. Tidak Menyediakan waktu khusus.

Kita hanya menyikat gigi sebagai kebiasaan, baik sehabis mandi maupun sebelum tidur. Ada baiknya Anda menyediakan waktu khusus untuk membersihkan gigi. Mulai menyikat, melakukan flossing, memastikan tidak ada sisa makanan tertinggal di mulut, serta berkumur dengan mouthwash.

Referensi: https://www.webmd.com/oral-health/features/brushing-teeth-mistakes#1, https://bundabergdentist.com.au/8-common-toothbrush-mistakes/

Read More