Ini Dia Gejala dan Cara Mengobati Skistosomiasis

Pernahkah Anda mendengar tentang skistosomiasis? Skistosomiasis adalah jenis infeksi yang diakibatkan oleh cacing pipih, schistosoma yang seringkali ditemukan dalam air tawar, terutama pada area tropis dan subtropis.

Pada awalnya, infeksi cacing pipih ini tidak menimbulkan gejala signifikan apapun. Namun, jika cacing parasit ini tinggal dalam tubuh seseorang dalam jangka waktu yang lama, maka akan berakibat pada kerusakan organ tubuh tertentu, seperti hati, ginjal, dan kandung kemih.

Seperti apa gejala skistosomiasis yang dapat timbul?

Gejala yang muncul pada penderita skistosomiasis dapat beragam antara satu orang dengan lainnya. Gejala ini terjadi setelah beberapa minggu seseorang terkena infeksi. Ada pun kemungkinan gejala yang dapat timbul, antara lain:

  • Batuk-batuk.
  • Demam disertai dengan menggigil.
  • Timbulnya ruam pada kulit, seperti bentol merah yang diikuti dengan rasa gatal.
  • Diare, bahkan dalam kasus tertentu terdapat darah pada urin atau tinja.
  • Sakit perut dan sakit ketika buang air kecil.
  • Terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening, hati, atau limpa.
  • Nyeri pada otot dan sendi.

Bagaimana mendiagnosis skistosomiasis?

Pada pemeriksaan awal, dokter akan bertanya seputar gejala yang Anda alami dan juga gaya hidup sehari-hari yang Anda jalani. Dokter juga mungkin akan bertanya mengenai riwayat perjalanan Anda, apakah Anda pernah berkunjung ke tempat dengan risiko tinggi terhadap infeksi cacing atau tidak.

Jika jawaban Anda mengindikasikan gejala tertentu, dokter akan melakukan pemeriksaan, berupa:

  • Pengambilan sampel feses dan urine: prosedur ini dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya cacing pipih dalam tubuh.
  • Tes darah: selain mengambil sampel feses dan urine, pemeriksaan tes darah juga perlu dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dapat melindungi tubuh dari infeksi sekaligus sebagai pemeriksaan gejala anemia. Tes darah juga dapat memberikan hasil dari kondisi fungsi hati dan ginjal pasien.

Bagaimana cara mengobati skistosomiasis?

Pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

  • Obat antiparasit, praziquantel: Jenis obat praziquantel bekerja dengan membunuh cacing yang ada dalam tubuh, terutama cacing-cacing yang telah dewasa.
  • Obat steroid: obat steroid bekerja dengan menghilangkan gejala skistosomiasis akut yang mana telah mengganggu kinerja otak atau sistem saraf.
Read More

Persiapkan Hal Ini Sebelum Menjalani Pemeriksaan Endokrin

Menjalani pemeriksaan kesehatan harus dimulai dengan persiapan yang matang. Layaknya pemeriksaan kesehatan lainnya, pasien yang hendak melakukan pemeriksaan endokrin pun perlu mempersiapkan berbagai hal sebelum pemeriksaan dimulai. Apa saja persiapan yang harus dilakukan menjelang pemeriksaan endokrin?

Mengenal pemeriksaan endokrin sebelum menjalaninya

Sebelum menjalani pemeriksaan, Anda perlu mengenal lebih dulu apa tujuan dan manfaat dari pemeriksaan endokrin.

Secara garis besar, endokrin adalah sistem jaringan kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon dalam tubuh. Pemeriksaan endokrin merupakan pemeriksaan yang menilai fungsi dari sistem jaringan ini.

Pemeriksaan endokrin biasanya akan dilakukan oleh ahli endokrinologi. Umumnya, pemeriksaan ini dijalankan oleh pasien penderita gangguan fungsi endokrin, seperti diabetes, penyakit tiroid, osteoporosis, transplantasi, dan lain sebagainya.

Saat melakukan konsultasi dengan dokter, pasien mungkin diduga menderita penyakit kelainan hormon atau gangguan fungsi endokrin. Apabila hal itu terjadi, dokter akan mengarahkan pasien kepada ahli endokrinologi untuk kemudian dijadwalkan pemeriksaan.

Pada pertemuan pertama, pastikan untuk membawa hasil pemeriksaan kesehatan terakhir Anda untuk didiskusikan dengan dokter. Jelaskan juga pada dokter mengenai riwayat kesehatan yang Anda miliki.

Selain itu, pastikan juga untuk mempersiapkan informasi detail mengenai:

  • Obat-obatan yang dikonsumsi setiap harinya, baik secara rutin ataupun tidak
  • Vaksinasi yang pernah didapat selama beberapa bulan terakhir, termasuk vaksin tetanus, flu, pneumonia, dan lain sebagainya
  • Angka kadar gula darah Anda
  • Gejala yang dirasakan, baik yang berhubungan dengan diabetes ataupun tidak
  • Aktivitas sehari-hari dan kesibukan terakhir Anda, hal ini berguna untuk mengetahui level stres yang mungkin mempengaruhi kondisi kesehatan
  • Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta penyakit turunan yang pernah atau mungkin sedang dialami
  • Pemeriksaan kesehatan yang terakhir Anda jalani, bisa berupa pemeriksaan mata, pemeriksaan kaki, dan lain sebagainya

Proses pemeriksaan endokrin

Proses pemeriksaan endokrin terdiri atas banyak sekali jenis. Setiap jenis memiliki manfaat yang berbeda-beda untuk mengevaluasi kondisi fungsi endokrin pasien. Pemilihan jenis pemeriksaan disesuaikan dengan gejala yang dirasakan serta kondisi kesehatan yang diderita.

Pemeriksaan akan dilakukan apabila pasien mengalami gejala berupa:

  • Kesemutan pada tangan dan kaki yang disebabkan oleh kerusakan saraf
  • Masalah penglihatan
  • Kondisi kelainan pada ginjal
  • Perubahan berat badan
  • Sering mengalami peningkatan dan penurunan kadar gula darah
  • Sering masuk rumah sakit akibat diabetes

Dengan menilai gejala dan riwayat kesehatan pasien, dokter akan melakukan dugaan terhadap kondisi yang mungkin dialami. Apabila dokter mencurigai adanya kemungkinan kelainan fungsi endokrin, dokter akan memiliki jenis pemeriksaan yang paling tepat bagi pasien.

Terdapat banyak jenis pemeriksaan endokrin yang bisa dilakukan. Beberapa di antaranya adalah tes pencitraan dengan CT Scan dan MRI, serta tes pengukuran level hormon melalui tes darah dan tes urin.

Secara garis besar, prosedur pemeriksaan endokrin akan melibatkan:

  • Evaluasi riwayat kesehatan lengkap
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah dan urin
  • Penjelasan mengenai diagnosa berdasarkan hasil tes

Pemeriksaan fisik biasanya meliputi pengukuran tinggi, berat badan, dan tanda vital seperti tekanan darah serta denyut nadi. Dalam beberapa kasus, pasien juga akan diminta untuk mengukur kadar gula darah menggunakan alat khusus.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pada gigi pasien untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi mulut. Selain mulut, pemeriksaan fisik juga akan dilakukan pada kulit dan tangan kaki yang mungkin terluka apabila pasien mengalami infeksi.

Setelah pemeriksaan fisik selesai, barulah dokter akan mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan endokrin yang sesuai dengan kondisi pasien untuk melakukan diagnosa lebih mendalam.

Read More

Meredakan Nyeri Sendi dengan Suntik Steroid

Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar suntik steroid. Dalam artikel ini, suntik steroid yang dimaksud adalah prosedur penyuntikan obat kortikosteroid. Jangan tertukar dengan suntik steroid yang kadang dimanfaatkan untuk membentuk otot ya!

Di dalam tubuh kita terdapat hormon kortisol, yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal. Hormon kortisol memiliki kemampuan untuk meredakan inflamasi atau peradangan yang terjadi di dalam tubuh, dengan cara menekan kerja sistem imun.

Nah, secara sederhana, obat golongan kortikosteroid merupakan imitasi dari hormon kortisol. Obat sintetis yang sifat dan kemampuannya mengadopsi hormon kortisol. Layaknya hormon kortisol, obat kortikosteroid memiliki daya anti inflamasi.

Ketika diberikan melalui suntik steroid, obat ini bekerja hampir sama dengan hormon kortisol. Selain itu, obat kortikosteroid ini juga mendukung kerja hormon kortisol. Sehingga peradangan lebih cepat teratasi.

Penyakit yang dapat diatasi oleh suntik steroid

Prosedur suntik steroid bukanlah tindakan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah, seperti mengonsumsi obat. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan profesional.

Pertimbangan pemberian suntik steroid pun biasanya diputuskan oleh dokter. Umumnya, injeksi obat kortikosteroid ini diberikan untuk mengatasi gangguan yang berhubungan dengan masalah sendi, antara lain peradangan sendi atau osteoartritis, asam urat, bursitis, peradangan tendon atau tendinitis, plantar fasciitis, sciatica, atau nyeri sendi.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dokter juga biasanya tidak langsung menjalankan tindakan suntik steroid. Perawatan mungkin dimulai dengan pemberian obat-obat oral terlebih dahulu.

Di samping itu, suntik steroid juga tidak bisa diberikan kepada sembarang orang. Ada kondisi-kondisi khusus yang perlu menjadi perhatian. Anda yang sedang hamil, menyusui, atau dalam program hamil misalnya, tidak disarankan untuk menjalani suntik steroid. Begitu juga Anda yang sedang mengalami infeksi atau baru saja menjalani vaksinasi.

Selain mengatasi gangguan medis terkait sendi, suntik steroid juga dimanfaatkan untuk mengatasi masalah atau kelainan sistem imun.  Rheumatoid arthritis, lupus, Inflammatory Bowel Disease, atau Multiple Sclerosis, merupakan beberapa kelainan imun yang dapat memperoleh manfaat dari pemberian suntik steroid.

Efek samping suntik steroid

Secara umum, suntik steroid jarang menimbulkan efek samping. Tapi, beberapa pasien merasakan nyeri pada area bekas suntikan, dalam waktu 24 jam setelah prosedur injeksi dijalani. Meski demikian, rasa nyeri ini biasanya akan reda setelah beberapa hari.

Di luar rasa nyeri pada area injeksi, efek samping yang tidak diharapkan juga dapat muncul. Beberapa orang mengalami infeksi, reaksi alergi, perdarahan lokal, kulit kemerahan, serta kerusakan jaringan tendon bila suntik steroid dilakukan langsung pada jaringan tendon.

Selain itu, apabila Anda terlalu sering menjalani suntik steroid, tulang, ligamen, dan otot dapat menjadi lemah. Dan khusus bagi penderita diabetes, kadar gulanya akan naik selama beberapa hari, setelah injeksi diberikan.

Apa pun efek samping yang Anda rasakan setelah menjalani suntik steroid, berkonsultasilah dengan dokter. Sampaikan keluhan dan efek yang timbul pasca menjalani prosedur tersebut serinci mungkin kepada tenaga medis. Agar bila dibutuhkan perawatan, tindakan dapat dilakukan segera.

Perlu dipahami, keputusan menjalani prosedur suntik steroid hanya dapat diputuskan oleh dokter. Jika Anda memiliki penyakit yang pernah membaik karena tindakan ini pun, tetap harus berkonsultasi kembali dengan dokter yang merawat Anda untuk mengulang prosedur tersebut. Sebab, belum tentu keluhan medis Anda dapat diatasi dengan tindakan serupa.

Read More

7 Hal Penting bagi Penyelam untuk Menghindari Nitrogen Narcosis

Nitrogen narcosis dapat membuat penyelam panik dan berhalusinasi

Sama seperti olahraga petualangan lainnya, menyelam juga memiliki beragam risiko berbahaya. Tak main-main, risiko itu bisa membuat penggiatnya cacat hingga kehilangan jiwa. Salah satu risiko umum yang ditemui banyak penyelam adalah nitrogen narcosis.

Mudahnya, nitrogen narcosis adalah suatu kondisi di mana seorang penyelam menghirup gas yang akan menyebabkan mereka mengalami berbagai situasi tertentu yang diakibatkan melambatnya kerja sistem saraf. “Situasi tertentu” tersebut digadang-gadang terasa seperti sensasi yang didapatkan oleh orang mabuk.

Nitrogen narcosis memang tidak memberikan efek berbahaya langsung. Artinya, kondisi itu akan menjadi sangat berbahaya jika penyelam tidak mampu menguasai dirinya saat nitrogen narcosis dirasakan. 

Oleh karenanya, penting kiranya bagi para penyelam untuk melakukan tindak preventif agar risiko tersebut dapat dikurangi. Tindak preventif yang dimaksud antara lain: 

  • Memiliki Sertifikat Menyelam

Olahraga menyelam merupakan aktivitas yang menuntut keahlian khusus bagi para penggiatnya. Pasalnya, seorang penyelam harus dapat berpikir cepat dan bereaksi sesuai prosedur saat terjadi keadaan darurat di dalam air. Sehingga secara aturan, seseorang baru bisa dan boleh menyelam jika telah mengantongi sertifikat menyelam yang didapatkan dari lembaga atau badan khusus sertifikasi.

Sertifikasi itu bertujuan untuk meminimalisir semua risiko dan segala kemungkinan terburuk yang bisa didapat penyelam di dalam air, termasuk nitrogen narcosis. 

Penting kiranya Anda mendapatkan sertifikasi menyelam sebelum “terjun” ke lautan dan selalu perbaharui dan tingkatkan level sertifikasi tersebut. Sebab nitrogen narcosis bisa semakin dihindari jika Anda semakin ahli dalam aktivitas ini.

  • Tidak Menyelam Lebih dari 30 Meter

Nitrogen narcosis hampir selalu terjadi jika seseorang berada di kedalaman lebih dari 30 meter di bawah permukaan air. Dengan demikian bahwa cara paling ampuh untuk menghindari itu adalah tetap mewaspadai area berbahaya tersebut.

  • Mempersiapkan Kondisi Fisik

Mempersiapkan kondisi fisik sebelum menyelam adalah satu faktor penting untuk menjamin keselamatan Anda selama berada di dalam air. Istirahat yang cukup sebelum menyelam adalah cara terbaik untuk menjaga fisik Anda tetap fit. 

Kondisi-kondisi tubuh seperti kelelahan, kegelisahan, stres, mabuk, dan retensi karbondioksida atau hypercarbia (yang disebabkan oleh masalah paru-paru, faktor-faktor lingkungan, atau rebreathing berlebihan dari CO2 yang diembuskan) dapat mempercepat timbulnya nitrogen narcosis.

  • Tidak Menyelam Sendirian

Penting untuk menyelam dengan teman yang telah Anda percayai — idealnya seseorang yang memiliki tingkat pelatihan selam yang sama, atau lebih tinggi. Orang yang mengenal Anda secara personal akan lebih mudah untuk mengetahui kondisi normal Anda, daripada seseorang yang tidak Anda kenal sama sekali.

Selama menyelam, Anda dan teman bisa melakukan pemeriksaan secara berkala (seperti setiap lima menit, misalnya) dan berkomitmen untuk saling mengawasi dan melakukan komunikasi pada interval tertentu. 

  • Menyelam Sesuai Rencana

Rencana penyelaman menjadi pedoman penting bagi para penyelam. Rencana itu termasuk waktu atau masa menyelam, jarak atau level kedalaman, hingga apa-apa saja yang akan Anda lakukan saat berada di dalam air. 

Ketika telah mengantongi rencana tersebut, pastikan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Sebab banyak kecelakan yang bermula dari kelalaian para penyelam sendiri yang abai terhadap tanda-tanda atau sinyal bahaya lantaran mereka melanggar rencana penyelaman yang telah mereka perbuat.

  • Bekali Diri dengan Kemampuan Mengatasi Kondisi Darurat

Kecelakan atau kondisi berbahaya ketika menyelam, seperti nitrogen narcosis, kadang terjadi begitu saja tanpa pernah diperkirakan sebelumnya. Itulah sebabnya Anda harus melatih keterampilan seperti meringankan beban dan berbagi udara sampai hal itu menjadi kebiasaan.

Pembiasaan itu akan membentuk karakter dan mental Anda selama berada di dalam air sehingga Anda akan lebih siap menghadapi situasi-situasi darurat. Ketika Anda memiliki kemampuan mengatasi kondisi darurat, risiko dan kemungkinan terburuk bisa Anda kurangi.

  • Gunakan Campuran Gas Lainnya

Seperti kita ketahui bersama, nitrogen narcosis terjadi ketika gas yang ada di dalam tabung pernapasan bereaksi sehingga jadi membahayakan saat memenuhi berbagai faktornya. Oleh karenanya mulailah mempertimbangkan untuk menggunakan berbagai campuran gas pernapasan yang diyakini bebas dari risiko nitrogen narcosis. 

Mungkin Anda bisa menggunakan trimix untuk menggantikan sebagian nitrogen dalam campuran standar dengan helium. Heliox dapat jadi pilihan lain karena terdiri dari oksigen dan helium tanpa nitrogen, tetapi umumnya lebih mahal dan juga dapat menyebabkan pusing atau mual. Penyelam harus dilatih secara khusus dalam penggunaan campuran ini.

Itulah beberapa hal penting yang bisa dijadikan sebagai pedoman sebelum Anda melakukan penyelaman agar terhindar dari kondisi nitrogen narcosis. Dengan melakukan berbagai hal tersebut, kegiatan penyelaman Anda kemungkinan besar akan berjalan lancar dan menyenangkan.

Read More

Kenali Virus Rabies dan Bahayanya Bagi Manusia

Rabies merupakan penyakit membahayakan karna dapat menyebabkan kematian pada seseorang. Saat ini pemerintah telah gencar melakukan tindak pencegahan dengan memberikan vaksin kepada hewan pembawa virus rabies, seperti anjing, kucing, dan jenis hewan peliharaan lainnya.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yaitu infeksi yang ditularkan oleh hewan ke manusia melalui pajanan atau Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Rabies merupakan virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia atau mamalia.

Apa Penyebab Rabies?

Virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, terdapat pula hewan lain yang dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti kucing, kera, musang, bahkan kelinci.

Pada kasus yang tergolong sangat jarang, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ. Virus rabies ini masuk melalui kulit yang terluka atau melalui selaput lendir (mukosa, seperti pada mata atau mulut) atau cakaran kuku jari hewan yang terkontaminasi oleh liur yang mengandung virus rabies.

Bagaimana Cara Kerja Virus Rabies?

Ketika seseorang tergigit hewan pembawa virus rabies, virus akan masuk ke pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Saat sudah mencapai otak, virus rabies akan menggandakan diri dengan cepat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang yang membahayakan kondisi pasien dan berpotensi besar menyebabkan kematian.

Penyebaran akan terjadi lebih cepat apabila pasien mengalami gigitan atau cakaran pada area leher atau kepala. Setelah virus rabies ini masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tersebut tetap tinggal di tempat masuk dan di dekatnya, yang kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan adanya perubahan fungsi saraf.

Gejala Yang Ditimbulkan

Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan hewan yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Orang yang terinfeksi virus rabies biasanya akan mengalami gejala berupa:

  • Linu dan Kesemutan 

Gejala yang pertama muncul setelah gigitan hewan pembawa virus rabies adalah linu, seperti kesemutan. Namun, biasanya gejala ini tidak akan langsung terasa. Setelah beberapa hari, gejala awal biasanya akan mulai muncul dan diawali dengan rasa linu atau kesemutan di tempat yang digigit. Bekas gigitan hewan pembawa virus rabies ini juga akan menyebabkan rasa gatal, bahkan perih. 

  • Gejala Flu

Penyakit ini sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang menyerupai flu. Selain sensasi linu pada bagian yang digigit, masa-masa awal infeksi rabies pada manusia juga memunculkan gejala, seperti demam tinggi, menggigil, mudah merasa lelah, nyeri otot, kesulitan menelan, hingga kesulitan tidur di malam hari. Kabar buruknya, jika gejala tersebut tidak segera ditangani, kondisi yang lebih buruk dan parah mungkin akan terjadi.

  • Gelisah dan Linglung 

Infeksi virus rabies bisa menyebabkan pengidapnya merasa gelisah dan linglung. Penyakit ini memicu gejala berupa halusinasi dan gangguan kecemasan tertentu. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala tersebut setelah digigit hewan.

***

Saat sudah terinfeksi virus rabies dan menimbulkan tanda dan gejala, tidak ada penanganan yang dapat diberikan secara efektif. Pasalnya, infeksi virus ini merupakan infeksi yang fatal, meskipun demikian pada beberapa kasus ditemui sekelompok kecil orang berhasil selamat dari infeksi virus ini.

Oleh karenanya, lebih baik melakukan tindak-tindak pencegahan seperti memastikan hewan peliharaan telah mendapatkan vaksin rabies. Hindari pula terlibat kontak atau interaksi dengan hewan-hewan liar, sebab kita tak pernah tahu apakah kucing atau anjing liar di jalan tersebut bebas dari virus rabies atau tidak.

Read More

Lakukan Rhinoplasty Agar Hidung Terlihat Cantik

Pernahkah Anda mendengar sebuah prosedur medis yang disebut dengan istilah rhinoplasty? Dalam bahasa awam, tindakan medis ini dikenal dengan nama operasi hidunga tau “nose job”. Prosedur bedah medis ini bertujuan untuk merubah bentuk tulang dan tulang rawan hidung. Rhinoplasty merupakan tindakan bedah kosmetik yang paling umum atau sering dilakukan. Artikel ini akan membahas seputar hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui tentang rhinoplasty.

Mengapa rhinoplasty perlu dilakukan?

Orang-orang biasanya mendapatkan operasi hidung atau rhinoplasty untuk memperbaiki hidung akibat cidera atau kecelakaan, mengatasi masalah pernapasan atau cacat bawaan lahir, dan atau karena mereka merasa kurang puas atau senang dengan kondisi tampilan hidung mereka sekarang. Beberapa perubahan yang bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik melalui rhinoplasty seperti perubahan ukuran, sudut, meluruskan tulang hidung, membentuk ujung hidung, dan mempersempit lubang hidung.

Apabila tujuan rhinoplasty yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan penampilan alih-alih sebagai perawatan karena kondisi kesehatan tertentu, Anda perlu menunggu hingga tulang hidung benar-benar tumbuh sepenuhnya. Untuk anak perempuan, hal ini berarti mereka harus menunggu hingga usia 15 tahun. Untuk anak laki-laki perlu menunggu lebih lama karena tulang hidung masih akan tetap tumbuh setelah berumur lebih dari 15 tahun. Akan tetapi, apabila Anda mendapatkan rhinoplasty sebagai salah satu solusi dari kesulitan bernapas, prosedur medis ini dapat dilakukan sedini mungkin.

Risiko dan prosedur rhinoplasty

Sama halnya dengan tindakan bedah medis lainnya, rhinoplasty juga memiliki risikonya sendiri. Beberapa risiko tersebut seperti infeksi, pendarahan, ataupun reaksi alergi buruk akibat anestesi. Selain itu, rhinoplasty juga dapat meningkatkan risiko kesulitan bernapas, mimisan, hidung mati rasa, hidung tidak simetris, dan bekas luka yang sulit hilang. Terkadang, pasien juga merasa tidak puas dengan hasil rhinoplasty yang mereka terima. Apabila Anda menginginkan rhinoplasty kedua, Anda perlu menunggu hingga hidung benar-benar pulih atau sembuh sebelum mendapatkan operasi lagi. Dalam hal ini, membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

Rhinoplasty dapat dilakukan di rumah sakit, kantor dokter, atau fasilitas bedah rawat jalan. Dokter akan menggunakan anestesi lokal atau umum tergantung seberapa rumit prosedur yang akan dilakukan. Apabila prosedur yang Anda dapatkan dianggap sederhana, Anda akan mendapatkan anestesi lokal pada bagian hidung yang akan membuat wajah mati rasa. Anda juga akan mendapatkan obat yang diberikan melalui IV yang akan membuat Anda merasa pening namun tetap sadar. Dalam kasus anestesi umum, Anda akan menghirup obat (atau diberikan lewat IV) yang akan membuat Anda tidak sadarkan diri. Anak-anak biasanya mendapatkan anestesi umum.

Setelah Anda tertidur atau mati rasa, dokter akan membuat sayatan di antara atau di dalam lubang hidung. Dokter akan memisahkan antara kulit dari tulang rawan atau tulang dan mulai membentuknya. Apabila hidung baru Anda membutuhkan tambahan tulang rawan, dokter akan mengambilnya dari telinga atau bagian dalam hidung. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga 2 jam. Apabila prosedur yang dilakukan rumit, pembedahan akan memakan waktu lebih lama.

Meskipun rhinoplasty dianggap sebuah prosedur yang mudah dan aman, proses penyembuhan atau pemulihan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama. Bagian ujung hidung merupakan bagian yang sensitif, dan dapat membengkak atau mati rasa hingga berbulan-bulan. Anda juga dapat sembuh dalam waktu beberapa minggu saja. Namun, beberapa efek tertentu dapat terus ada hingga berbulan-bulan.

Read More

Mengenal Penyakit TBC, Penyakit Berbahaya Yang Mengancam Nyawa

Tuberculosis, atau dikenal dengan sebutan TBC, adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru (dalam beberapa kasus juga dapat menyerang organ tubuh lain). Penyakit ini menyerang ketika bakteri TBC menyebar melalui droplet (percikan air atau lendir penderita TBC saat batuk, berbicara, atau bersin). Penyakit TBC merupakan penyakit yang fatal. Namun, dalam banyak kasus, penyakit ini dapat dicegah dan diobati. TBC bukanlah sebuah penyakit yang baru. Di masa lalu, TBC merupakan  penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Dengan peningkatan kondisi hidup dan perkembangan antibiotik, kasus kematian akibat TBC menurun drastic di negara-negara maju. Akan tetapi, pada tahun 1980, angka kematian kembali meningkat. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat itu menyebutnya sebagai sebuah epidemik. Mereka melaporkan bahwa penyakit TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia.

WHO juga memperkirakan pada tahun 2018 ada sekitar 10 juta orang di dunia yang memiliki penyakit TBC. Bahkan, 1.5 juta di antaranya meninggal dunia karena penyakit ini, dengan 251ribu orang dari angka tersebut juga menderita penyakit HIV. Mayoritas orang-orang yang terjangkit penyakit TBC berada di negara-negara Asia. Namun, TBC masih tetap menjadi kekhawatiran sendiri di negara-negara maju lain, termasuk di Amerika Serikat. Di tahun yang sama, dokter melaporkan ada sekitar lebih dari 9ribu kasus penyakit TBC di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Saat ini, resistensi antibiotik menyebabkan kekhawatiran baru di antara para pakar TBC. Beberapa jenis dari penyakit ini tidak memberikan respon terhadap pilihan-pilihan perawatan penyakit TBC yang paling efektif sekalipun. Oleh sebab tersebut, TBC menjadi penyakit yang sulit di atasi.

Infeksi dan penyakit TBC

Seseorang dapat terjangkit penyakit TBC setelah ia menghirup bakteri Mycobacterium tuberculosis atau M. tuberculosis. Saat TBC menyerang paru-paru, penyakit ini menjadi penyakit yang sangat menular. Namun, seseorang baru akan sakit setelah ia melakukan kontak langsung dengan seseorang yang memiliki penyakit TBC jenis ini.

  • Infeksi TBC (TBC laten)

Seseorang dapat memiliki bakteri TBC di dalam tubuh mereka namun tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda penyakit apapun. Pada banyak orang, sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat menahan bakteri sehingga bakteri tidak akan berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Dalam kasus ini, seseorang dapat memiliki infeksi TBC namun tidak memiliki penyakit yang aktif.

Para dokter menyebut kondisi ini sebagai TBC laten. Seseorang mungkin tidak akan pernah menunjukkan tanda-tanda atau gejala dan tidak sadar mereka memiliki infeksi ini. Tidak ada pula risiko untuk menularkan infeksi laten ke orang lain. Namun, tentunya, seseorang dengan infeksi TBC laten masih tetap membutuhkan perawatan. CDC sendiri memperkirakan di Amerika Serikat terdapat lebih dari 13 juta orang yang memiliki TBC laten.

  • Penyakit TBC (TBC aktif)

Tubuh mungkin tidak dapat menampung bakteri TBC, khususnya saat sistem kekebalan tubuh seseorang lemah atau sedang dalam perawatan obat-obatan tertentu. Saat hal ini terjadi, bakteri akan berkembang biak dan menyebabkan gejala-gejala yang mengakibatkan TBC aktif. Mereka yang memiliki TBC aktif dapat menularkan penyakit ini.

Tanpa intervensi medis, penyakit TBC akan menjadi aktif pada 5 hingga 10 persen dari orang-orang yang memiliki infeksi. Selain sistem kekebalan tubuh yang lemah dan pengaruh obat-obat, risiko penyakit TBC lebih tinggi menyerang orang tua dan anak-anak, mereka yang menggunakan obat-obatan terlarang, dan mereka yang tidak mendapatkan perawatan TBC yang baik di sebelumnya.

Read More

Penyebab Gusi Bengkak

Gusi Anda merupakan bagian yang penting dalam kesehatan mulut keseluruhan. Gusi terbuat dari jaringan yang padat berwarna merah muda yang menyelimuti tulang rahang. Jaringan tersebut tebal dan penuh dengan pembuluh darah. Apabila gusi bengkak, gusi dapat menonjol keluar. Gusi bengkak biasanya terjadi di daerah di mana gusi bersentuhan dengan gigi. Gusi dapat bengkak dan membesar sehingga dapat menutupi gigi. Gusi yang bengkak memiliki warna merah, alih-alih warna merah muda normal. Gusi bengkak biasanya akan menimbulkan rasa sakit, perih, dan sangat sensitif. Terkadang, gusi akan lebih mudah untuk berdarah ketika Anda menggosok gigi atau melakukan flossing pada gigi.

Gingivitis penyebab gusi bengkak

Radang gusi atau gingivitis merupakan penyebab utama gusi bengkak yang sering dijumpai. Penyakit gusi ini dapat menyebabkan gusi menjadi iritasi dan bengkak. Banyak orang tidak menyadari mereka memiliki gingivitis karena gejala yang ditimbulkan penyakit ini cukup ringan. Namun, apabila dibiarkan saja dan tidak diobati, gingivitis dapat berubah menjadi kondisi serius yang disebut dengan periodontitis dan menyebabkan seseorang untuk kehilangan gigi.

Gingivitis biasanya terjadi akibat kebersihan mulut yang buruk, sehingga plak dapat terus menumpuk di garis gusi dan gigi. Plak adalah lapisan yang terdiri dari bakteri dan sisa-sisa makanan yang semakin menumpuk secara terus menerus. Apabila plak tidak dibersihkan selama beberapa hari, plak dapat berubah menjadi karang gigi. Karang gigi adalah plak yang mengeras. Biasanya, menyikat gigi dan melakukan flossing tidak akan cukup untuk menghilangkan karang gigi. Anda membutuhkan bantuan dokter gigi profesional untuk membersihkannya. Apabila dibiarkan, karang gigi dapat menyebabkan gingivitis.

Kehamilan dan gusi bengkak

Gusi bengkak juga dapat terjadi saat seseorang hamil. Jumlah hormon yang meningkat yang diproduksi oleh tubuh selama masa kehamilan dapat meningkatkan aliran darah di gusi. Peningkatan aliran darah tersebut dapat menyebabkan gusi untuk mudah iritasi, yang akhirnya dapat menyebabkan pembengkakan. Perubahan hormon tersebut juga dapat menyebabkan menurunannya kemampuan tubuh dalam melawan bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi pada gusi. Hal ini dapat meningkatkan risiko Anda untuk menderita gusi bengkak.

Malnutrisi dan infeksi

Kekurangan vitamin tertentu, khususnya vitamin B dan C, dan menyebabkan gusi bengkak. Vitamin C memiliki peran yang penting dalam menjaga dan memperbaiki gigi dan gusi. Apabila kadar vitamin C Anda terlalu rendah, Anda dapat mengidap scurvy. Scurvy dapat menyebabkan anemia dan penyakit gusi. Di negara-negara berkembang, malnutrisi sudah jarang terjadi. Pun apabila terjadi, biasanya hal tersebut menimpa orang yang sudah tua.

Selain malnutrisi, infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus juga berpotensi dalam menyebabkan gusi bengkak. Apabila Anda mengidap penyakit herpes, hal tersebut dapat menyebabkan kondisi yang dikenal dengans sebutan acute herpetic gingivostomatitis, yang kemudian dapat menyebabkan gusi bengkak. Sariawan, yang mana merupakan hasil dari jamur di mulut yang tumbuh dengan berlebih, juga dapat menyebabkan gusi bengkak. Kerusakan gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan abses gigi, yang mana merupakan salah satu bentuk gusi bengkak.

Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gusi bengkak, seperti menjaga kebersihan dan kesahatan mulut serta mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Sikat gigi dengan teratur dan lakukan flossing setidaknya sekali setiap harinya. Kunjungi dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali untuk pembersihan secara menyeluruh. Apabila Anda memiliki mulut yang kering, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak dan karang gigi. Bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan khusus.

Read More

Mengenal Amputasi, Tindakan Medis yang Terkenal Menakutkan

Bagi banyak orang, amputasi memang kata yang terdengar menakutkan. Meskipun, sebenarnya amputasi yang dilakukan sesuai dengan indikasi medis, justru baik bagi kesehatan bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Tindakan amputasi adalah prosedur pembedahan untuk membuang seluruh atau beberapa bagian tubuh, seperti lengan, kaki, jari tangan, atau jari kaki. Tindakan ini dapat dikatakan sebagai pilihan terakhir, tidak akan dilakukan kecuali pasien benar-benar membutuhkannya.

Mengapa amputasi dilakukan?

Seperti semua prosedur medis lain, amputasi juga dilakukan berdasarkan indikasi medis tertentu. Dokter mungkin akan menyarankan tindakan amputasi ketika tidak ada suplai darah pada anggota tubuh tersebut, atau jaringan tubuh rusak permanen.

Artinya, gangguan suplai darah yang menimbulkan kematian jaringan atau gangren, seperti yang kerap terjadi pada penyakit diabetes atau penyakit arteri perifer, dapat menjadi penyebab diperlukannya tindakan amputasi. Begitu juga dengan cedera parah, baik akibat kecelakaan lalu lintas atau luka bakar, adanya infeksi yang tidak dapat diatas dengan obat-obatan, kanker yang sudah merusak tulang atau otot pada anggota gerak tubuh, dan lain sebagainya, merupakan beberapa indikasi medis yang membuat dokter menyarankan tindakan amputasi.

Masalah-masalah di atas dapat mengganggu fungsi dan bentuk organ, sirkulasi darah, serta susunan otot, saraf, dan tulang. Oleh karena itu, bila anggota gerak tersebut sudah tidak dapat diselamatkan, perlu dilakukan amputasi.

Persiapan sebelum prosedur amputasi dilaksanakan

Prosedur amputasi dapat terencana atau sebagai prosedur gawat darurat. Baik bersifat terencana maupun gawat darurat, keduanya tetap membutuhkan persiapan. Dokter bedah yang merawat Anda akan melakukan evaluasi dan berdiskusi, sebelum tindakan amputasi dilakukan.

Selain pemeriksaan fisik, kondisi psikologis pasien juga akan dievaluasi. Hal tersebut ditujukan untuk menilai kesiapan pasien dalam menjalani tindakan amputasi. Sebab perlu diakui, kehilangan anggota tubuh bukanlah hal yang mudah untuk diterima.

Dokter bedah juga akan mengevaluasi anggota tubuh yang sehat, karena nantinya anggota tubuh tersebut akan bekerja lebih keras setelah bagian lain diamputasi. Kadang, untuk menyiapkan kondisi pasien pasca menjalani amputasi, dokter juga menjadwalkan sesi fisioterapi dan rehabilitasi medik.

Gambaran prosedur amputasi

Saat akan menjalani prosedur amputasi, biasanya pasien akan diberi obat bius atau anestesi. Jenis anestesi yang digunakan dapat berupa anestesi umum di mana pasien menjadi tidak sadarkan diri atau anestesi epidural yang tidak mengganggu kesadaran pasien, namun bagian tubuh bawahnya tidak merasakan apa pun dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip dasar tindakan amputasi, dokter akan mengambil seluruh jaringan yang rusak dan mempertahankan sebanyak mungkin jaringan yang masih bisa diselamatkan atau masih sehat. Untuk mengetahui bagian mana yang bisa dipertahankan, hal pertama yang dilakukan dokter adalah memeriksa denyut nadi di sekitar bagian tubuh yang akan diamputasi.

Kemudian, dokter juga akan membandingkan suhu bagian tubuh yang akan diamputasi dengan bagian tubuh yang dianggap sehat. Tes sensitivitas sentuhan serta kemungkinan muncul kemerahan juga dilakukan sebelum prosedur amputasi.

Bila batas bagian tubuh yang akan diamputasi sudah diketahui, dokter akan mengambil bagian jaringan dan tulang yang rusak tersebut. Tulang yang dipertahankan akan dibuat lebih tumpul dan halus agar tidak melukai jaringan sekitarnya. Dokter juga akan membentuk otot-otot di daerah yang diamputasi serta menjahit kulit untuk menutupnya.

Nantinya, bagian tersebut dapat ditutup dengan prostesis atau alat buatan pengganti bagian tubuh yang diamputasi. Hal ini sifatnya pilihan. Kadang ada pasien yang memilih tidak menutup bagian tubuh yang diamputasi tersebut.

Dapat dipastikan tindakan amputasi jelas akan mengubah cara hidup Anda. Setiap orang yang menjalani amputasi perlu beradaptasi kembali, baik di lingkungan rumah maupun pekerjaan. Oleh sebab itu, dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan untuk melewati masa-masa ini.

Read More

Kondisi Kesehatan Jika Tak Mampu Mencapai Angka pH Normal Urine

bagaimana seharusnya ph normal urine yang menjadi indikasi kondisi kesehatan manusia?

Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi atau berkemih. Ekskresi urine diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Salah satu hal yang penting di dalam urine adalah kadar pH, karena ia memiliki banyak peran sehingga kita harus terus menjaga nilai pH normal urine.

Urine terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urine berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urine berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa.

Adapun ph urine menunjukkan tingkat asam dan basa urine. Dengan mengetahui ph urine, kita bisa mendeteksi kondisi kesehatan. Pasalnya, pH urine bisa menunjukkan kondisi kesehatan tertentu atau gejala penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh kita. Salah satu contohnya adalah kadar pH urine yang terlalu asam atau terlalu basa, juga akan memengaruhi tingkat risiko Anda terkena batu ginjal.

Nilai pH normal urine berkisar antara 4,5- 8,0. Namun, nilai rata-ratanya adalah 6,0 dan nilai pH urine yang netral adalah 7,0. Urine yang memiliki pH di bawah 5,0 adalah asam, sedangkan pH di atas 8,0 adalah basa.

Meski begitu, tiap laboratorium bisa saja memiliki nilai normal tersendiri. Namun, hal itu tidak akan berbeda jauh dari rentang yang telah disebutkan di atas.

Jika dari hasil pemeriksaan, nilai pH urine di bawah normal, artinya sifat urine yakni asam. Nah, kondisi tersebut bisa menunjukkan beberapa gejala kesehatan seperti di bawah ini:

  • Asidosis

Asidosis adalah kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala, misalnya napas pendek, linglung, atau sakit kepala.

Nilai pH normal urine adalah di rentang 4,5- 8,0. Asidosis terjadi saat pH urine kurang dari 5,00 (asam).  

Asidosis terjadi saat keseimbangan asam-basa di dalam tubuh terganggu, sehingga kadar asam menjadi sangat tinggi. Ada 3 mekanisme yang menyebabkan munculnya asidosis, yaitu produksi asam yang berlebihan, pengeluaran asam yang terganggu, dan proses keseimbangan asam-basa di dalam tubuh yang tidak normal. Hal-hal ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan asam di dalam tubuh.

Ketiga mekanisme penyebab asidosis di atas disebabkan oleh dua faktor, yakni gangguan metabolisme asam di tubuh (asidosis metabolik) atau gangguan pada proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida (asidosis respiratorik).

Sementara itu, dalam konteks ini, asidosis terjadi lantaran penyebab pertama atau asidosis metabolik.

Kondisi ini terjadi ketika produksi asam di tubuh terlalu berlebihan atau saat ginjal tidak mampu mengeluarkan asam dari dalam tubuh.

  • Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu, akibatnya tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.

Dehidrasi terkadang dianggap sebagai permasalahan kondisi tubuh yang tidak perlu ditangani secara serius, dan kebanyakan anak-anak dan remaja menganggapnya sebagai haus biasa. Namun, jika gejala awal dehidrasi tidak ditangani dengan baik, dapat mengganggu fungsi tubuh. Saat dehidrasi telah sampai di titik yang ekstrem, maka bisa menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian.

  • Diabetes Ketoasidosis

Merupakan suatu komplikasi diabetes yang serius akibat adanya keton dalam tingkat tinggi dalam tubuh. Ketoasidosis diabetik terjadi ketika sel-sel dalam tubuh tidak menerima gula (glukosa) yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi. Sehingga ada banyak glukosa dalam aliran darah, tetapi tidak cukup insulin untuk membantu mengangkut glukosa dari darah menuju ke dalam sel. 

Akibatnya sel kekurangan glukosa sebagai sumber energi dan beralih menggunakan lemak. Penguraian lemak sebagai sumber energi ini menghasilkan keton (sejenis asam), dengan jumlah yang cukup banyak dan berbahaya bagi tubuh.

  • Diare

Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasit.

Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari (akut), namun pada sebagian kasus dapat memanjang hingga berminggu-minggu (kronis). Pada umumnya, diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi. Namun, jika disertai dehidrasi, penyakit ini bisa menjadi fatal, dan penderitanya perlu segera mendapat pertolongan medis.

Berdasarkan beberapa kondisi kesehatan di atas, penting kiranya untuk selalu menjaga nilai pH normal urine. Caranya cukup mudah, sebab salah satu faktor yang paling memengaruhi pH urine adalah pola makan. Sehingga, sebelum menilai hasil laboratorium dari pemeriksaan urine tersebut, dokter akan menanyakan tentang pola makan Anda sehari-hari.

Read More