Cara Mudah Meredakan Batuk Berdarah dengan Pengobatan Rumahan

Batuk berdarah tidak boleh dianggap remeh, pasalnya batuk berdarah merupakan indikasi dari penyakit yang serius. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena batuk berdarah. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti gaya hidup yang tidak sehat hingga adanya gangguan kesehatan yang berhubungan dengan bagian paru-paru misalnya, infeksi paru, TBC, kanker paru-paru, edema, hingga bronkitis.

Penyakit batuk berdarah harus segera diketahui penyebabnya dan juga mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Pengobatan yang tepat dilakukan untuk menyembuhkan batuk berdarah bergantung dari penyebabnya. Apa pun penyebabnya, Anda masih bisa mengobati batuk berdarah di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.

Cara ini banyak disukai lantaran bisa meredakan batuk berdarah secara ampuh tanpa efek samping berbahaya. Berikut ini beberapa bahan-bahan alami atau herbal yang dapat Anda gunakan untuk mengobati batuk berdarah:

Daun peppermint. Daun peppermint memiliki khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Mentol yang terkandung dalam peppermint dapat menenangkan tenggorokan dan membantu memecah lendir, sehingga dapat meredakan batuk. Anda disarankan untuk mengonsumsi teh peppermint atau menghirup uap peppermint.

Untuk membuat uap peppermint, Anda tinggal menambahkan 3-4 tetes minyak peppermint ke dalam 150 mililiter air panas. Selanjutnya, dekatkan kepala Anda pada air panas tersebut. Tutup seluruh kepala Anda dengan handuk, biarkan Anda menghirup uap peppermint tersebut.

Madu. Madu yang asli dan murni akan sangat membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Madu juga sangat berperan dalam kesembuhan penyakit batuk, baik itu batuk kering, basah, hingga batuk berdarah. Sifat antibakterinya bisa Anda manfaatkan dan akan mempercepat pemulihan kondisi Anda.

Jahe. Cara lain menghangatkan tubuh dari dalam yaitu dengan mengonsumsi jahe. Anda bisa meminum jus atau sari jahe dengan campuran berbagai bahan lain. Namun, sesendok teh madu murni lebih direkomendasikan.

Air putih. Tak dapat diragukan lagi manfaat dari air putih. Apabila batuk berdarah ini disebabkan oleh gangguan kesehatan paru-paru, ini pertanda bahwa pada paru-paru kemungkin ada cairan lendir kental.

Di sini fungsi air putih dibutuhkan untuk mendegradasi cairan lendir kental tersebut. Minumlah 8 sampai 12 gelas air setiap harinya supaya tubuh senantiasa terhidrasi dan membebaskan paru-paru dari lendir kental.

Susu hangat. Susu dengan kandungan kalsiumnya sering menjadi solusi bagi yang ingin memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis. Tak hanya itu, segelas susu hangat juga dapat menjadi obat manjur bagi Anda yang mengalami masalah batuk berdarah. Konsumsilah susu sebanyak 2 kali dalam sehari, karena ini akan ampuh meredakan kekeringan serta iritasi pada saluran pernapasan dan tenggorokan Anda.

Noni juice. Noni juice memiliki antioksidan dan anti-inflamasi dalam tingkat tinggi sehingga dapat membantu tubuh mengatasi masalah kesehatan penyebab batuk berdarah. Umumnya penyebabnya adalah batuk kronis atau adanya infeksi di dada.

Tubuh Anda dilengkapi dengan sistem imun yang dapat mengatasi batuk kronis dan infeksi, kemudian memulihkan diri sendiri. Noni juice akan mendukung fungsi sistem imun tersebut sehingga dapat mengurangi gejala batuk berdarah serta mempercepat masa pemulihan.

Jika Anda sedang mengalami batuk berdarah, Anda dapat menggunakan bahan–bahan alami tersebut untuk mengobatinya. Kabar baik lainnya adalah, bahan-bahan tersebut sangat mudah dijumpai di sekitar kita dan harganya juga sangat terjangkau.

Perlu diperhatikan jika setelah mengonsumsi bahan–bahan tersebut kondisi kesehatan Anda lantaran batuk berdarah tak kunjung mereda, segeralah mencari bantuan dokter atau tenaga medis lain. Waspadai segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Read More
Beberapa Kondisi Dapat Menyebabkan Pusing Setelah Makan

Beberapa Kondisi Dapat Menyebabkan Pusing Setelah Makan

Makan biasanya membantu mengurangi pusing dengan meningkatkan gula darah. Jadi, ketika Anda merasa pusing setelah makan atau ngemil, gejalanya bisa membingungkan.

Banyak orang mengalami pusing sebelum makan. Glukosa darah yang rendah bisa membuat seseorang merasa pusing atau kelelahan, apalagi jika sudah lama sekali sejak terakhir kali makan. Pusing setelah makan jarang terjadi, tetapi bisa juga terjadi.

Beberapa kondisi dan penyebab yang berbeda berpotensi menyebabkan pusing setelah makan. Terkadang, Anda mungkin berdiri terlalu cepat setelah duduk lama. Perubahan volume cairan dan aliran darah yang tiba-tiba ini dapat menyebabkan pusing sementara.

Beberapa kondisi medis dan sensitivitas makanan dapat memicu pusing setelah makan. Berikut beberapa kondisi yang menyebabkan pusing setelah makan:

  • Hipotensi postprandial

Hipotensi postprandial adalah suatu kondisi yang terjadi setelah makan. Ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke perut dan usus, yang membuat aliran darah menjauh dari bagian tubuh lainnya.

  • Hipoglikemia nondiabetes

Hipoglikemia nondiabetes adalah kondisi langka yang dapat menyebabkan pusing setelah makan karena penurunan gula darah secara tiba-tiba. Seseorang dengan hipoglikemia nondiabetes dapat mengalami hipoglikemia reaktif, di mana gula darah turun alih-alih meningkat setelah makan.

  • Pemicu diet

Terkadang sesuatu yang Anda makan dapat memicu suatu kondisi (sementara atau kronis) yang membuat Anda merasa pusing setelah memakannya. Misalnya, makan makanan tertentu telah dikaitkan dengan migrain, salah satu gejalanya adalah pusing.

Perawatan untuk pusing setelah makan biasanya tergantung pada penyebab yang mendasarinya. 

Jika pusing Anda akibat setelah makan makanan tertentu atau alergi makanan, sebaiknya hindari makanan tersebut. Jika Anda tidak yakin makanan mana yang menyebabkan pusing, bicarakan dengan dokter Anda tentang diet eliminasi untuk menentukan penyebab pasti yang mendasarinya.

Read More

Mengenal Polip Kolorektal, Penyakit Usus Karena Obesitas

Polip kolorektal tumbuh pada bagian usus

Istilah polip kolorektal merupakan masalah yang ada di bagian usus. Yaitu tumbuhnya jaringan bertangkai di dinding usus dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga besar. Jika ukuran polip kolorektal semakin besar, kemungkinan akan berkembang menjadi kanker.

Kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun dan baru akan terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan kanker usus rutin. Namun, jika pertumbuhan polip kolorektal yang mengarah ke usus besar, dokter akan mengambil tindakan medis agar mencegah terjadinya kondisi yang semakin parah.

Penyakit polip kolorektal ini sebenarnya umum terjadi dan muncul pada orang yang berusia berapa saja. Akan tetapi, penyakit ini umumnya dialami oleh orang lanjut usia atau 50 tahun ke atas yang memiliki obesitas jangka panjang.

Jenis-jenis Polip Kolorektal

Sebelum membahas gejala dan penyebabnya, ada baiknya untuk tahu apa beragam jenis polip kolorektal yang bervariasi. Di usus, ada tiga jenis polip kolorektal, yaitu:

  • Polip Hiperplastik

Jenis polip kolorektal yang satu ini cenderungnya tidak berbahaya karena tidak ada risiko akan berkembang menjadi kanker.

  • Polip Adenomatous

Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Umumnya polip adenomatous ini tidak berkembang menjadi kanker, namun potensi memicu kanker usus tetap ada. 

  • Polip Ganas

Sesuai namanya, jenis polip kolorektal ini sudah mengandung sel kanker di dalamnya dan baru diketahui setelah melakukan pemeriksaan mikroskopik.

Gejala Seseorang Mengalami Polip Kolorektal

Pada beberapa kasus, ada kemungkinan polip kolorektal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, ada juga gejala yang muncul mengindikasi seseorang mengalami masalah ini.

  • Nyeri di perut
  • Muncul darah ketika buang air besar. Ini mengindikasikan terjadinya pendarahan usus
  • Terasa konstipasi atau diare yang biasanya berlangsung lebih dari sepekan
  • Mual dan muntah, yang biasanya terjadi pada orang yang memiliki polip kolorektal berukuran besar

Penyebab Terjadinya Polip Kolorektal

Hingga saat ini penyebab pasti polip kolorektal belum diketahui. Namun polip muncul karena adanya pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Jadi, adanya mutasi genetik yang membuat sel-sel dalam tubuh terus memperbaharui diri bahkan ketika belum diperlukan. Sehingga tumbuh jaringan yang berlebih dan menyebabkan munculnya polip, termasuk salah satunya polip kolorektal.

Ada beberapa faktor risiko sehingga seseorang jadi lebih rentan terkena polip kolorektal ini, yaitu:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Sebelumnya sudah pernah mengalami polip
  • Keluarga memiliki riwayat menderita kanker usus atau polip
  • Menderita diabetes yang parah
  • Menderita kanker rahim
  • Menderita penyakit yang berpengaruh terhadap usus seperti Crohn’s disease 
  • Menderita penyakit turunan seperti Lynch syndrome dan sebagainya
  • Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dalam jangka panjang
  • Minum alkohol berlebihan dan merokok

Pengobatan Polip Kolorektal di Rumah

Polip kolorektal sebenarnya bisa diatasi atau diobati dengan pengobatan rumahan, yaitu dengan menjaga pola makan sehat dan rajin mengkonsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian.

  • Berolahraga secara teratur dan menjaga 
  • Mengurangi asupan lemak
  • Berhenti merokok atau tidak minum alkohol

Namun, mengatasi polip kolorektal adalah dengan mengangkatnya dengan kolonoskopi. Akan tetapi, jika ukuran polip kolorektal masih kecil tidak perlu melakukan prosedur operasi kolonoskopi ini.

Jika ukuran Polip kolorektal terlalu besar juga tidak bisa diangkat dengan kolonoskopi sehingga akan dilakukan operasi laparoskopi. Operasi laparoskopi ini merupakan jenis operasi dengan menggunakan selang panjang yang dimasukkan ke tubuh lewat sayatan kecil di perut. Umumnya polip kolorektal bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker. Tentu saja dengan mendeteksinya lebih dini dapat mengurangi risiko kondisi yang lebih berbahaya atau kanker usus.

Read More

Memahami Istilah Interaksi Obat

Interaksi obat adalah reaksi antara dua (atau lebih) obat atau antara obat dan makanan, minuman, atau suplemen.

Mengkonsumsi obat dalam kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Interaksi obat dapat mempengaruhi cara kerja obat atau menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang obat-obatan yang Anda minum. Jika Anda meminum beberapa obat berbeda, menemui lebih dari satu dokter, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, Anda dan dokter Anda perlu mengetahui semua obat yang Anda minum.

Dengan mengetahui obat-obatan yang Anda konsumsi, akan membantu Anda menghindari potensi masalah seperti interaksi obat. Interaksi obat dapat membuat obat Anda kurang efektif, menyebabkan efek samping yang tidak terduga, atau meningkatkan kerja obat tertentu. Beberapa interaksi obat bahkan bisa berbahaya bagi Anda.  

Membaca label setiap kali Anda menggunakan obat tanpa resep atau resep dan meluangkan waktu untuk mempelajari interaksi obat mungkin penting untuk kesehatan Anda. Interaksi obat terbagi dalam tiga kategori besar yaitu:

  • Interaksi obat-obat terjadi ketika dua atau lebih obat bereaksi satu sama lain. Interaksi obat-obat ini dapat menyebabkan Anda mengalami efek samping yang tidak terduga.  Misalnya, mencampurkan obat yang Anda minum untuk membantu Anda tidur (obat penenang) dan obat yang Anda minum untuk alergi (antihistamin) dapat memperlambat reaksi Anda dan membuat mengemudi mobil atau mengoperasikan mesin berbahaya.
  • Interaksi obat-makanan / minuman dihasilkan dari reaksi obat dengan makanan atau minuman. Misalnya, mencampur alkohol dengan beberapa obat dapat menyebabkan Anda merasa lelah atau memperlambat reaksi Anda.
  • Interaksi obat-kondisi dapat terjadi ketika kondisi medis yang Anda miliki membuat obat tertentu berpotensi berbahaya. Misalnya, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda dapat mengalami reaksi yang tidak diinginkan jika Anda menggunakan dekongestan hidung.

Bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang obat yang Anda minum. Ketika dokter Anda meresepkan obat baru, diskusikan semua obat dan obat resep, suplemen makanan, vitamin, tumbuhan, mineral dan herbal yang Anda konsumsi, serta makanan yang Anda makan. 

Ingat, interaksi obat bisa sangat berbahaya untuk kondisi kesehatan Anda. Selalu waspada dan tanyakan potensi interaksi obat ketika dokter atau apoteker memberikan Anda obat-obatan baru.

Read More

Ini Dia Gejala dan Cara Mengobati Skistosomiasis

Pernahkah Anda mendengar tentang skistosomiasis? Skistosomiasis adalah jenis infeksi yang diakibatkan oleh cacing pipih, schistosoma yang seringkali ditemukan dalam air tawar, terutama pada area tropis dan subtropis.

Pada awalnya, infeksi cacing pipih ini tidak menimbulkan gejala signifikan apapun. Namun, jika cacing parasit ini tinggal dalam tubuh seseorang dalam jangka waktu yang lama, maka akan berakibat pada kerusakan organ tubuh tertentu, seperti hati, ginjal, dan kandung kemih.

Seperti apa gejala skistosomiasis yang dapat timbul?

Gejala yang muncul pada penderita skistosomiasis dapat beragam antara satu orang dengan lainnya. Gejala ini terjadi setelah beberapa minggu seseorang terkena infeksi. Ada pun kemungkinan gejala yang dapat timbul, antara lain:

  • Batuk-batuk.
  • Demam disertai dengan menggigil.
  • Timbulnya ruam pada kulit, seperti bentol merah yang diikuti dengan rasa gatal.
  • Diare, bahkan dalam kasus tertentu terdapat darah pada urin atau tinja.
  • Sakit perut dan sakit ketika buang air kecil.
  • Terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening, hati, atau limpa.
  • Nyeri pada otot dan sendi.

Bagaimana mendiagnosis skistosomiasis?

Pada pemeriksaan awal, dokter akan bertanya seputar gejala yang Anda alami dan juga gaya hidup sehari-hari yang Anda jalani. Dokter juga mungkin akan bertanya mengenai riwayat perjalanan Anda, apakah Anda pernah berkunjung ke tempat dengan risiko tinggi terhadap infeksi cacing atau tidak.

Jika jawaban Anda mengindikasikan gejala tertentu, dokter akan melakukan pemeriksaan, berupa:

  • Pengambilan sampel feses dan urine: prosedur ini dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya cacing pipih dalam tubuh.
  • Tes darah: selain mengambil sampel feses dan urine, pemeriksaan tes darah juga perlu dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dapat melindungi tubuh dari infeksi sekaligus sebagai pemeriksaan gejala anemia. Tes darah juga dapat memberikan hasil dari kondisi fungsi hati dan ginjal pasien.

Bagaimana cara mengobati skistosomiasis?

Pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

  • Obat antiparasit, praziquantel: Jenis obat praziquantel bekerja dengan membunuh cacing yang ada dalam tubuh, terutama cacing-cacing yang telah dewasa.
  • Obat steroid: obat steroid bekerja dengan menghilangkan gejala skistosomiasis akut yang mana telah mengganggu kinerja otak atau sistem saraf.
Read More

Persiapkan Hal Ini Sebelum Menjalani Pemeriksaan Endokrin

Menjalani pemeriksaan kesehatan harus dimulai dengan persiapan yang matang. Layaknya pemeriksaan kesehatan lainnya, pasien yang hendak melakukan pemeriksaan endokrin pun perlu mempersiapkan berbagai hal sebelum pemeriksaan dimulai. Apa saja persiapan yang harus dilakukan menjelang pemeriksaan endokrin?

Mengenal pemeriksaan endokrin sebelum menjalaninya

Sebelum menjalani pemeriksaan, Anda perlu mengenal lebih dulu apa tujuan dan manfaat dari pemeriksaan endokrin.

Secara garis besar, endokrin adalah sistem jaringan kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon dalam tubuh. Pemeriksaan endokrin merupakan pemeriksaan yang menilai fungsi dari sistem jaringan ini.

Pemeriksaan endokrin biasanya akan dilakukan oleh ahli endokrinologi. Umumnya, pemeriksaan ini dijalankan oleh pasien penderita gangguan fungsi endokrin, seperti diabetes, penyakit tiroid, osteoporosis, transplantasi, dan lain sebagainya.

Saat melakukan konsultasi dengan dokter, pasien mungkin diduga menderita penyakit kelainan hormon atau gangguan fungsi endokrin. Apabila hal itu terjadi, dokter akan mengarahkan pasien kepada ahli endokrinologi untuk kemudian dijadwalkan pemeriksaan.

Pada pertemuan pertama, pastikan untuk membawa hasil pemeriksaan kesehatan terakhir Anda untuk didiskusikan dengan dokter. Jelaskan juga pada dokter mengenai riwayat kesehatan yang Anda miliki.

Selain itu, pastikan juga untuk mempersiapkan informasi detail mengenai:

  • Obat-obatan yang dikonsumsi setiap harinya, baik secara rutin ataupun tidak
  • Vaksinasi yang pernah didapat selama beberapa bulan terakhir, termasuk vaksin tetanus, flu, pneumonia, dan lain sebagainya
  • Angka kadar gula darah Anda
  • Gejala yang dirasakan, baik yang berhubungan dengan diabetes ataupun tidak
  • Aktivitas sehari-hari dan kesibukan terakhir Anda, hal ini berguna untuk mengetahui level stres yang mungkin mempengaruhi kondisi kesehatan
  • Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta penyakit turunan yang pernah atau mungkin sedang dialami
  • Pemeriksaan kesehatan yang terakhir Anda jalani, bisa berupa pemeriksaan mata, pemeriksaan kaki, dan lain sebagainya

Proses pemeriksaan endokrin

Proses pemeriksaan endokrin terdiri atas banyak sekali jenis. Setiap jenis memiliki manfaat yang berbeda-beda untuk mengevaluasi kondisi fungsi endokrin pasien. Pemilihan jenis pemeriksaan disesuaikan dengan gejala yang dirasakan serta kondisi kesehatan yang diderita.

Pemeriksaan akan dilakukan apabila pasien mengalami gejala berupa:

  • Kesemutan pada tangan dan kaki yang disebabkan oleh kerusakan saraf
  • Masalah penglihatan
  • Kondisi kelainan pada ginjal
  • Perubahan berat badan
  • Sering mengalami peningkatan dan penurunan kadar gula darah
  • Sering masuk rumah sakit akibat diabetes

Dengan menilai gejala dan riwayat kesehatan pasien, dokter akan melakukan dugaan terhadap kondisi yang mungkin dialami. Apabila dokter mencurigai adanya kemungkinan kelainan fungsi endokrin, dokter akan memiliki jenis pemeriksaan yang paling tepat bagi pasien.

Terdapat banyak jenis pemeriksaan endokrin yang bisa dilakukan. Beberapa di antaranya adalah tes pencitraan dengan CT Scan dan MRI, serta tes pengukuran level hormon melalui tes darah dan tes urin.

Secara garis besar, prosedur pemeriksaan endokrin akan melibatkan:

  • Evaluasi riwayat kesehatan lengkap
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah dan urin
  • Penjelasan mengenai diagnosa berdasarkan hasil tes

Pemeriksaan fisik biasanya meliputi pengukuran tinggi, berat badan, dan tanda vital seperti tekanan darah serta denyut nadi. Dalam beberapa kasus, pasien juga akan diminta untuk mengukur kadar gula darah menggunakan alat khusus.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pada gigi pasien untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi mulut. Selain mulut, pemeriksaan fisik juga akan dilakukan pada kulit dan tangan kaki yang mungkin terluka apabila pasien mengalami infeksi.

Setelah pemeriksaan fisik selesai, barulah dokter akan mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan endokrin yang sesuai dengan kondisi pasien untuk melakukan diagnosa lebih mendalam.

Read More

Meredakan Nyeri Sendi dengan Suntik Steroid

Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar suntik steroid. Dalam artikel ini, suntik steroid yang dimaksud adalah prosedur penyuntikan obat kortikosteroid. Jangan tertukar dengan suntik steroid yang kadang dimanfaatkan untuk membentuk otot ya!

Di dalam tubuh kita terdapat hormon kortisol, yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal. Hormon kortisol memiliki kemampuan untuk meredakan inflamasi atau peradangan yang terjadi di dalam tubuh, dengan cara menekan kerja sistem imun.

Nah, secara sederhana, obat golongan kortikosteroid merupakan imitasi dari hormon kortisol. Obat sintetis yang sifat dan kemampuannya mengadopsi hormon kortisol. Layaknya hormon kortisol, obat kortikosteroid memiliki daya anti inflamasi.

Ketika diberikan melalui suntik steroid, obat ini bekerja hampir sama dengan hormon kortisol. Selain itu, obat kortikosteroid ini juga mendukung kerja hormon kortisol. Sehingga peradangan lebih cepat teratasi.

Penyakit yang dapat diatasi oleh suntik steroid

Prosedur suntik steroid bukanlah tindakan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah, seperti mengonsumsi obat. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan profesional.

Pertimbangan pemberian suntik steroid pun biasanya diputuskan oleh dokter. Umumnya, injeksi obat kortikosteroid ini diberikan untuk mengatasi gangguan yang berhubungan dengan masalah sendi, antara lain peradangan sendi atau osteoartritis, asam urat, bursitis, peradangan tendon atau tendinitis, plantar fasciitis, sciatica, atau nyeri sendi.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dokter juga biasanya tidak langsung menjalankan tindakan suntik steroid. Perawatan mungkin dimulai dengan pemberian obat-obat oral terlebih dahulu.

Di samping itu, suntik steroid juga tidak bisa diberikan kepada sembarang orang. Ada kondisi-kondisi khusus yang perlu menjadi perhatian. Anda yang sedang hamil, menyusui, atau dalam program hamil misalnya, tidak disarankan untuk menjalani suntik steroid. Begitu juga Anda yang sedang mengalami infeksi atau baru saja menjalani vaksinasi.

Selain mengatasi gangguan medis terkait sendi, suntik steroid juga dimanfaatkan untuk mengatasi masalah atau kelainan sistem imun.  Rheumatoid arthritis, lupus, Inflammatory Bowel Disease, atau Multiple Sclerosis, merupakan beberapa kelainan imun yang dapat memperoleh manfaat dari pemberian suntik steroid.

Efek samping suntik steroid

Secara umum, suntik steroid jarang menimbulkan efek samping. Tapi, beberapa pasien merasakan nyeri pada area bekas suntikan, dalam waktu 24 jam setelah prosedur injeksi dijalani. Meski demikian, rasa nyeri ini biasanya akan reda setelah beberapa hari.

Di luar rasa nyeri pada area injeksi, efek samping yang tidak diharapkan juga dapat muncul. Beberapa orang mengalami infeksi, reaksi alergi, perdarahan lokal, kulit kemerahan, serta kerusakan jaringan tendon bila suntik steroid dilakukan langsung pada jaringan tendon.

Selain itu, apabila Anda terlalu sering menjalani suntik steroid, tulang, ligamen, dan otot dapat menjadi lemah. Dan khusus bagi penderita diabetes, kadar gulanya akan naik selama beberapa hari, setelah injeksi diberikan.

Apa pun efek samping yang Anda rasakan setelah menjalani suntik steroid, berkonsultasilah dengan dokter. Sampaikan keluhan dan efek yang timbul pasca menjalani prosedur tersebut serinci mungkin kepada tenaga medis. Agar bila dibutuhkan perawatan, tindakan dapat dilakukan segera.

Perlu dipahami, keputusan menjalani prosedur suntik steroid hanya dapat diputuskan oleh dokter. Jika Anda memiliki penyakit yang pernah membaik karena tindakan ini pun, tetap harus berkonsultasi kembali dengan dokter yang merawat Anda untuk mengulang prosedur tersebut. Sebab, belum tentu keluhan medis Anda dapat diatasi dengan tindakan serupa.

Read More

7 Hal Penting bagi Penyelam untuk Menghindari Nitrogen Narcosis

Nitrogen narcosis dapat membuat penyelam panik dan berhalusinasi

Sama seperti olahraga petualangan lainnya, menyelam juga memiliki beragam risiko berbahaya. Tak main-main, risiko itu bisa membuat penggiatnya cacat hingga kehilangan jiwa. Salah satu risiko umum yang ditemui banyak penyelam adalah nitrogen narcosis.

Mudahnya, nitrogen narcosis adalah suatu kondisi di mana seorang penyelam menghirup gas yang akan menyebabkan mereka mengalami berbagai situasi tertentu yang diakibatkan melambatnya kerja sistem saraf. “Situasi tertentu” tersebut digadang-gadang terasa seperti sensasi yang didapatkan oleh orang mabuk.

Nitrogen narcosis memang tidak memberikan efek berbahaya langsung. Artinya, kondisi itu akan menjadi sangat berbahaya jika penyelam tidak mampu menguasai dirinya saat nitrogen narcosis dirasakan. 

Oleh karenanya, penting kiranya bagi para penyelam untuk melakukan tindak preventif agar risiko tersebut dapat dikurangi. Tindak preventif yang dimaksud antara lain: 

  • Memiliki Sertifikat Menyelam

Olahraga menyelam merupakan aktivitas yang menuntut keahlian khusus bagi para penggiatnya. Pasalnya, seorang penyelam harus dapat berpikir cepat dan bereaksi sesuai prosedur saat terjadi keadaan darurat di dalam air. Sehingga secara aturan, seseorang baru bisa dan boleh menyelam jika telah mengantongi sertifikat menyelam yang didapatkan dari lembaga atau badan khusus sertifikasi.

Sertifikasi itu bertujuan untuk meminimalisir semua risiko dan segala kemungkinan terburuk yang bisa didapat penyelam di dalam air, termasuk nitrogen narcosis. 

Penting kiranya Anda mendapatkan sertifikasi menyelam sebelum “terjun” ke lautan dan selalu perbaharui dan tingkatkan level sertifikasi tersebut. Sebab nitrogen narcosis bisa semakin dihindari jika Anda semakin ahli dalam aktivitas ini.

  • Tidak Menyelam Lebih dari 30 Meter

Nitrogen narcosis hampir selalu terjadi jika seseorang berada di kedalaman lebih dari 30 meter di bawah permukaan air. Dengan demikian bahwa cara paling ampuh untuk menghindari itu adalah tetap mewaspadai area berbahaya tersebut.

  • Mempersiapkan Kondisi Fisik

Mempersiapkan kondisi fisik sebelum menyelam adalah satu faktor penting untuk menjamin keselamatan Anda selama berada di dalam air. Istirahat yang cukup sebelum menyelam adalah cara terbaik untuk menjaga fisik Anda tetap fit. 

Kondisi-kondisi tubuh seperti kelelahan, kegelisahan, stres, mabuk, dan retensi karbondioksida atau hypercarbia (yang disebabkan oleh masalah paru-paru, faktor-faktor lingkungan, atau rebreathing berlebihan dari CO2 yang diembuskan) dapat mempercepat timbulnya nitrogen narcosis.

  • Tidak Menyelam Sendirian

Penting untuk menyelam dengan teman yang telah Anda percayai — idealnya seseorang yang memiliki tingkat pelatihan selam yang sama, atau lebih tinggi. Orang yang mengenal Anda secara personal akan lebih mudah untuk mengetahui kondisi normal Anda, daripada seseorang yang tidak Anda kenal sama sekali.

Selama menyelam, Anda dan teman bisa melakukan pemeriksaan secara berkala (seperti setiap lima menit, misalnya) dan berkomitmen untuk saling mengawasi dan melakukan komunikasi pada interval tertentu. 

  • Menyelam Sesuai Rencana

Rencana penyelaman menjadi pedoman penting bagi para penyelam. Rencana itu termasuk waktu atau masa menyelam, jarak atau level kedalaman, hingga apa-apa saja yang akan Anda lakukan saat berada di dalam air. 

Ketika telah mengantongi rencana tersebut, pastikan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Sebab banyak kecelakan yang bermula dari kelalaian para penyelam sendiri yang abai terhadap tanda-tanda atau sinyal bahaya lantaran mereka melanggar rencana penyelaman yang telah mereka perbuat.

  • Bekali Diri dengan Kemampuan Mengatasi Kondisi Darurat

Kecelakan atau kondisi berbahaya ketika menyelam, seperti nitrogen narcosis, kadang terjadi begitu saja tanpa pernah diperkirakan sebelumnya. Itulah sebabnya Anda harus melatih keterampilan seperti meringankan beban dan berbagi udara sampai hal itu menjadi kebiasaan.

Pembiasaan itu akan membentuk karakter dan mental Anda selama berada di dalam air sehingga Anda akan lebih siap menghadapi situasi-situasi darurat. Ketika Anda memiliki kemampuan mengatasi kondisi darurat, risiko dan kemungkinan terburuk bisa Anda kurangi.

  • Gunakan Campuran Gas Lainnya

Seperti kita ketahui bersama, nitrogen narcosis terjadi ketika gas yang ada di dalam tabung pernapasan bereaksi sehingga jadi membahayakan saat memenuhi berbagai faktornya. Oleh karenanya mulailah mempertimbangkan untuk menggunakan berbagai campuran gas pernapasan yang diyakini bebas dari risiko nitrogen narcosis. 

Mungkin Anda bisa menggunakan trimix untuk menggantikan sebagian nitrogen dalam campuran standar dengan helium. Heliox dapat jadi pilihan lain karena terdiri dari oksigen dan helium tanpa nitrogen, tetapi umumnya lebih mahal dan juga dapat menyebabkan pusing atau mual. Penyelam harus dilatih secara khusus dalam penggunaan campuran ini.

Itulah beberapa hal penting yang bisa dijadikan sebagai pedoman sebelum Anda melakukan penyelaman agar terhindar dari kondisi nitrogen narcosis. Dengan melakukan berbagai hal tersebut, kegiatan penyelaman Anda kemungkinan besar akan berjalan lancar dan menyenangkan.

Read More

Kenali Virus Rabies dan Bahayanya Bagi Manusia

Rabies merupakan penyakit membahayakan karna dapat menyebabkan kematian pada seseorang. Saat ini pemerintah telah gencar melakukan tindak pencegahan dengan memberikan vaksin kepada hewan pembawa virus rabies, seperti anjing, kucing, dan jenis hewan peliharaan lainnya.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yaitu infeksi yang ditularkan oleh hewan ke manusia melalui pajanan atau Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Rabies merupakan virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia atau mamalia.

Apa Penyebab Rabies?

Virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, terdapat pula hewan lain yang dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti kucing, kera, musang, bahkan kelinci.

Pada kasus yang tergolong sangat jarang, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ. Virus rabies ini masuk melalui kulit yang terluka atau melalui selaput lendir (mukosa, seperti pada mata atau mulut) atau cakaran kuku jari hewan yang terkontaminasi oleh liur yang mengandung virus rabies.

Bagaimana Cara Kerja Virus Rabies?

Ketika seseorang tergigit hewan pembawa virus rabies, virus akan masuk ke pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Saat sudah mencapai otak, virus rabies akan menggandakan diri dengan cepat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang yang membahayakan kondisi pasien dan berpotensi besar menyebabkan kematian.

Penyebaran akan terjadi lebih cepat apabila pasien mengalami gigitan atau cakaran pada area leher atau kepala. Setelah virus rabies ini masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tersebut tetap tinggal di tempat masuk dan di dekatnya, yang kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan adanya perubahan fungsi saraf.

Gejala Yang Ditimbulkan

Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan hewan yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Orang yang terinfeksi virus rabies biasanya akan mengalami gejala berupa:

  • Linu dan Kesemutan 

Gejala yang pertama muncul setelah gigitan hewan pembawa virus rabies adalah linu, seperti kesemutan. Namun, biasanya gejala ini tidak akan langsung terasa. Setelah beberapa hari, gejala awal biasanya akan mulai muncul dan diawali dengan rasa linu atau kesemutan di tempat yang digigit. Bekas gigitan hewan pembawa virus rabies ini juga akan menyebabkan rasa gatal, bahkan perih. 

  • Gejala Flu

Penyakit ini sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang menyerupai flu. Selain sensasi linu pada bagian yang digigit, masa-masa awal infeksi rabies pada manusia juga memunculkan gejala, seperti demam tinggi, menggigil, mudah merasa lelah, nyeri otot, kesulitan menelan, hingga kesulitan tidur di malam hari. Kabar buruknya, jika gejala tersebut tidak segera ditangani, kondisi yang lebih buruk dan parah mungkin akan terjadi.

  • Gelisah dan Linglung 

Infeksi virus rabies bisa menyebabkan pengidapnya merasa gelisah dan linglung. Penyakit ini memicu gejala berupa halusinasi dan gangguan kecemasan tertentu. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala tersebut setelah digigit hewan.

***

Saat sudah terinfeksi virus rabies dan menimbulkan tanda dan gejala, tidak ada penanganan yang dapat diberikan secara efektif. Pasalnya, infeksi virus ini merupakan infeksi yang fatal, meskipun demikian pada beberapa kasus ditemui sekelompok kecil orang berhasil selamat dari infeksi virus ini.

Oleh karenanya, lebih baik melakukan tindak-tindak pencegahan seperti memastikan hewan peliharaan telah mendapatkan vaksin rabies. Hindari pula terlibat kontak atau interaksi dengan hewan-hewan liar, sebab kita tak pernah tahu apakah kucing atau anjing liar di jalan tersebut bebas dari virus rabies atau tidak.

Read More

Lakukan Rhinoplasty Agar Hidung Terlihat Cantik

Pernahkah Anda mendengar sebuah prosedur medis yang disebut dengan istilah rhinoplasty? Dalam bahasa awam, tindakan medis ini dikenal dengan nama operasi hidunga tau “nose job”. Prosedur bedah medis ini bertujuan untuk merubah bentuk tulang dan tulang rawan hidung. Rhinoplasty merupakan tindakan bedah kosmetik yang paling umum atau sering dilakukan. Artikel ini akan membahas seputar hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui tentang rhinoplasty.

Mengapa rhinoplasty perlu dilakukan?

Orang-orang biasanya mendapatkan operasi hidung atau rhinoplasty untuk memperbaiki hidung akibat cidera atau kecelakaan, mengatasi masalah pernapasan atau cacat bawaan lahir, dan atau karena mereka merasa kurang puas atau senang dengan kondisi tampilan hidung mereka sekarang. Beberapa perubahan yang bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik melalui rhinoplasty seperti perubahan ukuran, sudut, meluruskan tulang hidung, membentuk ujung hidung, dan mempersempit lubang hidung.

Apabila tujuan rhinoplasty yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan penampilan alih-alih sebagai perawatan karena kondisi kesehatan tertentu, Anda perlu menunggu hingga tulang hidung benar-benar tumbuh sepenuhnya. Untuk anak perempuan, hal ini berarti mereka harus menunggu hingga usia 15 tahun. Untuk anak laki-laki perlu menunggu lebih lama karena tulang hidung masih akan tetap tumbuh setelah berumur lebih dari 15 tahun. Akan tetapi, apabila Anda mendapatkan rhinoplasty sebagai salah satu solusi dari kesulitan bernapas, prosedur medis ini dapat dilakukan sedini mungkin.

Risiko dan prosedur rhinoplasty

Sama halnya dengan tindakan bedah medis lainnya, rhinoplasty juga memiliki risikonya sendiri. Beberapa risiko tersebut seperti infeksi, pendarahan, ataupun reaksi alergi buruk akibat anestesi. Selain itu, rhinoplasty juga dapat meningkatkan risiko kesulitan bernapas, mimisan, hidung mati rasa, hidung tidak simetris, dan bekas luka yang sulit hilang. Terkadang, pasien juga merasa tidak puas dengan hasil rhinoplasty yang mereka terima. Apabila Anda menginginkan rhinoplasty kedua, Anda perlu menunggu hingga hidung benar-benar pulih atau sembuh sebelum mendapatkan operasi lagi. Dalam hal ini, membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

Rhinoplasty dapat dilakukan di rumah sakit, kantor dokter, atau fasilitas bedah rawat jalan. Dokter akan menggunakan anestesi lokal atau umum tergantung seberapa rumit prosedur yang akan dilakukan. Apabila prosedur yang Anda dapatkan dianggap sederhana, Anda akan mendapatkan anestesi lokal pada bagian hidung yang akan membuat wajah mati rasa. Anda juga akan mendapatkan obat yang diberikan melalui IV yang akan membuat Anda merasa pening namun tetap sadar. Dalam kasus anestesi umum, Anda akan menghirup obat (atau diberikan lewat IV) yang akan membuat Anda tidak sadarkan diri. Anak-anak biasanya mendapatkan anestesi umum.

Setelah Anda tertidur atau mati rasa, dokter akan membuat sayatan di antara atau di dalam lubang hidung. Dokter akan memisahkan antara kulit dari tulang rawan atau tulang dan mulai membentuknya. Apabila hidung baru Anda membutuhkan tambahan tulang rawan, dokter akan mengambilnya dari telinga atau bagian dalam hidung. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga 2 jam. Apabila prosedur yang dilakukan rumit, pembedahan akan memakan waktu lebih lama.

Meskipun rhinoplasty dianggap sebuah prosedur yang mudah dan aman, proses penyembuhan atau pemulihan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama. Bagian ujung hidung merupakan bagian yang sensitif, dan dapat membengkak atau mati rasa hingga berbulan-bulan. Anda juga dapat sembuh dalam waktu beberapa minggu saja. Namun, beberapa efek tertentu dapat terus ada hingga berbulan-bulan.

Read More