musik meningkatkan memori

Musik Dapat Meningkatkan Memori Dan Mood

Relevansi antara musik dan peningkatan memori otak serta suasana hati (mood) ternyata telah dibuktikan langsung oleh pembuat film dokumenter asal Amerika Serikat, Dan Cohen. Pria yang juga berprofesi sebagai pekerja sosial di panti jompo untuk orang pikun dan demensia ini merilis film dokumenter berjudul “Alive Inside” yang dirilis pada 2014.

Cohen membuat film dokumenter ini selama 3 hari untuk mendokumentasikan efek luar biasa dari mendengarkan musik bagi perilaku, suasana hati, serta kualitas hidup para lansia di panti jompo.

Metode Sederhana Terapi Musik

Dapat dikatakan, metode Cohen cukup sederhana. Dia meminta para lansia penghuni panti jompo untuk membuat daftar lagu atau musik instrumental yang mereka sukai. Selanjutnya, ia memasukkan semua daftar ini pada CD MP3, dan memutarnya untuk menghibur para penghuni panti jompo.

Daftar musik yang dimasukkan memiliki berbagai genre, mulai dari jazz, rock hingga musik klasik. Ternyata, metode yang diterapkan Cohen ini mendapatkan reaksi yang sangat mengejutkan. Beberapa penghuni panti wreda yang sebelumnya tidak bisa berbicara, mulai bernyanyi dan menari mengikuti irama musik. Sementara itu, anggota panti yang lain mulai menceritakan kapan dan di mana mereka pernah mendengarkan musik itu. Musik tampaknya telah membuka memori dan kenangan lama para penghuni panti, yang kebanyakan berusia lebih dari 50 tahun itu.

Musik Mengaktifkan Memori Otak

Ada semakin banyak bukti untuk menjelaskan penyebab orang-orang di dalam film bisa merasa “hidup kembali” dan mengingat lagi lokasi mereka pernah mendengarkan lagu itu. Pasalnya, mendengarkan musik bisa mengaktifkan kembali area otak yang berhubungan dengan daya ingat, penalaran (kognitif), ucapan, emosi dan penghargaan.

Dua penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Jepang, menemukan fakta bahwa, musik tidak hanya membantu mengembalikan daya memori yang tersimpan, tapi juga membantu mengingat hal baru.

Sebagai contoh, pada kedua penelitian tersebut, orang tua yang sehat mendapat skor tes memori dan kognitif yang lebih baik setelah mereka mengikuti kelas olahraga dan latihan fisik sedang, dengan iringan musik.

Para peneliti di Laboratorium Musik dan Neuro-Imaging, Harvard University Amerika Serikat, yang bermitra dengan Beth Israel Deaconess Medical Center, telah menemukan fakta penting tentang lirik lagu. Terungkap bahwa menyanyikan lirik lagu, dapat membantu pemulihan seseorang yang baru sembuh stroke atau cedera otak kiri.

Musik Pulihkan Kesulitan Bicara

Kemampuan bernyanyi berasal dari otak kanan yang tidak rusk. Maka, pasien bisa belajar berbicara secara bertahap dengan bernyanyi terlebih dahulu. Bahkan, Teknik diterapkan ini untuk belajar berpidato dan berbicara oleh anggota komite Kongres Amerika Serikat, setelah sembuh dari luka tembak otak yang membuatnya sulit berbicara. Bernyanyi juga membantu orang yang normal mempelajari kata dan frasa lebih cepat.

Jika Anda peduli dengan orang tua atau pasien dengan gangguan kognitif, pikun atau demensia, terapi mendengarkan musik bisa menjadi pilihan. Anda bisa membuat daftar lagu pilihan yang dimainkan di pemutar MP3 sebagai terapi yang membantu orang tua dengan demensia.

Ayo, kita bantu tingkatkan kemampuan memori otak kakek dan nenek atau orangtua terkasih melalui terapi musik.

Referensi:
Harvard Medical School

https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/music-can-boost-memory-and-mood

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*