Meredakan Nyeri Sendi dengan Suntik Steroid

Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar suntik steroid. Dalam artikel ini, suntik steroid yang dimaksud adalah prosedur penyuntikan obat kortikosteroid. Jangan tertukar dengan suntik steroid yang kadang dimanfaatkan untuk membentuk otot ya!

Di dalam tubuh kita terdapat hormon kortisol, yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal. Hormon kortisol memiliki kemampuan untuk meredakan inflamasi atau peradangan yang terjadi di dalam tubuh, dengan cara menekan kerja sistem imun.

Nah, secara sederhana, obat golongan kortikosteroid merupakan imitasi dari hormon kortisol. Obat sintetis yang sifat dan kemampuannya mengadopsi hormon kortisol. Layaknya hormon kortisol, obat kortikosteroid memiliki daya anti inflamasi.

Ketika diberikan melalui suntik steroid, obat ini bekerja hampir sama dengan hormon kortisol. Selain itu, obat kortikosteroid ini juga mendukung kerja hormon kortisol. Sehingga peradangan lebih cepat teratasi.

Penyakit yang dapat diatasi oleh suntik steroid

Prosedur suntik steroid bukanlah tindakan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah, seperti mengonsumsi obat. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan profesional.

Pertimbangan pemberian suntik steroid pun biasanya diputuskan oleh dokter. Umumnya, injeksi obat kortikosteroid ini diberikan untuk mengatasi gangguan yang berhubungan dengan masalah sendi, antara lain peradangan sendi atau osteoartritis, asam urat, bursitis, peradangan tendon atau tendinitis, plantar fasciitis, sciatica, atau nyeri sendi.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dokter juga biasanya tidak langsung menjalankan tindakan suntik steroid. Perawatan mungkin dimulai dengan pemberian obat-obat oral terlebih dahulu.

Di samping itu, suntik steroid juga tidak bisa diberikan kepada sembarang orang. Ada kondisi-kondisi khusus yang perlu menjadi perhatian. Anda yang sedang hamil, menyusui, atau dalam program hamil misalnya, tidak disarankan untuk menjalani suntik steroid. Begitu juga Anda yang sedang mengalami infeksi atau baru saja menjalani vaksinasi.

Selain mengatasi gangguan medis terkait sendi, suntik steroid juga dimanfaatkan untuk mengatasi masalah atau kelainan sistem imun.  Rheumatoid arthritis, lupus, Inflammatory Bowel Disease, atau Multiple Sclerosis, merupakan beberapa kelainan imun yang dapat memperoleh manfaat dari pemberian suntik steroid.

Efek samping suntik steroid

Secara umum, suntik steroid jarang menimbulkan efek samping. Tapi, beberapa pasien merasakan nyeri pada area bekas suntikan, dalam waktu 24 jam setelah prosedur injeksi dijalani. Meski demikian, rasa nyeri ini biasanya akan reda setelah beberapa hari.

Di luar rasa nyeri pada area injeksi, efek samping yang tidak diharapkan juga dapat muncul. Beberapa orang mengalami infeksi, reaksi alergi, perdarahan lokal, kulit kemerahan, serta kerusakan jaringan tendon bila suntik steroid dilakukan langsung pada jaringan tendon.

Selain itu, apabila Anda terlalu sering menjalani suntik steroid, tulang, ligamen, dan otot dapat menjadi lemah. Dan khusus bagi penderita diabetes, kadar gulanya akan naik selama beberapa hari, setelah injeksi diberikan.

Apa pun efek samping yang Anda rasakan setelah menjalani suntik steroid, berkonsultasilah dengan dokter. Sampaikan keluhan dan efek yang timbul pasca menjalani prosedur tersebut serinci mungkin kepada tenaga medis. Agar bila dibutuhkan perawatan, tindakan dapat dilakukan segera.

Perlu dipahami, keputusan menjalani prosedur suntik steroid hanya dapat diputuskan oleh dokter. Jika Anda memiliki penyakit yang pernah membaik karena tindakan ini pun, tetap harus berkonsultasi kembali dengan dokter yang merawat Anda untuk mengulang prosedur tersebut. Sebab, belum tentu keluhan medis Anda dapat diatasi dengan tindakan serupa.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*