Mengenal Polip Kolorektal, Penyakit Usus Karena Obesitas

Polip kolorektal tumbuh pada bagian usus

Istilah polip kolorektal merupakan masalah yang ada di bagian usus. Yaitu tumbuhnya jaringan bertangkai di dinding usus dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga besar. Jika ukuran polip kolorektal semakin besar, kemungkinan akan berkembang menjadi kanker.

Kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun dan baru akan terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan kanker usus rutin. Namun, jika pertumbuhan polip kolorektal yang mengarah ke usus besar, dokter akan mengambil tindakan medis agar mencegah terjadinya kondisi yang semakin parah.

Penyakit polip kolorektal ini sebenarnya umum terjadi dan muncul pada orang yang berusia berapa saja. Akan tetapi, penyakit ini umumnya dialami oleh orang lanjut usia atau 50 tahun ke atas yang memiliki obesitas jangka panjang.

Jenis-jenis Polip Kolorektal

Sebelum membahas gejala dan penyebabnya, ada baiknya untuk tahu apa beragam jenis polip kolorektal yang bervariasi. Di usus, ada tiga jenis polip kolorektal, yaitu:

  • Polip Hiperplastik

Jenis polip kolorektal yang satu ini cenderungnya tidak berbahaya karena tidak ada risiko akan berkembang menjadi kanker.

  • Polip Adenomatous

Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Umumnya polip adenomatous ini tidak berkembang menjadi kanker, namun potensi memicu kanker usus tetap ada. 

  • Polip Ganas

Sesuai namanya, jenis polip kolorektal ini sudah mengandung sel kanker di dalamnya dan baru diketahui setelah melakukan pemeriksaan mikroskopik.

Gejala Seseorang Mengalami Polip Kolorektal

Pada beberapa kasus, ada kemungkinan polip kolorektal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, ada juga gejala yang muncul mengindikasi seseorang mengalami masalah ini.

  • Nyeri di perut
  • Muncul darah ketika buang air besar. Ini mengindikasikan terjadinya pendarahan usus
  • Terasa konstipasi atau diare yang biasanya berlangsung lebih dari sepekan
  • Mual dan muntah, yang biasanya terjadi pada orang yang memiliki polip kolorektal berukuran besar

Penyebab Terjadinya Polip Kolorektal

Hingga saat ini penyebab pasti polip kolorektal belum diketahui. Namun polip muncul karena adanya pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Jadi, adanya mutasi genetik yang membuat sel-sel dalam tubuh terus memperbaharui diri bahkan ketika belum diperlukan. Sehingga tumbuh jaringan yang berlebih dan menyebabkan munculnya polip, termasuk salah satunya polip kolorektal.

Ada beberapa faktor risiko sehingga seseorang jadi lebih rentan terkena polip kolorektal ini, yaitu:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Sebelumnya sudah pernah mengalami polip
  • Keluarga memiliki riwayat menderita kanker usus atau polip
  • Menderita diabetes yang parah
  • Menderita kanker rahim
  • Menderita penyakit yang berpengaruh terhadap usus seperti Crohn’s disease 
  • Menderita penyakit turunan seperti Lynch syndrome dan sebagainya
  • Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dalam jangka panjang
  • Minum alkohol berlebihan dan merokok

Pengobatan Polip Kolorektal di Rumah

Polip kolorektal sebenarnya bisa diatasi atau diobati dengan pengobatan rumahan, yaitu dengan menjaga pola makan sehat dan rajin mengkonsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian.

  • Berolahraga secara teratur dan menjaga 
  • Mengurangi asupan lemak
  • Berhenti merokok atau tidak minum alkohol

Namun, mengatasi polip kolorektal adalah dengan mengangkatnya dengan kolonoskopi. Akan tetapi, jika ukuran polip kolorektal masih kecil tidak perlu melakukan prosedur operasi kolonoskopi ini.

Jika ukuran Polip kolorektal terlalu besar juga tidak bisa diangkat dengan kolonoskopi sehingga akan dilakukan operasi laparoskopi. Operasi laparoskopi ini merupakan jenis operasi dengan menggunakan selang panjang yang dimasukkan ke tubuh lewat sayatan kecil di perut. Umumnya polip kolorektal bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker. Tentu saja dengan mendeteksinya lebih dini dapat mengurangi risiko kondisi yang lebih berbahaya atau kanker usus.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*