Mengenal Amputasi, Tindakan Medis yang Terkenal Menakutkan

Bagi banyak orang, amputasi memang kata yang terdengar menakutkan. Meskipun, sebenarnya amputasi yang dilakukan sesuai dengan indikasi medis, justru baik bagi kesehatan bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Tindakan amputasi adalah prosedur pembedahan untuk membuang seluruh atau beberapa bagian tubuh, seperti lengan, kaki, jari tangan, atau jari kaki. Tindakan ini dapat dikatakan sebagai pilihan terakhir, tidak akan dilakukan kecuali pasien benar-benar membutuhkannya.

Mengapa amputasi dilakukan?

Seperti semua prosedur medis lain, amputasi juga dilakukan berdasarkan indikasi medis tertentu. Dokter mungkin akan menyarankan tindakan amputasi ketika tidak ada suplai darah pada anggota tubuh tersebut, atau jaringan tubuh rusak permanen.

Artinya, gangguan suplai darah yang menimbulkan kematian jaringan atau gangren, seperti yang kerap terjadi pada penyakit diabetes atau penyakit arteri perifer, dapat menjadi penyebab diperlukannya tindakan amputasi. Begitu juga dengan cedera parah, baik akibat kecelakaan lalu lintas atau luka bakar, adanya infeksi yang tidak dapat diatas dengan obat-obatan, kanker yang sudah merusak tulang atau otot pada anggota gerak tubuh, dan lain sebagainya, merupakan beberapa indikasi medis yang membuat dokter menyarankan tindakan amputasi.

Masalah-masalah di atas dapat mengganggu fungsi dan bentuk organ, sirkulasi darah, serta susunan otot, saraf, dan tulang. Oleh karena itu, bila anggota gerak tersebut sudah tidak dapat diselamatkan, perlu dilakukan amputasi.

Persiapan sebelum prosedur amputasi dilaksanakan

Prosedur amputasi dapat terencana atau sebagai prosedur gawat darurat. Baik bersifat terencana maupun gawat darurat, keduanya tetap membutuhkan persiapan. Dokter bedah yang merawat Anda akan melakukan evaluasi dan berdiskusi, sebelum tindakan amputasi dilakukan.

Selain pemeriksaan fisik, kondisi psikologis pasien juga akan dievaluasi. Hal tersebut ditujukan untuk menilai kesiapan pasien dalam menjalani tindakan amputasi. Sebab perlu diakui, kehilangan anggota tubuh bukanlah hal yang mudah untuk diterima.

Dokter bedah juga akan mengevaluasi anggota tubuh yang sehat, karena nantinya anggota tubuh tersebut akan bekerja lebih keras setelah bagian lain diamputasi. Kadang, untuk menyiapkan kondisi pasien pasca menjalani amputasi, dokter juga menjadwalkan sesi fisioterapi dan rehabilitasi medik.

Gambaran prosedur amputasi

Saat akan menjalani prosedur amputasi, biasanya pasien akan diberi obat bius atau anestesi. Jenis anestesi yang digunakan dapat berupa anestesi umum di mana pasien menjadi tidak sadarkan diri atau anestesi epidural yang tidak mengganggu kesadaran pasien, namun bagian tubuh bawahnya tidak merasakan apa pun dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip dasar tindakan amputasi, dokter akan mengambil seluruh jaringan yang rusak dan mempertahankan sebanyak mungkin jaringan yang masih bisa diselamatkan atau masih sehat. Untuk mengetahui bagian mana yang bisa dipertahankan, hal pertama yang dilakukan dokter adalah memeriksa denyut nadi di sekitar bagian tubuh yang akan diamputasi.

Kemudian, dokter juga akan membandingkan suhu bagian tubuh yang akan diamputasi dengan bagian tubuh yang dianggap sehat. Tes sensitivitas sentuhan serta kemungkinan muncul kemerahan juga dilakukan sebelum prosedur amputasi.

Bila batas bagian tubuh yang akan diamputasi sudah diketahui, dokter akan mengambil bagian jaringan dan tulang yang rusak tersebut. Tulang yang dipertahankan akan dibuat lebih tumpul dan halus agar tidak melukai jaringan sekitarnya. Dokter juga akan membentuk otot-otot di daerah yang diamputasi serta menjahit kulit untuk menutupnya.

Nantinya, bagian tersebut dapat ditutup dengan prostesis atau alat buatan pengganti bagian tubuh yang diamputasi. Hal ini sifatnya pilihan. Kadang ada pasien yang memilih tidak menutup bagian tubuh yang diamputasi tersebut.

Dapat dipastikan tindakan amputasi jelas akan mengubah cara hidup Anda. Setiap orang yang menjalani amputasi perlu beradaptasi kembali, baik di lingkungan rumah maupun pekerjaan. Oleh sebab itu, dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan untuk melewati masa-masa ini.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*