Manfaat Daun Cengkeh dalam Bentuk Minyak Esensial

Manfaat Daun Cengkeh Ini Tak Kalah dari Bunganya

Minyak cengkeh merupakan minyak esensial yang dibuat dari pohon cengkeh. Pohon cengkeh, juga dikenal dengan nama Syzygium aromaticum, merupakan tanaman asli Asia Tenggara, meskipun saat ini tanaman ini dapat tumbuh di daerah-daerah lain. Manfaat daun cengkeh, batang pohon, dan bunganya sudah dikenal beratus-ratus tahun. Minyak cengkeh diproduksi dengan menyuling kuncup bunga yang dikeringkan, batang, dan daun cengkeh. Minyak cengkeh memiliki aroma yang kuat dan berwarna bening ataupun kuning, dan telah digunakan selama ratusan laun untuk berbagai macam penggunaan.

Apa saja manfaat minyak esensial cengkeh?

Seperti namanya, minyak cengkeh memiliki segala manfaat daun cengkeh, batang, dan kuncup bunganya. Secara tradisional, minyak cengkeh digunakan untuk membantu membunuh bakteri berkat sifat antibakterinya, meringankan rasa sakit untuk kondisi-kondisi kesehatan seperti sakit gigi dan sakit otot, meredakan gangguan pencernaan, dan meringankan gejala kondisi pernapasan seperti batuk dan asma. Meskipun ada banyak senyawa kimia yang ada dalam minyak cengkih, eugenol adalah komponen utama di dalam minyak esensial tersebut. Sama halnya dengan minyak esensial lain, para peneliti berusaha untuk mengevaluasi potensi manfaat kesehatan minyak cengkeh dan komponen di dalamnya, seperti:

  • Aktivitas antibakteri

Dalam sebuah penelitian dari tahun 2012, para peneliti menemukan bahwa minyak cengkih memiliki kemampuan dalam membunuh sel-sel bakteri staph dalam kultur cairan dan biofilm. Biofilm adalah sekumpulan bakteri yang hidup bersama-sama, terlindungi oleh lapisan berlendir dan protektif. Kebanyakan antibiotik tidak efektif dalam menembus lapisan biofilm dan membunuh bakteri staph. Akan tetapi, menurut penelitian tersebut, minyak cengkih dapat melakukan hal tersebut. 

Selain itu, pada sebuah studi pada tahun 2017 menunjukkan aktivitas antijamur dalam beberapa jenis minyak esensial. Dari minyak yang diuji, minyak cengkih dianggap paling efektif dalam menghentikan pertumbuhan jamur. 

Sementara itu, pada studi tahun 2005, peneliti menginvestigasi efek eugenol, komponen utama dalam minyak cengkih, pada jamur Candida albicans. Jamur ini dapat menyebabkan infeksi jamur seperti kaki atlet dan infeksi jamur vagina. Menurut penulis studi, eugenol memiliki kemampuan untuk membunuh jamur, baik dalam model kultur ataupun tikus. Studi tahun 2018 juga melihat efek minyak esensial pada beragam bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan, seperti pneumonia dan influenza. Meskipun efek yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan antibiotik yang diuji, minyak cengkih memiliki aktivitas antibakteri ketika ditambahkan ke kultur cairan ataupun dijadikan sebagai uap. 

  • Penggunaan untuk gigi

Pada tahun 2012, peneliti menginvestigasi efek minyak cengkih terhadap erosi gigi akibat minuman asam seperti jus buah apel. Erosi gigi dapat menyebabkan gigi berlubang apabila dibiarkan. Menurut penelitian tersebut, minyak cengkih dan molekul-molekul di dalamnya efektif dalam mencegah erosi gigi, membuat peneliti percaya bahwa minyak cengkih bekerja dengan cara yang sama dengan fluoride dalam mencegah gigi berlubang. 

Sementara itu, pada studi tahun 2016, 10 produk tanaman alami diuji untuk melihat seberapa efektif produk-produk tersebut dalam melawan organisme yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Minyak cengkih merupakan produk paling efektif dalam menghambat organisme yang dapat menyebabkan gigi berlubang. 

Minyak cengkih mengandung segala manfaat daun cengkeh, kuncup bunga, dan pohon cengkih. Secara tradisional, minyak cengkih digunakan untuk mengatasi sakit perut dan membantu mengobati kondisi pernapasan. Penelitian menemukan bahwa minyak cengkih memiliki manfaat untuk gigi dan penggunaan topikal, mengobati infeksi, hingga melawan penyakit kanker yang berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*