Jenis-jenis Kandidiasis dan Perawatannya

Ada banyak jamur yang tumbuh di tubuh manusia. Salah satu jamur tersebut dikenal dengan nama Candida. Jamur ini hidup di mulut, perut, dan kulit dalam jumlah yang kecil dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan appun. Namun, ketika kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan mereka, jamur Candida dapat berkembang biak dengan sangat tidak terkontrol dan menyebabkan infeksi. Infeksi ini dikenal dengan nama kandidiasis. Ada beberapa jenis atau tipe kandidiasis. Kebanyakan dapat dirawat hanya dengan menggunakan obat-obatan resep dokter atau OTC. Artikel ini akan membahas jenis, diagnosa, dan perawatan kandidiasis.

Jenis kandidiasis

Ada beberapa jenis kandidiasis yang umum terjadi, yang dibedakan oleh lokasi infeksi, gejala, dan tingkat keparahan kondisi ini.

  • Sariawan (oropharyngeal candidiasis)

Saat jamur Candida menyebar di mulut dan tenggorokan, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi yang disebut sariawan. Sariawan sering dijumpai pada bayi yang baru lahir, orang dewasa, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bagi orang dewasa, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi mendapatkan kandidiasis jenis ini apabila Anda sedang dalam proses perawatan penyakit kanker, mengonsumsi obat-obatan corticosteroid, dan memiliki riwayat penyakit diabetes. Gejala kandidiasis jenis ini adalah bercak putih atau kuning pada lidah, bibir, gusi, dan langit-langit mulut serta pipi bagian dalam. Selain itu, apabila jamur menyebar di tenggorokan, Anda akan merasa sakit saat menelan. Sariawan dapat diobati dengan obat-obatan antijamur seperti nystatin, fluconazole, dan clotrimazole. Berkumur menggunakan obat kumur chlorhexidine dapat membantu mencegah infeksi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Infeksi jamur kelamin (genital candidiasis)

Tiga dari 4 wanita dewasa akan mendapatkan setidaknya satu infeksi jamur dalam masa hidup mereka. Hal ini terjadi ketika terdapat terlalu banyak jamur yang tumbuh di vagina. Infeksi jamur biasanya terjadi ketika terdapat perubahan keseimbangan di vagina. Hal ini dapat disebabkan oleh kehamilan, diabetes, penggunaaan obat-obatan tertentu, atau sistem kekebalan tubuh yang melemah. Terkadang, infeksi dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat hubungan seksual. Gejala yang muncul di antaranya adalah rasa gatal ekstrim di vagina, pembengkakan dan bercak kemerahan di vagina dan vulva, rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil, rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual, dan cairan atau lendir yang kental berwarna putih dari vagina. Sementara itu, seorang pria dengan infeksi jamur akan memiliki penis dengan ruam yang terasa gatal. Karena gejala infeksi jamur kelamin pada wanita mirip dengan infeksi bakteri lain dan penyakit seksual menular, sangat penting bagi Anda untuk menghubungi dokter dan berkonsultasi agar mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat. Dalam banyak kasus, obat dank rim antijamur dapat mengatasi infeksi tersebut.

  • Ruam popok akibat infeksi jamur

Meskipun ruam popok biasanya disebabkan karena tidak mengganti popok basah dan kotor dalam waktu yang lama, saat kulit bayi iritasi, infeksi dapat terjadi. Apabila ruam popok tidak hilang setelah beberapa lama, periksalah apakah pantat bayi merah atau terasa sensitif. Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan apakah ruam popok tersebut kandidiasis atau tidak.

Kandidiasis juga dapat bersifat invasif, terutama apabila masuk ke aliran darah (biasanya melalui alat-alat medis). Apabila hal tersebut terjadi, jamur Candida dapat bergerak menuju jantung, otak, darah, mata, dan tulang, yang mana dapat menyebabkan infeksi serius dan mengancam nyawa.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*