Berencana Hamil? Ini Tanda Awal Kehamilan yang Perlu Dikenali

Berencana Hamil? Ini Tanda Awal Kehamilan yang Perlu Dikenali

Banyak pasangan suami istri yang menantikan kehadiran buah hati. Terutama bagi pasangan yang bahkan mengikuti berbagai program kehamilan, mereka tentu akan menunggu-nunggu munculnya tanda awal kehamilan yang menjadi pertanda berakhirnya penantian akan keturunan yang didambakan. Mengenali tanda awal kehamilan merupakan permulaan dari proses panjang mengandung dan awal kehidupan baru sebagai orang tua.

Banyak orang yang menjadikan fenomena terlambat haid atau telat datang bulan sebagai salah satu tanda awal kehamilan. Namun, pada kenyataannya, gejala dan tanda seorang wanita mengandung dapat berbeda tiap individunya. Lalu, apa saja tanda awal kehamilan yang sejauh ini telah diketahui? Simak informasi selengkapnya berikut.

Tanda awal kehamilan yang penting untuk dikenali

  1. Mual dan muntah di pagi hari (morning sickness)

Beberapa wanita mengalami rasa mual bahkan muntah di pagi hari. Kondisi ini biasanya dikenal dengan morning sickness.

Seorang wanita mungkin mengalami morning sickness pada minggu ke-2 hingga ke-8 setelah pembuahan terjadi. Rasa mual ini dapat disertai dengan muntah maupun tidak. Terdapat juga kemungkinan, rasa mual dan muntah yang dialami tidak hanya terjadi di pagi hari, namun di waktu tertentu pula.

Beberapa wanita mengalami kondisi morning sickness pada trimester awal kehamilan, sedangkan beberapa wanita lainnya mengalami kondisi ini sepanjang masa kehamilan.

  1. Telat datang bulan

Salah satu tanda awal kehamilan yang umumnya dikenali, yaitu telat datang bulan. Siklus haid wanita secara normal berkisar pada 24-35 hari dengan rata-rata selama 28 hari. Jika wanita belum juga mengalami menstruasi di  sekitar siklus haid biasanya, terdapat kemungkinan bahwa telah terjadi pembuahan.

Ketika pembuahan terjadi, tubuh akan secara otomatis menghasilkan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (HGC). Hormon ini akan memberikan sinyal kepada ovarium agar berhenti mengeluarkan sel telur yang telah matang setiap bulannya. 

Di luar itu, ada juga peluang seorang wanita mengalami pendarahan ketika sedang mengandung. Kondisi ini tidak dikategorikan sebagai menstruasi, namun berpeluang sebagai tanda keguguran, kehamilan ektopik, pendarahan implantasi, maupun gangguan kehamilan lainnya.

  1. Perubahan payudara

Tanda awal kehamilan lainnya yang perlu Anda kenali, yaitu adanya perubahan pada kedua payudara Anda. Ketika terjadi pembuahan, hormon dalam tubuh juga akan mengalami perubahan pula, termasuk hormon di sekitar area payudara.

Beberapa wanita mengalami perubahan ukuran payudara menjadi lebih besar, adanya rasa gatal, maupun rasa sakit yang berlangsung hingga berminggu-minggu. Payudara juga akan terasa lebih lembut jika disentuh.

Selain itu, daerah di sekitar puting atau areola, cenderung berubah warna menjadi lebih gelap akibat adanya perubahan hormon seks estrogen dan progesteron. Oleh karena itu, beberapa wanita juga merasakan payudara menjadi lebih sensitif dari biasanya.

Perubahan kondisi payudara ini biasanya terjadi di minggu ke-4 dan ke-6 kehamilan. Sebagai alternatif untuk mengatasi rasa tidak nyaman, gunakanlah pakaian dalam khusus ibu hamil.

Jika Anda bertanya, kapan kira-kira tanda awal kehamilan muncul, maka jawabannya mungkin terletak pada hari terakhir menstruasi dan periode menstruasi terakhir yang Anda alami. Di sekitar periode itulah, umumnya minggu pertama kehamilan diduga, meski Anda belum benar-benar dinyatakan hamil. 

Seiring minggu berjalan, perubahan atau tanda awal kehamilannya akan menyusul, seperti tidak juga menstruasi, adanya perubahan payudara di minggu ke-4. Jika sudah begitu, Anda dapat melakukan pemeriksaan dengan alat tes kehamilan, lalu memeriksakan hasilnya ke dokter kandungan.

Read More

Amankah Jika Ibu Hamil Minum Soda?

Selama kehamilan, tentu seorang ibu akan sangat menjaga bayinya dengan sangat baik. Mulai dari asupan makanan, suplemen hingga melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membantu proses kehamilan dan persalinan.

Berkaitan dengan asupan makanan, minuman pun tentu harus mengonsumsi minuman yang menyehatkan, baik bagi ibu maupun janin yang berada di dalam kandungan. Lalu, bagaimana jika ibu hamil minum soda? Apakah minum soda selama kehamilan aman?

Minum soda selama kehamilan

Selama kehamilan, apapun yang Anda konsumsi akan berdampak langsung pada janin yang sedang dalam kandungan, termasuk makanan dan minuman. Jika Anda mengonsumsi minuman bersoda, Anda mungkin masih merasa ragu, apakah aman untuk kehamilan atau tidak.

Jadi, minuman ringan bersoda kaya akan kandungan kafein, dan kafein tidak aman untuk bayi Anda. Hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur dan masalah lain selama kehamilan. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa terlalu banyak minum minuman bersoda tidak akan sehat, baik bagi Anda maupun janin.

Akan tetapi mengonsumsi minuman bersoda selama kehamilan diperbolehkan. Selama, tidak dikonsumsi secara berlebihan dan sering. Jadi, jika Anda mengonsumsi sesekali atau ketika merasa ingin saja dan tidak banyak, maka hal tersebut diperbolehkan. Yang tidak boleh adalah mengonsumsi berlebihan dan dalam waktu yang rutin.

Namun, perlu Anda ingat juga, hal ini diperbolehkan jika Anda tidak dalam kondisi kesehatan tertentu. Ada baiknya untuk konsultasikan dengan dokter kandungan Anda terlebih dahulu, apakah Anda dalam kondisi boleh mengonsumsi soda atau tidak.

Berapa banyak soda yang bisa ibu hamil konsumsi?

Selama kehamilan aman untuk minum satu atau kurang dari satu porsi (1=330 ml) porsi  minuman bersoda atau diet coke per hari. Sebuah penelitian oleh American Collage of Obstetricians and Gynecologist mengatakan bahwa, seorang wanita hamil tidak boleh mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein per harinya. Satu porsi soda mengandung antara 32-42 mg kafein. Pasalnya, jika melebihi batas tersebut maka bisa berbahaya bagi janin, hal ini pun berlaku untuk kopi dan teh yang mengandung kafein.

Efek berbahaya dari minuman bersoda selama kehamilan

Minuman bersoda atau berkarbonasi mengandung terlalu banyak gula ddan memiliki nutrisi yang sedikit, jadi Anda harus menghindari dan mengonsumsinya seminimal mungkin.

  1. Kafein

Satu-satunya mengapa Anda harus menghindari minuman bersoda selama kehamilan adalah karena mengandung kafein. American Pregnancy Association mengungkapkan bawah wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein dapat menyebabkan keguguran. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk membatasi asupannya. Kafein pun dapat membuat Anda kurang tidur, serta mengurangi kadar kalsium dalam tubuh, karena kalsium penting dalam membantun tulang dan gigi bayi.

  • Mengandung pewarna dan pemanis buatan

Meskipun sebagian kecil bahan buatan tidak berbahaya bagi bayi, namun sebuah penelitian mengatakan bahwa minuman bersoda dalam jumlah besar memiliki pewarna dan perasa buatan yang tidak dianjurkan. Juga ada sakarin (pemanis buatan) dalam beberapa minuman bersoda yang dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.

  • Nol gizi dan kalori tidak sehat

Minuman bersoda sedikit sekali nutrisi, jadi jika si ibu minum minuman bersoda tidak akan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan ibu hamil. Singkatnya, minuman bersoda tidak akan memberikan vitamin atau mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda.

  • Pemicu mulas

Minuman bersoda selama ini dapat menyebabkan jantung terasa terbakar atau lebih buruk lagi. Penelitian mengatakan selama trimester ketiga, kehadiran kafein dalam minuman bersoda dapat menyebabkan mulas yang lebih buruk. Selain itu, dapat menimbulkan sensasi terbakar di seluruh area dada atau tepat di bawah tenggorokan setelah beberapa menit mengonsumsi.

Selain beberapa hal di atas, ibu hamil minum soda dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya sebagai berikut:

  • Hilangnya kalsium dari tulang karena minuman bersoda dan asam fosfat
  • Peningkatan tekanan darah karena adanya natrium dalam air bersoda
  • Dapat menyebabkan cacat lahir seperti cacat bawaan
  • Konsumsi gula dan pemanis buatan yang berlebihan dapat menyebabkan bayi mengalami obesitas
  • Dapat menyebabkan keguguran

Minuman yang harus dihindari salama kehamilan

  • Alkohol. Hindari alkohol sama sekali, karena tidak ada kadar alkohol yang aman untuk ibu hamil
  • Jus yang dipasteurisasi. Hal ini karena jus tersebut menampung bakteri penyebab penyakit

Minuman yang harus dibatasi asupannya:

  • Minuman berkafein. Para ahli setuju bahwa tidak masalah mengonsumsi hingga 200 mg kafein per hari selama kehamilan, itu sama dengan 12 ons kopi yang diseduh.
  • Soda. Dibatasi dengan syarat rendah gula dan kalori, karena ada beberapa bukti bahwa soda diet dapat meningkatkan kemungkinan bayi Anda mengalami kelebihan berat badan di kemudian hari
  • Jus. Tidak masalah jika jus yang dibuat 100% buah asli, tanpa gula tambahan

Jadi, ibu hamil minum soda memang diperbolehkan, tetapi dalam batas yang telah disepakati oleh para ahli. Namun, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan hal tersebut.

Read More