Bagaimana Etika Pengambilan Foto Pasien di Rumah Sakit?

Kini telah banyak tanda larangan yang dipasang di sejumlah rumah sakit berisikan ‘dilarang mengambil gambar berupa foto ataupun video di area rumah sakit’. Mengapa demikian? Hal tersebut untuk memperjelas bahwa pengambilan foto di rumah sakit tidak bisa sembarangan dan dapat menyebabkan Anda berurusan dengan hukum jika sembarangan menyebarluaskannya. Untuk pengambilan foto di rumah sakit sendiri, sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang. Akan tetapi terdapat etika khusus untuk pengambilan foto di rumah sakit. 

foto pasien

Peraturan tentang pengambilan foto

Terdapat peraturan pemerintah yang menekankan mengenai pengambilan foto pasien di rumah sakit. Peraturan tersebut tercantum dalam undang-undang serta peraturan Menteri Kesehatan (Menkes). Hal tersebut berarti, Anda dapat dijerat dengan pasal yang jelas mengandung kekuatan hukum apabila mengambil foto di rumah sakit secara sembarangan. Beberapa peraturan pemerintah tersebut di antaranya yaitu:

  1. Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Rumah Sakit
  2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) 
  3. Paturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien 

Etika pengambilan foto atau video 

Hal utama yang perlu dipahami mengenai pengambilan foto terutama foto orang lain adalah privasi. Sebenarnya, hak mengenai privasi bukan hanya harus diterapkan di rumah sakit, namun juga di tempat lain. Tidak semua orang berkenan untuk diambil gambarnya untuk disebarluaskan apalagi digunakan untuk kepentingan komersil. Oleh karena itu, Anda harus memahami mengenai etika pengambilan foto seperti berukut ini. 

  1. Meminta izin pasien dan keluarganya 

Apabila Anda akan mengambil foto orang lain, Anda perlu meminta izin terlebih dahulu. Jangan sampai Anda melanggar privasi orang lain dengan asal memotret hanya karena merasa ada momen penting. Izin dari pasien dan keluarganya harus didapatkan sebelum Anda mengambil foto mereka. 

  1. Meminta izin dokter yang bersangkutan 

Anda bisa meminta izin dokter yang bersangkutan jika merasa perlu mengambil foto. Misalkan, setelah istri melahirkan dan sedang menggendong anak pertama Anda. Momen terkadang tidak bisa diulang dan beberapa orang ingin mengabadikannya dalam sebuah foto. Mintalah izin untuk memfoto momen tersebut pada dokter yang bersangkutan. Akan tetapi, pastikan Anda hanya mengambil foto seperlunya saja dan tidak berlebihan. 

  1. Meminta izin rumah sakit

Agar dipastikan bahwa hal yang Anda lakukan memang legal, sebaiknya Anda meminta izin pada pihak rumah sakit sebelum melakukan pemotretan. Hal ini sangat penting sebab jika di kemudian hari Anda dituntut, Anda memiliki bukti resmi tentang izin mengambil gambar dan penggunaannya. 

  1. Tidak mengganggu proses penanganan medis 

Rumah sakit adalah tempat yang dituju oleh orang-orang untuk mencari kesembuhan atas penyakit mereka. Jika Anda melakukan pengambilan foto di rumah sakit, pastikan Anda tidak mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung, baik itu berupa operasi, kegiatan administrasi, maupun di bagian farmasi. 

  1. Tidak membuat gaduh dan berisik 

Ketika mengambil foto, Anda harus sebisa mungkin tidak membuat gaduh. Matikan suara pada kamera. Pastikan juga Anda tidak menggunakan lampu flash sebab hal tersebut dapat sangat mengganggu. 

Untuk keperluan khusus pekerjaan dan penelitian seperti pers, Anda dapat mengajukan izin resmi pemotretan terlebih dahulu. Izin berupa lampiran tertulis biasanya dikirimkan kepada kepala rumah sakit bersangkutan. Beberapa yang tercantum dalam surat izin tersebut adalah hari dan tanggal pemotretan, estimasi waktu yang dibutuhkan, tujuan pemotretan, serta jumlah fotografer yang akan memotret. Tanpa izin dari rumah sakit yang bersangkutan, pemotretan resmi dari pihak tertentu seperti pers dapat digolongkan sebagai ilegal serta bisa dituntut di kemudian hari. 

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*