3 Manfaat Cuci Muka dengan Madu

3 Manfaat Cuci Muka dengan Madu, Tertarik Coba?

Madu adalah bahan makanan yang tidak asing lagi bagi kita semua. Madu merupakan zat sekresi lebah yang diproduksi melalui aktivitas enzim, materi tanaman, dan bakteri hidup untuk memberikan banyak manfaat, termasuk untuk kesehatan dan kebersihan kulit wajah Anda. Wah, apa saja sih manfaat cuci muka dengan madu? Bagaimana pula cara mengaplikasikan madu ke wajah? Yuk, cari tahu di sini!

Manfaat cuci muka dengan madu

Madu sangat cocok untuk Anda yang memiliki masalah kulit berjerawat atau autoimun, seperti eksim atau psoriasis. Manfaat cuci muka dengan madu antara lain membantu menyeimbangkan bakteri di kulit, mempercepat proses regenerasi sel-sel kulit, serta sebagai eksfoliator alami. Dengan mengoleskan madu ke kulit wajah Anda, dapat mengontrol pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, menghilangkan kulit kering dan kusam, serta menampakkan lapisan sel-sel kulit baru di bawahnya.

  1. Mengatasi jerawat, psoriasis, dan eksim

Madu dapat Anda gunakan untuk kondisi kulit kronis saat cuci muka atau dengan masker wajah yang didiamkan selama beberapa menit. Hal terpenting adalah gunakanlah madu yang tidak dipasteurisasi, seperti madu manuka. 

Madu yang digunakan harus tetap mengandung bakteri sehat, agar bekerja efektif di kulit wajah Anda. Ini akan mengaktifkan sistem kekebalan, membantu mengurangi peradangan dan kemerahan, serta menyamarkan noda-noda hitam.

  1. Membersihkan dan mencerahkan kulit wajah

Hingga saat ini, para ahli belum dapat menyimpulkan secara langsung hubungan antara penggunaan madu dengan mencerahkan bintik-bintik gelap di wajah. Namun, madu memiliki khasiat pengelupasan (eksfoliator). 

Maka dari itu, salah satu manfaat cuci muka dengan madu adalah menghilangkan sel-sel kulit mati yang membuat kulit wajah terlihat kusam. Alhasil, kulit wajah pun jadi lebih bersih dan cerah.

  1. Menghilangkan bekas luka atau jerawat

Madu membantu proses penyembuhan luka, termasuk membantu memudarkan bekas jerawat. Efek antibakteri dan regenerasi sel-sel kulit dapat merawat noda bekas jerawat dan mencegah jerawat datang lagi.

Cara mencuci muka dengan madu

Anda dapat mengaplikasikan madu setelah cuci muka dengan sabun dan air bersih. Berikut caranya:

  1. Bersihkan wajah dengan sabun lembut dan air yang bersih.
  2. Keringkan wajah Anda dengan kain lembut dan bersih.
  3. Oleskan madu ke wajah Anda, pastikan noda-noda hitam atau jerawat Anda tertutupi dengan madu. 
  4. Jika tidak ingin madu terlalu lengket, Anda bisa mengencerkan madu dengan menambahkan sedikit air agar lebih encer dan mudah dibersihkan.
  5. Diamkan sekitar 10 – 15 menit, lalu bilas dengan air bersih.
  6. Rutinkan setidaknya selama 7 hari untuk melihat bekas jerawat dan noda-noda hitam Anda menghilang.

Adakah efek samping mengoleskan madu di wajah?

Umumnya, madu tidak menyebabkan reaksi alergi pada kebanyakan orang. Namun, Anda tetap harus berhati-hati menggunakan jika Anda memiliki alergi pada bahan-bahan ini:

  • Serbuk sari.
  • Seledri.
  • Racun lebah.

Jika Anda tidak mengetahui apakah kulit Anda alergi terhadap madu, cobalah oleskan sedikit saja pada area kecil di kulit Anda. Pastikan pula untuk membersihkan madu dari wajah Anda sebelum tidur, sebab madu yang tertinggal di wajah dapat menarik debu dan kotoran lainnya. Bukannya membasmi, justru dapat memperparah jerawat Anda. Jadi, jangan sampai lupa dibersihkan, ya!

Setelah mengetahui 3 manfaat cuci muka dengan madu ini, tidak diragukan lagi jika Anda ingin segera mencobanya. Namun, ingatlah bahwa madu yang dianjurkan di sini adalah madu murni. Jadi, pastikan kalau madu yang Anda gunakan adalah madu murni. Jika Anda ternyata memiliki alergi terhadap madu, maka hindari penggunaannya, ya. Selamat mencoba!

Read More
Berencana Hamil? Ini Tanda Awal Kehamilan yang Perlu Dikenali

Berencana Hamil? Ini Tanda Awal Kehamilan yang Perlu Dikenali

Banyak pasangan suami istri yang menantikan kehadiran buah hati. Terutama bagi pasangan yang bahkan mengikuti berbagai program kehamilan, mereka tentu akan menunggu-nunggu munculnya tanda awal kehamilan yang menjadi pertanda berakhirnya penantian akan keturunan yang didambakan. Mengenali tanda awal kehamilan merupakan permulaan dari proses panjang mengandung dan awal kehidupan baru sebagai orang tua.

Banyak orang yang menjadikan fenomena terlambat haid atau telat datang bulan sebagai salah satu tanda awal kehamilan. Namun, pada kenyataannya, gejala dan tanda seorang wanita mengandung dapat berbeda tiap individunya. Lalu, apa saja tanda awal kehamilan yang sejauh ini telah diketahui? Simak informasi selengkapnya berikut.

Tanda awal kehamilan yang penting untuk dikenali

  1. Mual dan muntah di pagi hari (morning sickness)

Beberapa wanita mengalami rasa mual bahkan muntah di pagi hari. Kondisi ini biasanya dikenal dengan morning sickness.

Seorang wanita mungkin mengalami morning sickness pada minggu ke-2 hingga ke-8 setelah pembuahan terjadi. Rasa mual ini dapat disertai dengan muntah maupun tidak. Terdapat juga kemungkinan, rasa mual dan muntah yang dialami tidak hanya terjadi di pagi hari, namun di waktu tertentu pula.

Beberapa wanita mengalami kondisi morning sickness pada trimester awal kehamilan, sedangkan beberapa wanita lainnya mengalami kondisi ini sepanjang masa kehamilan.

  1. Telat datang bulan

Salah satu tanda awal kehamilan yang umumnya dikenali, yaitu telat datang bulan. Siklus haid wanita secara normal berkisar pada 24-35 hari dengan rata-rata selama 28 hari. Jika wanita belum juga mengalami menstruasi di  sekitar siklus haid biasanya, terdapat kemungkinan bahwa telah terjadi pembuahan.

Ketika pembuahan terjadi, tubuh akan secara otomatis menghasilkan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (HGC). Hormon ini akan memberikan sinyal kepada ovarium agar berhenti mengeluarkan sel telur yang telah matang setiap bulannya. 

Di luar itu, ada juga peluang seorang wanita mengalami pendarahan ketika sedang mengandung. Kondisi ini tidak dikategorikan sebagai menstruasi, namun berpeluang sebagai tanda keguguran, kehamilan ektopik, pendarahan implantasi, maupun gangguan kehamilan lainnya.

  1. Perubahan payudara

Tanda awal kehamilan lainnya yang perlu Anda kenali, yaitu adanya perubahan pada kedua payudara Anda. Ketika terjadi pembuahan, hormon dalam tubuh juga akan mengalami perubahan pula, termasuk hormon di sekitar area payudara.

Beberapa wanita mengalami perubahan ukuran payudara menjadi lebih besar, adanya rasa gatal, maupun rasa sakit yang berlangsung hingga berminggu-minggu. Payudara juga akan terasa lebih lembut jika disentuh.

Selain itu, daerah di sekitar puting atau areola, cenderung berubah warna menjadi lebih gelap akibat adanya perubahan hormon seks estrogen dan progesteron. Oleh karena itu, beberapa wanita juga merasakan payudara menjadi lebih sensitif dari biasanya.

Perubahan kondisi payudara ini biasanya terjadi di minggu ke-4 dan ke-6 kehamilan. Sebagai alternatif untuk mengatasi rasa tidak nyaman, gunakanlah pakaian dalam khusus ibu hamil.

Jika Anda bertanya, kapan kira-kira tanda awal kehamilan muncul, maka jawabannya mungkin terletak pada hari terakhir menstruasi dan periode menstruasi terakhir yang Anda alami. Di sekitar periode itulah, umumnya minggu pertama kehamilan diduga, meski Anda belum benar-benar dinyatakan hamil. 

Seiring minggu berjalan, perubahan atau tanda awal kehamilannya akan menyusul, seperti tidak juga menstruasi, adanya perubahan payudara di minggu ke-4. Jika sudah begitu, Anda dapat melakukan pemeriksaan dengan alat tes kehamilan, lalu memeriksakan hasilnya ke dokter kandungan.

Read More

Cara Mudah Meredakan Batuk Berdarah dengan Pengobatan Rumahan

Batuk berdarah tidak boleh dianggap remeh, pasalnya batuk berdarah merupakan indikasi dari penyakit yang serius. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena batuk berdarah. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti gaya hidup yang tidak sehat hingga adanya gangguan kesehatan yang berhubungan dengan bagian paru-paru misalnya, infeksi paru, TBC, kanker paru-paru, edema, hingga bronkitis.

Penyakit batuk berdarah harus segera diketahui penyebabnya dan juga mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Pengobatan yang tepat dilakukan untuk menyembuhkan batuk berdarah bergantung dari penyebabnya. Apa pun penyebabnya, Anda masih bisa mengobati batuk berdarah di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.

Cara ini banyak disukai lantaran bisa meredakan batuk berdarah secara ampuh tanpa efek samping berbahaya. Berikut ini beberapa bahan-bahan alami atau herbal yang dapat Anda gunakan untuk mengobati batuk berdarah:

Daun peppermint. Daun peppermint memiliki khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Mentol yang terkandung dalam peppermint dapat menenangkan tenggorokan dan membantu memecah lendir, sehingga dapat meredakan batuk. Anda disarankan untuk mengonsumsi teh peppermint atau menghirup uap peppermint.

Untuk membuat uap peppermint, Anda tinggal menambahkan 3-4 tetes minyak peppermint ke dalam 150 mililiter air panas. Selanjutnya, dekatkan kepala Anda pada air panas tersebut. Tutup seluruh kepala Anda dengan handuk, biarkan Anda menghirup uap peppermint tersebut.

Madu. Madu yang asli dan murni akan sangat membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Madu juga sangat berperan dalam kesembuhan penyakit batuk, baik itu batuk kering, basah, hingga batuk berdarah. Sifat antibakterinya bisa Anda manfaatkan dan akan mempercepat pemulihan kondisi Anda.

Jahe. Cara lain menghangatkan tubuh dari dalam yaitu dengan mengonsumsi jahe. Anda bisa meminum jus atau sari jahe dengan campuran berbagai bahan lain. Namun, sesendok teh madu murni lebih direkomendasikan.

Air putih. Tak dapat diragukan lagi manfaat dari air putih. Apabila batuk berdarah ini disebabkan oleh gangguan kesehatan paru-paru, ini pertanda bahwa pada paru-paru kemungkin ada cairan lendir kental.

Di sini fungsi air putih dibutuhkan untuk mendegradasi cairan lendir kental tersebut. Minumlah 8 sampai 12 gelas air setiap harinya supaya tubuh senantiasa terhidrasi dan membebaskan paru-paru dari lendir kental.

Susu hangat. Susu dengan kandungan kalsiumnya sering menjadi solusi bagi yang ingin memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis. Tak hanya itu, segelas susu hangat juga dapat menjadi obat manjur bagi Anda yang mengalami masalah batuk berdarah. Konsumsilah susu sebanyak 2 kali dalam sehari, karena ini akan ampuh meredakan kekeringan serta iritasi pada saluran pernapasan dan tenggorokan Anda.

Noni juice. Noni juice memiliki antioksidan dan anti-inflamasi dalam tingkat tinggi sehingga dapat membantu tubuh mengatasi masalah kesehatan penyebab batuk berdarah. Umumnya penyebabnya adalah batuk kronis atau adanya infeksi di dada.

Tubuh Anda dilengkapi dengan sistem imun yang dapat mengatasi batuk kronis dan infeksi, kemudian memulihkan diri sendiri. Noni juice akan mendukung fungsi sistem imun tersebut sehingga dapat mengurangi gejala batuk berdarah serta mempercepat masa pemulihan.

Jika Anda sedang mengalami batuk berdarah, Anda dapat menggunakan bahan–bahan alami tersebut untuk mengobatinya. Kabar baik lainnya adalah, bahan-bahan tersebut sangat mudah dijumpai di sekitar kita dan harganya juga sangat terjangkau.

Perlu diperhatikan jika setelah mengonsumsi bahan–bahan tersebut kondisi kesehatan Anda lantaran batuk berdarah tak kunjung mereda, segeralah mencari bantuan dokter atau tenaga medis lain. Waspadai segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Read More
Beberapa Kondisi Dapat Menyebabkan Pusing Setelah Makan

Beberapa Kondisi Dapat Menyebabkan Pusing Setelah Makan

Makan biasanya membantu mengurangi pusing dengan meningkatkan gula darah. Jadi, ketika Anda merasa pusing setelah makan atau ngemil, gejalanya bisa membingungkan.

Banyak orang mengalami pusing sebelum makan. Glukosa darah yang rendah bisa membuat seseorang merasa pusing atau kelelahan, apalagi jika sudah lama sekali sejak terakhir kali makan. Pusing setelah makan jarang terjadi, tetapi bisa juga terjadi.

Beberapa kondisi dan penyebab yang berbeda berpotensi menyebabkan pusing setelah makan. Terkadang, Anda mungkin berdiri terlalu cepat setelah duduk lama. Perubahan volume cairan dan aliran darah yang tiba-tiba ini dapat menyebabkan pusing sementara.

Beberapa kondisi medis dan sensitivitas makanan dapat memicu pusing setelah makan. Berikut beberapa kondisi yang menyebabkan pusing setelah makan:

  • Hipotensi postprandial

Hipotensi postprandial adalah suatu kondisi yang terjadi setelah makan. Ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke perut dan usus, yang membuat aliran darah menjauh dari bagian tubuh lainnya.

  • Hipoglikemia nondiabetes

Hipoglikemia nondiabetes adalah kondisi langka yang dapat menyebabkan pusing setelah makan karena penurunan gula darah secara tiba-tiba. Seseorang dengan hipoglikemia nondiabetes dapat mengalami hipoglikemia reaktif, di mana gula darah turun alih-alih meningkat setelah makan.

  • Pemicu diet

Terkadang sesuatu yang Anda makan dapat memicu suatu kondisi (sementara atau kronis) yang membuat Anda merasa pusing setelah memakannya. Misalnya, makan makanan tertentu telah dikaitkan dengan migrain, salah satu gejalanya adalah pusing.

Perawatan untuk pusing setelah makan biasanya tergantung pada penyebab yang mendasarinya. 

Jika pusing Anda akibat setelah makan makanan tertentu atau alergi makanan, sebaiknya hindari makanan tersebut. Jika Anda tidak yakin makanan mana yang menyebabkan pusing, bicarakan dengan dokter Anda tentang diet eliminasi untuk menentukan penyebab pasti yang mendasarinya.

Read More

Bagaimana Etika Pengambilan Foto Pasien di Rumah Sakit?

Kini telah banyak tanda larangan yang dipasang di sejumlah rumah sakit berisikan ‘dilarang mengambil gambar berupa foto ataupun video di area rumah sakit’. Mengapa demikian? Hal tersebut untuk memperjelas bahwa pengambilan foto di rumah sakit tidak bisa sembarangan dan dapat menyebabkan Anda berurusan dengan hukum jika sembarangan menyebarluaskannya. Untuk pengambilan foto di rumah sakit sendiri, sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang. Akan tetapi terdapat etika khusus untuk pengambilan foto di rumah sakit. 

foto pasien

Peraturan tentang pengambilan foto

Terdapat peraturan pemerintah yang menekankan mengenai pengambilan foto pasien di rumah sakit. Peraturan tersebut tercantum dalam undang-undang serta peraturan Menteri Kesehatan (Menkes). Hal tersebut berarti, Anda dapat dijerat dengan pasal yang jelas mengandung kekuatan hukum apabila mengambil foto di rumah sakit secara sembarangan. Beberapa peraturan pemerintah tersebut di antaranya yaitu:

  1. Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Rumah Sakit
  2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) 
  3. Paturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien 

Etika pengambilan foto atau video 

Hal utama yang perlu dipahami mengenai pengambilan foto terutama foto orang lain adalah privasi. Sebenarnya, hak mengenai privasi bukan hanya harus diterapkan di rumah sakit, namun juga di tempat lain. Tidak semua orang berkenan untuk diambil gambarnya untuk disebarluaskan apalagi digunakan untuk kepentingan komersil. Oleh karena itu, Anda harus memahami mengenai etika pengambilan foto seperti berukut ini. 

  1. Meminta izin pasien dan keluarganya 

Apabila Anda akan mengambil foto orang lain, Anda perlu meminta izin terlebih dahulu. Jangan sampai Anda melanggar privasi orang lain dengan asal memotret hanya karena merasa ada momen penting. Izin dari pasien dan keluarganya harus didapatkan sebelum Anda mengambil foto mereka. 

  1. Meminta izin dokter yang bersangkutan 

Anda bisa meminta izin dokter yang bersangkutan jika merasa perlu mengambil foto. Misalkan, setelah istri melahirkan dan sedang menggendong anak pertama Anda. Momen terkadang tidak bisa diulang dan beberapa orang ingin mengabadikannya dalam sebuah foto. Mintalah izin untuk memfoto momen tersebut pada dokter yang bersangkutan. Akan tetapi, pastikan Anda hanya mengambil foto seperlunya saja dan tidak berlebihan. 

  1. Meminta izin rumah sakit

Agar dipastikan bahwa hal yang Anda lakukan memang legal, sebaiknya Anda meminta izin pada pihak rumah sakit sebelum melakukan pemotretan. Hal ini sangat penting sebab jika di kemudian hari Anda dituntut, Anda memiliki bukti resmi tentang izin mengambil gambar dan penggunaannya. 

  1. Tidak mengganggu proses penanganan medis 

Rumah sakit adalah tempat yang dituju oleh orang-orang untuk mencari kesembuhan atas penyakit mereka. Jika Anda melakukan pengambilan foto di rumah sakit, pastikan Anda tidak mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung, baik itu berupa operasi, kegiatan administrasi, maupun di bagian farmasi. 

  1. Tidak membuat gaduh dan berisik 

Ketika mengambil foto, Anda harus sebisa mungkin tidak membuat gaduh. Matikan suara pada kamera. Pastikan juga Anda tidak menggunakan lampu flash sebab hal tersebut dapat sangat mengganggu. 

Untuk keperluan khusus pekerjaan dan penelitian seperti pers, Anda dapat mengajukan izin resmi pemotretan terlebih dahulu. Izin berupa lampiran tertulis biasanya dikirimkan kepada kepala rumah sakit bersangkutan. Beberapa yang tercantum dalam surat izin tersebut adalah hari dan tanggal pemotretan, estimasi waktu yang dibutuhkan, tujuan pemotretan, serta jumlah fotografer yang akan memotret. Tanpa izin dari rumah sakit yang bersangkutan, pemotretan resmi dari pihak tertentu seperti pers dapat digolongkan sebagai ilegal serta bisa dituntut di kemudian hari. 

Read More