Kombinasi Produk Obat untuk Obati Kaki Pecah-pecah

Perasaan tak nyaman pasti dirasakan banyak orang jika tumit kaki mengalami pecah-pecah, selain tak enak dipandang. Biasanya orang dengan kondisi tumit kaki yang pecah-pecah akan merasa perih ketika kaki menapak ke permukaan lantai atau sedang berjalan. Tentu sangat mengganggu dan salah satu cara mengatasi kondisi ini adalah menggunakan obat kaki pecah-pecah.

obat kaki pecah-pecah

Dalam mengatasi kondisi ini sebenarnya tidak sulit, yang dibutuhkan hanyalah sikap rajin, disiplin dan telaten dalam mengobatinya. Seperti misalnya ketika menggunakan obat oles, penderita harus mengoleskan obat tersebut secara teratur dan sesuai anjuran. Terlebih tumit memang menjadi salah satu bagian yang sering bersentuhan dengan lantai dan alas kaki.

Produk Obat Kaki Pecah-pecah

  1. Cracked Heels Kream dan Exfoliating Brush

Terdapat banyak jenis krim khusus yang digunakan untuk kulit tumit dan kaki yang kering, misalnya Kanna, Pandansari, Ellgy ata Dermafot. Beberapa produk yang juga sudah diformulasikan untukmengobati cracked heels atau tumit pecah-pecah.

Cara menggunakannya juga mudah untuk krim khusus cracked heels, oleskan krim kemudian diamkan selama berjam-jam. Setelah itu, sikat tumit yang sudah terasa lunak dengan menggunakan exfoliating brush atau loofah, bisa juga menggunakan batu kali dengan pinggiran tidak terlalu kasar.

  • Krim Multi Fungsi dan Kaus Kaki

Beberapa jenis krim multi-fungsi seperti Vaseline Petroleum Jelly, Nivea Creme, Viva Skin Food, Oriflame Tender Care dan Nature Republic Aloe Vera. Produk ini bisa difungsikan sebagai pelembap tumit yang pecah-pecah.

Cara yang harus dilakukan juga tidak sulit, cukup dengan oleskan krim atau pelembap tebal-tebal pada tumit yang bermasalah. Kemudian, gunakan kaus kaki yang tebal, setelah itu dalam keadaan seperti ini bisa digunakan untuk beraktivitas seharian dan biarkan krim menghaluskan kaki sampai esok hari.

  • Getah Pepaya dan Pelembap Ringan

Perlu diketahui jika getah pepaya merupakan salah satu pelembut kulit alami yang dipercaya ampuh oleh para orang tua. Karena diketahui terdapat enzim papain di dalamnya yang sangat bagus untuk mengangkat kulit mati dan melembapkannya.

Cara untuk mendapatkan manfaat daun pepaya terhadap pengobatan kaki pecah-pecah juga termasuk mudah. Ambil batang pepaya segar, patahkan dambil getah yang berwarna putih lalu dioleskan pada tumit pecah-pecah kaki.

Setelah itu diamkan selama setengah jam, kemudian bilas kaki dengan air dingin hingga bersih dan oleskan losion. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan getah pepaya terlalu lama karena jika demikian sangat berpotensi menyebabkan iritasi.

  • Nanas Parut, Gula Pasir dan Madu

Daging buah nanas adalah sumber dari enzim bromelain yang memiliki fungsi sama dengan getah pepaya. Namun tidak sendiri, daging buah nanas nantinya akan dikombinasikan dengan gula pasir dan madu, dua bahan yang kaya akan humektan.

Caranya pun terbilang mudah, yakni kupas kulit nanas dan singkirkan matanya lalu parut, campurkan satu sendok makan gula pasir dan satu sendok teh madu. Setelah itu oleskan tebal-tebal pada kulit tumit pecah-pecah, kemudian diamkan selama satu jam.

Jika sudah lewat setengah jam, gosok campuran yang tadi dengan gerakan melingkar hingga bersih dan yang terakhir adalah bilas menggunakan air dingin serta keringkan dengan menggunakan handuk.

  • Alpukat, Pisang dan Kantung Plastik

Obat kaki pecah-pecah kombinasi bahan selanjutnya adalah menggunakan alpukat, pisang dan kantung plastik. Caranya, iris setengah buah alpukat dan pisang, kemudian lembutkan hingga menyerupai pasta. Lalu, oleskan pasta alpukat dan pisang ke bagian tumit yang pecah-pecah.

Tak sampai disitu, bungkus kaki yang telah diolesi campuran bahan tadi menggunakan kantung plastik atau juga bisa plastic wrap. Diamkan selama 30 menit, jika sudah basuh hingga bersih dan keringkan dengan handuk.

Read More

Benarkah Manfaat Masker Alpukat Baik Bagi Kesehatan Kulit?

Manfaat buah alpukat memang tidak perlu diragukan lagi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa alpukat memiliki banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan kita. Buah ini memiliki lemak sehat dan sedikit serat, serta antioksidan dan mineral yang penting untuk tubuh.

Namun, apakah benar manfaat masker alpukat bisa untuk kesehatan kulilt Anda? Jadi selain rasanya yang enak dan kaya nutrisi untuk tubuh, alpukat pun memiliki manfaat bagi kesehatan kulit Anda, salah satunya masker wajah alpukat. Yuk, kita lihat apa saja manfaat masker alpukat untuk kulit wajah.

Manfaat masker alpukat bagi kulit

Alpukat tidak hanya tinggi lemak sehat, tetapi juga menjadi sumber vitamin C dan E yang sangat baik untuk kulit, kedua vitamin tersebut berperan penting dalam kesehatan dan vitalitas Anda.

  • Meningkatkan elastisitas kulit

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 terhadap lebih dari 700 wanita memiliki hubungan antara kondisi kulit dan asupan lemak dan zat gizi antioksidan. Dengan menggunakan masker alpukat dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit dan mengurangi munculnya kerutan. Hal ini karena alpukat mengandung asupan lemak yang tinggi, terutama lemak tak jenuh tunggal yang sehat.

  • Meminimalkan jerawat

Apakah kulit wajah Anda rentan terhadap jerawat? Nah, dengan menggunakan masker alpukat, Anda dapat membersihkan wajah dengan minyak alpukat yang berfungsi untuk mengurangi munculnya jerawat. Hal ini karena sifat antimikroba yang terdapat pada alpukat.

Selain itu,  alpukat pun menunjukkan bahwa menggunakan minyak alpukat sebagai pembersih yang dapat membantu kulit Anda menjadi lebih kenyal dan lembab.

  • Meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan

Manfaat masker alpukat lainnya adalah dapat menignkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. Selain menggunakan untuk wajah, Anda pun dapat menggunakan minyak alpukat pada bagian tubuh lain kulit Anda.

Minyak alpukat yang diperas memiliki banyak antioksidan, sterol nabati, omega-9. Mineral, dan vitamin, termasuk vitamin C dan E. berbagai nutrisi tersebut dapat membantu meningkatkan produksi kolagen, meredakan peradangan, dan menghilangkan kulit yang usdah tua.

Cara menggunakan alpukat sebagai masker

Bahan:

  • 1 sendok teh minyak kelapa
  • ½ buah alpukat matang yang telah dikupas
  • 1 sendik teh madu
  • 1 sendok teh air

Cara membuat:

  • Taruh minyak kelapa, alpukat, madu, dan air dalam mangkuk
  • Lalu haluskan semua bahan menjadi sebuah pasta, bisa dikocok ataupun menggunakan blender
  • Setelah semua teraduk, gunakan segera setelah dibuat
  • Namun sebelum menggunakan, disarankan untuk menghangatkan kulit wajah Anda dengan menggunakan handuk hangat selama 20 detik, yang berfungsi untuk membuka pori-pori Anda
  • Oleskan masker ke wajah Anda menggunakan kari atau kuas, hindari daerah mata
  • Biaran selama 15 menit dan bilas dengan air hangat
  • Tepuk-tepuk wajah Anda hingga kering

Adakah efek samping masker alpukat?

Jiak sebelumnya dan belum pernah menggunakan masker alpukat, ada baiknya untuk melakukan uji sampel terlebih dahulu sebelum langsung terkena wajah.

Caranya adalah dengan mengoleskan masker alpukat pada pergelangan tangan Anda. Jika Anda sensitif terhadap alpukat, Anda akan merasakan gatal, kemerahan, bengkak, atau terbakar dalam beberapa jam. Sebaliknya, jika Anda tidak memiliki reaksi apapun, kemungkinan besar masker wajah aman untuk Anda gunakan.

Masfaat masker alpukat memang telah terbukti ampuh untuk beberapa masalah kulit karena alpukat sendiri mengandung lemak sehat, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya. Selain berguna bagi kesehatan wajah, alpukat pun baik untuk kesehatan tubuh lainnya. Jadi, Anda dapat memasukkan alpukat dalam asupan makanan Anda sehari-hari.

Read More

Mengenal Polip Kolorektal, Penyakit Usus Karena Obesitas

Polip kolorektal tumbuh pada bagian usus

Istilah polip kolorektal merupakan masalah yang ada di bagian usus. Yaitu tumbuhnya jaringan bertangkai di dinding usus dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga besar. Jika ukuran polip kolorektal semakin besar, kemungkinan akan berkembang menjadi kanker.

Kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun dan baru akan terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan kanker usus rutin. Namun, jika pertumbuhan polip kolorektal yang mengarah ke usus besar, dokter akan mengambil tindakan medis agar mencegah terjadinya kondisi yang semakin parah.

Penyakit polip kolorektal ini sebenarnya umum terjadi dan muncul pada orang yang berusia berapa saja. Akan tetapi, penyakit ini umumnya dialami oleh orang lanjut usia atau 50 tahun ke atas yang memiliki obesitas jangka panjang.

Jenis-jenis Polip Kolorektal

Sebelum membahas gejala dan penyebabnya, ada baiknya untuk tahu apa beragam jenis polip kolorektal yang bervariasi. Di usus, ada tiga jenis polip kolorektal, yaitu:

  • Polip Hiperplastik

Jenis polip kolorektal yang satu ini cenderungnya tidak berbahaya karena tidak ada risiko akan berkembang menjadi kanker.

  • Polip Adenomatous

Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Umumnya polip adenomatous ini tidak berkembang menjadi kanker, namun potensi memicu kanker usus tetap ada. 

  • Polip Ganas

Sesuai namanya, jenis polip kolorektal ini sudah mengandung sel kanker di dalamnya dan baru diketahui setelah melakukan pemeriksaan mikroskopik.

Gejala Seseorang Mengalami Polip Kolorektal

Pada beberapa kasus, ada kemungkinan polip kolorektal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, ada juga gejala yang muncul mengindikasi seseorang mengalami masalah ini.

  • Nyeri di perut
  • Muncul darah ketika buang air besar. Ini mengindikasikan terjadinya pendarahan usus
  • Terasa konstipasi atau diare yang biasanya berlangsung lebih dari sepekan
  • Mual dan muntah, yang biasanya terjadi pada orang yang memiliki polip kolorektal berukuran besar

Penyebab Terjadinya Polip Kolorektal

Hingga saat ini penyebab pasti polip kolorektal belum diketahui. Namun polip muncul karena adanya pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Jadi, adanya mutasi genetik yang membuat sel-sel dalam tubuh terus memperbaharui diri bahkan ketika belum diperlukan. Sehingga tumbuh jaringan yang berlebih dan menyebabkan munculnya polip, termasuk salah satunya polip kolorektal.

Ada beberapa faktor risiko sehingga seseorang jadi lebih rentan terkena polip kolorektal ini, yaitu:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Sebelumnya sudah pernah mengalami polip
  • Keluarga memiliki riwayat menderita kanker usus atau polip
  • Menderita diabetes yang parah
  • Menderita kanker rahim
  • Menderita penyakit yang berpengaruh terhadap usus seperti Crohn’s disease 
  • Menderita penyakit turunan seperti Lynch syndrome dan sebagainya
  • Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dalam jangka panjang
  • Minum alkohol berlebihan dan merokok

Pengobatan Polip Kolorektal di Rumah

Polip kolorektal sebenarnya bisa diatasi atau diobati dengan pengobatan rumahan, yaitu dengan menjaga pola makan sehat dan rajin mengkonsumsi sayuran, buah, dan biji-bijian.

  • Berolahraga secara teratur dan menjaga 
  • Mengurangi asupan lemak
  • Berhenti merokok atau tidak minum alkohol

Namun, mengatasi polip kolorektal adalah dengan mengangkatnya dengan kolonoskopi. Akan tetapi, jika ukuran polip kolorektal masih kecil tidak perlu melakukan prosedur operasi kolonoskopi ini.

Jika ukuran Polip kolorektal terlalu besar juga tidak bisa diangkat dengan kolonoskopi sehingga akan dilakukan operasi laparoskopi. Operasi laparoskopi ini merupakan jenis operasi dengan menggunakan selang panjang yang dimasukkan ke tubuh lewat sayatan kecil di perut. Umumnya polip kolorektal bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker. Tentu saja dengan mendeteksinya lebih dini dapat mengurangi risiko kondisi yang lebih berbahaya atau kanker usus.

Read More

Pahami Dulu Tentang Kojid Acid Sebelum Menggunakannya

Bagi Anda yang sudah pernah mendengar bahkan sudah pernah mencoba produk perawatan kecantikan dengan kandungan kojic acid, mungkin sudah tahu apa itu bahan tersebut, termasuk manfaatnya. Namun, jika Anda masih asing, mungkin perlu menggali banyak informasi sebelum menggunakannya.

kojic acid

Kojic acid merupakan sebuah bahan banyak manfaat yang berasal dari Jepang ini. Kojic acid kini telah menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan untuk memutihkan kulit. Tapi apa sih sebenarnya kojic acid itu? Yuk perhatikan ulasan berikut agar Anda paham tentang kojic acid yang akan Anda  gunakan.

  • Apa itu Kojic Acid?

Kojic acid merupakan bahan perawatan kulit yang sudah mulai digunakan secara tradisional sejak tahun 1989. Bahan alami ini berasal dari Jepang dan mulanya merupakan produk sampingan dari proses fermentasi sake maupun fermentasi beras.

Kojic acid ini berasal dari kombinasi berbagai jenis jamur yang dihasilkan dari proses fermentasi makanan, antara lain sake Jepang, kecap, dan anggur beras. Fungsi kojic acid sendiri yaitu untuk menghambat dan mencegah pembentukan tirosin dan asam amino yang dibutuhkan untuk memproduksi melanin. Sementara melanin adalah pigmen yang berperan dalam penggelapan warna kulit. Karena itulah kojic acid memiliki fungsi mencerahkan kulit.

  • Bagaimana Cara Kerja Kojic Acid?

Senyawa kojic acid dikenal sebagai zat pencerah kulit karena kemampuannya menghambat kerja zat tironase yang berperan sebagai enzim pembuat melanin atau pigmen warna kulit. Dengan terhambatnya produksi pigmen melanin, warna kulit pun dapat menjadi lebih cerah. Masalah-masalah kulit seperti hiperpigmentasi, noda bekas jerawat, dan bintik-bintik hitam di wajah juga dapat memudar.

  • Zat yang Efektif Gigunakan Bersama Asam Kojic

Kojic acid umumnya ditemukan dalam produk kosmetik bersama-sama dengan bahan lain, bukan sebagai bahan tunggal. Hal ini dikarenakan senyawa asam kojic bersifat tidak stabil ketika digunakan dalam produk kosmetik. Jika tidak dipadukan dengan zat-zat tambahan lain, asam kojic berpotensi berubah warna menjadi cokelat.

Untuk produk kosmetik yang bertujuan mencerahkan warna kulit akibat hiperpigmentasi, biasanya krim berbahan asam kojic digunakan secara bersamaan dengan asam glikolat. Sedangkan untuk meringankan penggelapan kulit yang disebabkan oleh kondisi melasma, biasanya produk kosmetik akan memakai bahan asam kojic dan asam glikolat, ditambahkan dengan hydroquinone.

  • Seberapa Efektif Kojic Acid untuk Mencerahkan Kulit?

Berbeda dengan hidrokinon, kojic acid dapat mencerahkan kulit tanpa efek samping yang merugikan. Bahan ini dihasilkan dari beberapa jenis jamur dan digunakan dalam pembuatan sake di Jepang. Para wanita di negeri sakura sudah menggunakan bahan ini sebagai pemutih dalam kosmetik tradisionalnya.

Dosis yang dianjurkan relatif kecil, dengan konsentrasi maksimum sebesar 1 persen. Namun, untuk mengurangi kemungkinan efek samping, produk kosmetik pencerah kulit dapat menggunakan konsentrasi sekitar 0,2 persen. Efek kojic acid biasanya akan mulai terlihat setelah 2 sampai 6 minggu pemakaian. Kandungan bahan kojic acidbiasanya terdapat dalam produk-produk skincare berlabel mencerahkan seperti serum, pelembab, body lotion serta sabun kojic acid. Namun, hasilnya dapat muncul lebih cepat dan efektif apabila dikombinasikan bersama bahan lain, seperti glycolic acid.

***

Bagi Anda yang ingin menggunakan skincare atau bodycare yang memiliki kandungan kojic acid memang butuh konsultasi dari dokter. Perlu diingat pula bahwa kojic acid tidak mencerahkan lebih dari warna kulit secara genetik sejak lahir. Jadi, sifatnya hanya mengembalikan rona cerah kulitmu seperti sedia kala bukan menjadikannya lebih putih.

Read More