Mengenal Penyakit TBC, Penyakit Berbahaya Yang Mengancam Nyawa

Tuberculosis, atau dikenal dengan sebutan TBC, adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru (dalam beberapa kasus juga dapat menyerang organ tubuh lain). Penyakit ini menyerang ketika bakteri TBC menyebar melalui droplet (percikan air atau lendir penderita TBC saat batuk, berbicara, atau bersin). Penyakit TBC merupakan penyakit yang fatal. Namun, dalam banyak kasus, penyakit ini dapat dicegah dan diobati. TBC bukanlah sebuah penyakit yang baru. Di masa lalu, TBC merupakan  penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Dengan peningkatan kondisi hidup dan perkembangan antibiotik, kasus kematian akibat TBC menurun drastic di negara-negara maju. Akan tetapi, pada tahun 1980, angka kematian kembali meningkat. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat itu menyebutnya sebagai sebuah epidemik. Mereka melaporkan bahwa penyakit TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia.

WHO juga memperkirakan pada tahun 2018 ada sekitar 10 juta orang di dunia yang memiliki penyakit TBC. Bahkan, 1.5 juta di antaranya meninggal dunia karena penyakit ini, dengan 251ribu orang dari angka tersebut juga menderita penyakit HIV. Mayoritas orang-orang yang terjangkit penyakit TBC berada di negara-negara Asia. Namun, TBC masih tetap menjadi kekhawatiran sendiri di negara-negara maju lain, termasuk di Amerika Serikat. Di tahun yang sama, dokter melaporkan ada sekitar lebih dari 9ribu kasus penyakit TBC di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Saat ini, resistensi antibiotik menyebabkan kekhawatiran baru di antara para pakar TBC. Beberapa jenis dari penyakit ini tidak memberikan respon terhadap pilihan-pilihan perawatan penyakit TBC yang paling efektif sekalipun. Oleh sebab tersebut, TBC menjadi penyakit yang sulit di atasi.

Infeksi dan penyakit TBC

Seseorang dapat terjangkit penyakit TBC setelah ia menghirup bakteri Mycobacterium tuberculosis atau M. tuberculosis. Saat TBC menyerang paru-paru, penyakit ini menjadi penyakit yang sangat menular. Namun, seseorang baru akan sakit setelah ia melakukan kontak langsung dengan seseorang yang memiliki penyakit TBC jenis ini.

  • Infeksi TBC (TBC laten)

Seseorang dapat memiliki bakteri TBC di dalam tubuh mereka namun tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda penyakit apapun. Pada banyak orang, sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat menahan bakteri sehingga bakteri tidak akan berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Dalam kasus ini, seseorang dapat memiliki infeksi TBC namun tidak memiliki penyakit yang aktif.

Para dokter menyebut kondisi ini sebagai TBC laten. Seseorang mungkin tidak akan pernah menunjukkan tanda-tanda atau gejala dan tidak sadar mereka memiliki infeksi ini. Tidak ada pula risiko untuk menularkan infeksi laten ke orang lain. Namun, tentunya, seseorang dengan infeksi TBC laten masih tetap membutuhkan perawatan. CDC sendiri memperkirakan di Amerika Serikat terdapat lebih dari 13 juta orang yang memiliki TBC laten.

  • Penyakit TBC (TBC aktif)

Tubuh mungkin tidak dapat menampung bakteri TBC, khususnya saat sistem kekebalan tubuh seseorang lemah atau sedang dalam perawatan obat-obatan tertentu. Saat hal ini terjadi, bakteri akan berkembang biak dan menyebabkan gejala-gejala yang mengakibatkan TBC aktif. Mereka yang memiliki TBC aktif dapat menularkan penyakit ini.

Tanpa intervensi medis, penyakit TBC akan menjadi aktif pada 5 hingga 10 persen dari orang-orang yang memiliki infeksi. Selain sistem kekebalan tubuh yang lemah dan pengaruh obat-obat, risiko penyakit TBC lebih tinggi menyerang orang tua dan anak-anak, mereka yang menggunakan obat-obatan terlarang, dan mereka yang tidak mendapatkan perawatan TBC yang baik di sebelumnya.

Read More

Penyebab Gusi Bengkak

Gusi Anda merupakan bagian yang penting dalam kesehatan mulut keseluruhan. Gusi terbuat dari jaringan yang padat berwarna merah muda yang menyelimuti tulang rahang. Jaringan tersebut tebal dan penuh dengan pembuluh darah. Apabila gusi bengkak, gusi dapat menonjol keluar. Gusi bengkak biasanya terjadi di daerah di mana gusi bersentuhan dengan gigi. Gusi dapat bengkak dan membesar sehingga dapat menutupi gigi. Gusi yang bengkak memiliki warna merah, alih-alih warna merah muda normal. Gusi bengkak biasanya akan menimbulkan rasa sakit, perih, dan sangat sensitif. Terkadang, gusi akan lebih mudah untuk berdarah ketika Anda menggosok gigi atau melakukan flossing pada gigi.

Gingivitis penyebab gusi bengkak

Radang gusi atau gingivitis merupakan penyebab utama gusi bengkak yang sering dijumpai. Penyakit gusi ini dapat menyebabkan gusi menjadi iritasi dan bengkak. Banyak orang tidak menyadari mereka memiliki gingivitis karena gejala yang ditimbulkan penyakit ini cukup ringan. Namun, apabila dibiarkan saja dan tidak diobati, gingivitis dapat berubah menjadi kondisi serius yang disebut dengan periodontitis dan menyebabkan seseorang untuk kehilangan gigi.

Gingivitis biasanya terjadi akibat kebersihan mulut yang buruk, sehingga plak dapat terus menumpuk di garis gusi dan gigi. Plak adalah lapisan yang terdiri dari bakteri dan sisa-sisa makanan yang semakin menumpuk secara terus menerus. Apabila plak tidak dibersihkan selama beberapa hari, plak dapat berubah menjadi karang gigi. Karang gigi adalah plak yang mengeras. Biasanya, menyikat gigi dan melakukan flossing tidak akan cukup untuk menghilangkan karang gigi. Anda membutuhkan bantuan dokter gigi profesional untuk membersihkannya. Apabila dibiarkan, karang gigi dapat menyebabkan gingivitis.

Kehamilan dan gusi bengkak

Gusi bengkak juga dapat terjadi saat seseorang hamil. Jumlah hormon yang meningkat yang diproduksi oleh tubuh selama masa kehamilan dapat meningkatkan aliran darah di gusi. Peningkatan aliran darah tersebut dapat menyebabkan gusi untuk mudah iritasi, yang akhirnya dapat menyebabkan pembengkakan. Perubahan hormon tersebut juga dapat menyebabkan menurunannya kemampuan tubuh dalam melawan bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi pada gusi. Hal ini dapat meningkatkan risiko Anda untuk menderita gusi bengkak.

Malnutrisi dan infeksi

Kekurangan vitamin tertentu, khususnya vitamin B dan C, dan menyebabkan gusi bengkak. Vitamin C memiliki peran yang penting dalam menjaga dan memperbaiki gigi dan gusi. Apabila kadar vitamin C Anda terlalu rendah, Anda dapat mengidap scurvy. Scurvy dapat menyebabkan anemia dan penyakit gusi. Di negara-negara berkembang, malnutrisi sudah jarang terjadi. Pun apabila terjadi, biasanya hal tersebut menimpa orang yang sudah tua.

Selain malnutrisi, infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus juga berpotensi dalam menyebabkan gusi bengkak. Apabila Anda mengidap penyakit herpes, hal tersebut dapat menyebabkan kondisi yang dikenal dengans sebutan acute herpetic gingivostomatitis, yang kemudian dapat menyebabkan gusi bengkak. Sariawan, yang mana merupakan hasil dari jamur di mulut yang tumbuh dengan berlebih, juga dapat menyebabkan gusi bengkak. Kerusakan gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan abses gigi, yang mana merupakan salah satu bentuk gusi bengkak.

Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gusi bengkak, seperti menjaga kebersihan dan kesahatan mulut serta mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Sikat gigi dengan teratur dan lakukan flossing setidaknya sekali setiap harinya. Kunjungi dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali untuk pembersihan secara menyeluruh. Apabila Anda memiliki mulut yang kering, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak dan karang gigi. Bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan khusus.

Read More

Mengenal Amputasi, Tindakan Medis yang Terkenal Menakutkan

Bagi banyak orang, amputasi memang kata yang terdengar menakutkan. Meskipun, sebenarnya amputasi yang dilakukan sesuai dengan indikasi medis, justru baik bagi kesehatan bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Tindakan amputasi adalah prosedur pembedahan untuk membuang seluruh atau beberapa bagian tubuh, seperti lengan, kaki, jari tangan, atau jari kaki. Tindakan ini dapat dikatakan sebagai pilihan terakhir, tidak akan dilakukan kecuali pasien benar-benar membutuhkannya.

Mengapa amputasi dilakukan?

Seperti semua prosedur medis lain, amputasi juga dilakukan berdasarkan indikasi medis tertentu. Dokter mungkin akan menyarankan tindakan amputasi ketika tidak ada suplai darah pada anggota tubuh tersebut, atau jaringan tubuh rusak permanen.

Artinya, gangguan suplai darah yang menimbulkan kematian jaringan atau gangren, seperti yang kerap terjadi pada penyakit diabetes atau penyakit arteri perifer, dapat menjadi penyebab diperlukannya tindakan amputasi. Begitu juga dengan cedera parah, baik akibat kecelakaan lalu lintas atau luka bakar, adanya infeksi yang tidak dapat diatas dengan obat-obatan, kanker yang sudah merusak tulang atau otot pada anggota gerak tubuh, dan lain sebagainya, merupakan beberapa indikasi medis yang membuat dokter menyarankan tindakan amputasi.

Masalah-masalah di atas dapat mengganggu fungsi dan bentuk organ, sirkulasi darah, serta susunan otot, saraf, dan tulang. Oleh karena itu, bila anggota gerak tersebut sudah tidak dapat diselamatkan, perlu dilakukan amputasi.

Persiapan sebelum prosedur amputasi dilaksanakan

Prosedur amputasi dapat terencana atau sebagai prosedur gawat darurat. Baik bersifat terencana maupun gawat darurat, keduanya tetap membutuhkan persiapan. Dokter bedah yang merawat Anda akan melakukan evaluasi dan berdiskusi, sebelum tindakan amputasi dilakukan.

Selain pemeriksaan fisik, kondisi psikologis pasien juga akan dievaluasi. Hal tersebut ditujukan untuk menilai kesiapan pasien dalam menjalani tindakan amputasi. Sebab perlu diakui, kehilangan anggota tubuh bukanlah hal yang mudah untuk diterima.

Dokter bedah juga akan mengevaluasi anggota tubuh yang sehat, karena nantinya anggota tubuh tersebut akan bekerja lebih keras setelah bagian lain diamputasi. Kadang, untuk menyiapkan kondisi pasien pasca menjalani amputasi, dokter juga menjadwalkan sesi fisioterapi dan rehabilitasi medik.

Gambaran prosedur amputasi

Saat akan menjalani prosedur amputasi, biasanya pasien akan diberi obat bius atau anestesi. Jenis anestesi yang digunakan dapat berupa anestesi umum di mana pasien menjadi tidak sadarkan diri atau anestesi epidural yang tidak mengganggu kesadaran pasien, namun bagian tubuh bawahnya tidak merasakan apa pun dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip dasar tindakan amputasi, dokter akan mengambil seluruh jaringan yang rusak dan mempertahankan sebanyak mungkin jaringan yang masih bisa diselamatkan atau masih sehat. Untuk mengetahui bagian mana yang bisa dipertahankan, hal pertama yang dilakukan dokter adalah memeriksa denyut nadi di sekitar bagian tubuh yang akan diamputasi.

Kemudian, dokter juga akan membandingkan suhu bagian tubuh yang akan diamputasi dengan bagian tubuh yang dianggap sehat. Tes sensitivitas sentuhan serta kemungkinan muncul kemerahan juga dilakukan sebelum prosedur amputasi.

Bila batas bagian tubuh yang akan diamputasi sudah diketahui, dokter akan mengambil bagian jaringan dan tulang yang rusak tersebut. Tulang yang dipertahankan akan dibuat lebih tumpul dan halus agar tidak melukai jaringan sekitarnya. Dokter juga akan membentuk otot-otot di daerah yang diamputasi serta menjahit kulit untuk menutupnya.

Nantinya, bagian tersebut dapat ditutup dengan prostesis atau alat buatan pengganti bagian tubuh yang diamputasi. Hal ini sifatnya pilihan. Kadang ada pasien yang memilih tidak menutup bagian tubuh yang diamputasi tersebut.

Dapat dipastikan tindakan amputasi jelas akan mengubah cara hidup Anda. Setiap orang yang menjalani amputasi perlu beradaptasi kembali, baik di lingkungan rumah maupun pekerjaan. Oleh sebab itu, dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan untuk melewati masa-masa ini.

Read More

Manfaat dan Efek Samping Buncis Bagi Anak

Manfaat buncis tidak hanya menjaga kesehatan jantung, tapi juga mengurangi potensi kanker.

Vitamin dan mineral dalam jumlah yang banyak dapat didapatkan dari salah satu jenis sayuran yang mudah didapat, buncis merupakan jenis sayuran yang memiliki banyak kedua kandungan tersebut. Lebih dari, banyak orang belum mengetahui bahwa ternyata manfaat buncis dapat menjaga kesehatan tubuh jika dikonsumsi dengan baik dan sesuai aturan.

Selain lezat, jenis sayuran yang mudah ditemui di warteg atau warung makan kaki lima ini memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Manfaat yang dimiliki buncis tidak akan berkurang meski dimasak dengan cara ditumis maupun sebagai lalap. Salah satu manfaat yang dimiliki adalah mampu menambah nutrisi ketika seseorang melakukan program diet.

Macam Manfaat Buncis

Green beans menjadi sebutan buncis untuk orang-orang yang berada di belahan bumi barat, selain itu masyarakat Amerika Serikat menggunakan sayuran ini sebagai pendamping ketika menyantap steak, karena dipercaya dapat menambah nutrisi yang ada. Berikut ini macam manfaat kesehatan yang dimiliki buncis.

  1. Sumber Serat

Karbohidrat dan serat pangan yang cukup banyak terkandung dalam buncis, jika seseorang mengonsumsi sayuran ini dengan rutin maka dapat dipastikan sistem pencernaannya semakin lancar dan mengantisipasi dari sembelit. Terutama pada anak, sangat direkomendasikan untuk memberikan sayuran ini untuk anak.

  1. Protein Tinggi

Seperti yang diketahui bahwa sayuran jenis kacang-kacangan memiliki kandungan protein yang cukup banyak, termasuk yang terkandung di dalam buncis. Nutrisi yang dimiliki mampu digunakan untuk tumbuh kembang anak, khusus pada jaringan otot yang terdapat di seluruh tubuh si anak tersebut.

  1. Vitamin A dan C

Buncis memiliki beberapa kandungan vitamin, seperti vitamin A dan C, vitamin A khususnya mampu membuat penglihatan anak semakin menjadi lebih baik. Kemudian vitamin C mampu meningkatkan daya tahan anak agar tidak mudah terkena beberapa penyakit seperti flu, batuk hingga infeksi lainnya.

  1. Sumber Mineral

Buncis merupakan sumber mineral, di mana manfaatnya yang satu ini mampu sangat berguna untuk mendukung tumbuh kembang anak khususnya pada pertumbuhan tulang dan gigi. Mineral tersebut sangat bermanfaat untuk kedua organ tubuh, khususnya pada anak yang sedang mengalami pertumbuhan.

  1. Menurunkan Berat Badan

Menurut hasil penelitian, satu cangkir yang mengandung buncis mentah mengandung 31 kalori tanpa adanya lemak. Kemudian mengandung 3,6 gram gula, kandungan inilah yang mampu membantu seseorang dalam usaha untuk menurunkan berat badan.

  1. Kesehatan Jantung

Tidak ada kolesterol dalam kandungan buncis, hal inilah yang menjadi alasan mengapa sayuran ini sangat baik untuk kesehatan jantung. Sebaliknya, buncis dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol jahat yang terdapat di dalam tubuh, kolesterol ini sangat berisiko meningkatkan seseorang terkena penyakit jantung.

  1. Cegah Kanker

Salah satu alasan buncis digunakan sebagai makanan pendamping steak karena sayuran jenis ini memiliki kandungan klorofil yang tinggi. Steak identik dengan daging yang dipanggang menggunakan temperatur yang tinggi, bahan makanan ini berpotensi menimbulkan efek karsinogenik yang timbul dari amina heterosiklik dan mampu menyebabkan kanker.

Klorofil yang dikonsumsi dari buncis bersamaan dengan konsumsi daging panggang mampu menurunkan risiko seseorang terkena kanker sekaligus menghadang efek karsinogenik yang diakibatkan dari daging yang dipanggang.

Beberapa manfaat buncis yang dijelaskan di atas hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak manfaat yang terkandung di dalam buncis. Meski sepele, sayuran jenis ini nyatanya mampu menjadi pemberi asupan yang menjaga kesehatan tubuh dan sangat direkomendasikan untuk anak dalam masa pertumbuhan.

Read More

Kondisi Kesehatan Jika Tak Mampu Mencapai Angka pH Normal Urine

bagaimana seharusnya ph normal urine yang menjadi indikasi kondisi kesehatan manusia?

Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi atau berkemih. Ekskresi urine diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Salah satu hal yang penting di dalam urine adalah kadar pH, karena ia memiliki banyak peran sehingga kita harus terus menjaga nilai pH normal urine.

Urine terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urine berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urine berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa.

Adapun ph urine menunjukkan tingkat asam dan basa urine. Dengan mengetahui ph urine, kita bisa mendeteksi kondisi kesehatan. Pasalnya, pH urine bisa menunjukkan kondisi kesehatan tertentu atau gejala penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh kita. Salah satu contohnya adalah kadar pH urine yang terlalu asam atau terlalu basa, juga akan memengaruhi tingkat risiko Anda terkena batu ginjal.

Nilai pH normal urine berkisar antara 4,5- 8,0. Namun, nilai rata-ratanya adalah 6,0 dan nilai pH urine yang netral adalah 7,0. Urine yang memiliki pH di bawah 5,0 adalah asam, sedangkan pH di atas 8,0 adalah basa.

Meski begitu, tiap laboratorium bisa saja memiliki nilai normal tersendiri. Namun, hal itu tidak akan berbeda jauh dari rentang yang telah disebutkan di atas.

Jika dari hasil pemeriksaan, nilai pH urine di bawah normal, artinya sifat urine yakni asam. Nah, kondisi tersebut bisa menunjukkan beberapa gejala kesehatan seperti di bawah ini:

  • Asidosis

Asidosis adalah kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala, misalnya napas pendek, linglung, atau sakit kepala.

Nilai pH normal urine adalah di rentang 4,5- 8,0. Asidosis terjadi saat pH urine kurang dari 5,00 (asam).  

Asidosis terjadi saat keseimbangan asam-basa di dalam tubuh terganggu, sehingga kadar asam menjadi sangat tinggi. Ada 3 mekanisme yang menyebabkan munculnya asidosis, yaitu produksi asam yang berlebihan, pengeluaran asam yang terganggu, dan proses keseimbangan asam-basa di dalam tubuh yang tidak normal. Hal-hal ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan asam di dalam tubuh.

Ketiga mekanisme penyebab asidosis di atas disebabkan oleh dua faktor, yakni gangguan metabolisme asam di tubuh (asidosis metabolik) atau gangguan pada proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida (asidosis respiratorik).

Sementara itu, dalam konteks ini, asidosis terjadi lantaran penyebab pertama atau asidosis metabolik.

Kondisi ini terjadi ketika produksi asam di tubuh terlalu berlebihan atau saat ginjal tidak mampu mengeluarkan asam dari dalam tubuh.

  • Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu, akibatnya tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.

Dehidrasi terkadang dianggap sebagai permasalahan kondisi tubuh yang tidak perlu ditangani secara serius, dan kebanyakan anak-anak dan remaja menganggapnya sebagai haus biasa. Namun, jika gejala awal dehidrasi tidak ditangani dengan baik, dapat mengganggu fungsi tubuh. Saat dehidrasi telah sampai di titik yang ekstrem, maka bisa menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian.

  • Diabetes Ketoasidosis

Merupakan suatu komplikasi diabetes yang serius akibat adanya keton dalam tingkat tinggi dalam tubuh. Ketoasidosis diabetik terjadi ketika sel-sel dalam tubuh tidak menerima gula (glukosa) yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi. Sehingga ada banyak glukosa dalam aliran darah, tetapi tidak cukup insulin untuk membantu mengangkut glukosa dari darah menuju ke dalam sel. 

Akibatnya sel kekurangan glukosa sebagai sumber energi dan beralih menggunakan lemak. Penguraian lemak sebagai sumber energi ini menghasilkan keton (sejenis asam), dengan jumlah yang cukup banyak dan berbahaya bagi tubuh.

  • Diare

Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasit.

Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari (akut), namun pada sebagian kasus dapat memanjang hingga berminggu-minggu (kronis). Pada umumnya, diare tidak berbahaya jika tidak terjadi dehidrasi. Namun, jika disertai dehidrasi, penyakit ini bisa menjadi fatal, dan penderitanya perlu segera mendapat pertolongan medis.

Berdasarkan beberapa kondisi kesehatan di atas, penting kiranya untuk selalu menjaga nilai pH normal urine. Caranya cukup mudah, sebab salah satu faktor yang paling memengaruhi pH urine adalah pola makan. Sehingga, sebelum menilai hasil laboratorium dari pemeriksaan urine tersebut, dokter akan menanyakan tentang pola makan Anda sehari-hari.

Read More