Manfaat Tomat Serta Efek Samping yang Perlu Diketahui!

Manfaat tomat untuk kesehatan ternyata bukanlah mitos semata. Buah berwarna merah pekat yang rasanya manis dan segar ini, bisa memenuhi asupan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tomat juga mengandung beberapa antioksidan dan nutrisi yang sangat menyehatkan untuk tubuh, seperti likopen, kolin, asam folat, beta karoten, lutein, hingga asam alfa-lipoat. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, buah ini malah bisa memberikan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan. Berikut manfaat tomat dan efek sampingnya.

Manfaat tomat untuk kesehatan:

  1. Membantu penyerapan zat besi

Manfaat tomat untuk kesehatan datang dari kandungan vitamin C-nya. Kandungan vitamin C dikenal sebagai nutrisi yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik. Dengan menambahkan tomat dalam pola makan sehari-hari, bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi.

  • Meningkatkan energi tubuh

Pernah merasa cepat lelah dan letih? Tidak perlu khawatir, Anda bisa konsumsi Tomat untuk meningkatkan energi tubuh. Tomat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup untuk memberikan energi saat rasa letih menyerang.

  • Memperkuat sistem imun tubuh

Selain kandungan vitamin C yang mampu membantuk penyerapan gizi, buah tomat juga mengandung vitamin A yang bermanfaat untuk memperkuat sistem imun tubuh ibu hamil. Selain itu, vitamin A dari buah tomat ini bisa membantu melawan infeksi dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam memperbaiki jaringan tubuh.

  • Melancarkan pencernaan

Jika Anda sering bermasalah dengan pencernaan, mengonsumsi tomat bisa menjadi solusinya. Hal ini dikarenakan, buat tomat kaya akan serat yang bisa melancarkan pencernaan, sehingga perut tidak mengalami sembelit, wasir ataupun diare.

  • Memperlancar sirkulasi darah

Hasil studi membuktikan bahwa buah tomat adalah makanan yang bisa membantu pembuluh darah terbuka, sehingga mampu memperlancar aliran darah.

  • Menjaga agar tubuh tetap terhidrasi saat hamil

Satu buah tomat berukuran sedang mengandung setengah cangkir (118 mililiter) air.  Ibu hamil membutuhkan air lebih banyak untuk menjaga tubuhnya tetap terhidrasi selama kehamilan. Sebab, cairan akan membantu pembentukan plasenta dan kantung ketuban. Itulah sebabnya, tomat sangat dianjurkan

Karena kandungan berikut inilah, berbagai manfaat tomat tersebut bisa dirasakan.

  • Protein: 1,58 gram (g)
  • Serat: 2,2 g
  • Karbohidrat: 5,8 g
  • Kolesterol: 0 g
  • Kalsium: 18 miligram (mg)
  • Kalium: 427 mg
  • Vitamin C: 24,7 mg
  • Fosfor: 43 mg

Efek samping mengonsumsi tomat yang berlebihan

Mengonsumsi tomat dalam porsi yang wajar, sangatlah dianjurkan untuk kesehatan. Namun, jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak bisa menimbulkan efek samping merugikan, seperti:

  • Migrain
  • Masalah ginjal
  • Masalah kandung kemih
  • Nyeri ulu hati
  • Refluks asam lambung

Mengonsumsi makanan yang mengandung likopen terlalu banyak juga bisa menimbulkan risiko karotenemia dan likopenemia. Kedua kondisi ini bisa ditandai dengan gejala kulit menguning pada telapak tangan dan kaki.

Read More

Inilah Penyebab Gigi Goyang yang Jarang Disadari

Gigi merupakan anggota tubuh yang paling kuat. Berkat adanya gigi, kamu mampu mengunyah makanan dengan optimal agar nantinya bisa diolah dengan sempurna oleh sistem pencernaan. Meski begitu, gigi juga bisa goyang dan lepas. Keadaan seperti itu mesti diwaspadai, apalagi gigi goyang tersebut terjadi pada orang dewasa.

Faktanya, gigi goyang pada orang dewasa merupakan pertanda dari adanya suatu penyakit. Orang yang mengalami keadaan tersebut biasanya akan merasakan gejala, seperti rasa sakit; gusi bengkak, berwarna merah atau berdarah; dan penurunan pada gusi.

Adapun beberapa penyakit tersering yang mendasari terjadinya gigi goyang, yaitu:

Penyakit gusi

Salah satu penyebab gigi goyang pada orang dewasa adalah penyakit gusi. Dalam beberapa kasus, keadaan gigi goyang disebabkan oleh penyakit gusi yang sudah berlarut-larut.

Penyakit gusi itu sendiri terjadi ketika bakteri menginfeksi gusi, jaringan, dan tulang di sekitarnya. Penyakit ini berawal dari kebersihan mulut yang kurang terjaga dengan baik.

Bila Anda tidak rajin menggosok gigi dan melakukan flossing secara teratur, sisa-sisa makanan masih akan menempel di permukaan gigi hingga akhirnya menjadi plak yang mengandung bakteri. Plak tersebut bisa terus mengalami pengerasan hingga membentuk karang gigi. Jika karang gigi tidak dibersihkan, kotoran ini nantinya akan menumpuk di bagian bawah gusi.

Bruxism

Hal lain yang menjadi penyebab gigi goyang pada orang dewasa adalah bruxism atau sering disebut kebiasaan menggemeretakkan gigi. Secara tidak sadar, aktivitas ini dapat merusak kesehatan gigi Anda. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga dapat menyebabkan komplikasi lain, seperti sakit pada rahang, wajah, maupun kepala.

Trauma atau cedera

Trauma atau cedera juga menjadi salah satu penyebab gigi goyang. Hal ini sangat mungkin terjadi, khususnya ketika wajah atau rahang Anda terbentur ketika jatuh.

Kehamilan

Perubahan kadar esterogen dan progesteron selama kehamilan dapat memengaruhi tulang maupun jaringan di dalam mulut. Keadaan tersebut turut mengubah jaringan periodonsium, yang merupakan kumpulan tulang dan ligamen penopang gigi. Ketika jaringan periodonsium terkena, satu atau lebih gigi akan mengalami kegoyangan.

Meski perubahan ini dapat berhenti setelah kehamilan usai, ibu hamil tetap perlu menjaga kesehatan gigi dan mulutnya, serta melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi. Tindakan ini dilakukan guna mencegah terjadinya kelahiran yang prematur.

Gigi goyang pada orang dewasa tidak terjadi tanpa sebab. Maka dari itu, jika Anda mengalami keluhan yang satu ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter gigi. Di sana, Anda akan mendapatkan perawatan serta pengobatan yang paling sesuai dengan penyebab utama terjadinya keluhan gigi goyang.

Tak cukup hanya itu, Anda juga perlu memperhatikan kebersihan gigi maupun rongga mulut dengan cara melakukan sikat gigi dan flossing secara teratur. Anda pun sangat dianjurkan untuk melakukan pembersihan karang gigi di dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Dengan upaya ini, gigi goyang atau keluhan seputar rongga mulut lainnya tidak akan terjadi.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan gigi goyang yang sering tidak disadari oleh kamu. Maka dari itu, kamu jangan pernah menyepelekannya karena dapat menyebabkan sakit yang berkelanjutan, memicu infeksi yang lebih parah, hingga bahkan membuat gigi tanggal. Belum lagi kondisi ini juga sering kali disertai dengan gejala lain, seperti gusi bengkak dan mudah berdarah. Itu sebabnya penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi gigi goyang. Penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya komplikasi yang serius di kemudian hari.

Read More