Faktor Risiko dan Pengobatan Penis Patah

Penis patah terjadi saat adanya kerusakan pada tunica albuginea. Tunica albuginea merupakan selubung jaringan yang berbentuk seperti karet yang ada di bawah kulit. Tunica albuginea tersebut memungkinkan penis untuk meningkakan lebar dan panjang, sehingga menjadi apa yang dikenal dengan ereksi. Terkadang, jaringan ereksi yang ada di bawah kulit pecah atau rusak, dan dikenal dengan istilah korpus cavernosa. Penis patah merupakan kondisi darurat medis. Apabila Anda menderita penis patah, Anda harus pergi ke rumah sakit secepatnya untuk mendapatkan perawatan medis. Ada kemungkinan Anda akan membutuhkan operasi. Perawatan yang cepat dan sigap dapat mencegah Anda menderita masalah kemiih dan seksual yang permanen. Artikel ini akan membahas faktor risiko, gejala dan penyebab, serta pengobatan penis patah.

Faktor risiko penis patah

Meskipun penis patah dapat disebabkan oleh cidera saat melakukan hubungan intim dalam posisi apapaun, praktek tertentu dapat meningkatkan risiko cidera tersebut. Pada pria heteroseksual, posisi “woman on top” dapat meningkatkan risiko cidera penis patah. Saat penis terhambat sementara di pintu masuk vagina, berat badan wanita dapat membuat penis ereksi bengkok, yang menyebabkan penis menjadi patah. Selain karena hubungan seksual, faktor risiko lain disebabkan karena praktek sebuah kebudayaan tertentu. Di Timur Tengah misalnya, para pria di sana memiliki sebuah budaya yang disebut dengan “taqaandan”, sebuah praktek di mana pria akan meretakkan penis yang ereksi dengan cara membengkokkan bagian atas hingga terdengar suara “klik”. Pada budaya tersebut, pria-pria di sana melakukan praktek ini dengan tujuan untuk mengecilkan ereksi yang tidak diinginkan, mencoba memperbesar ukuran penis atau membuat penis menjadi lurus, dan karena faktor kebiasaan.

Diagnosa dan Pengobatan Penis Patah

Apabila Anda mencurigai adanya cidera penis patah, hubungi dokter sesegera mungkin. Apabila tidak diobati, penis patah dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis. Penis patah juga dapat menyebabkan Anda kesulitan untuk ereksi, yang dikenal dengan disfungsi ereksi (ED). Saat Anda ke rumah sakit, dokter akan dapat mengonfirmasi Anda menderita cidera penis patah berdasarkan pemeriksaan dan diskusi penyebab cidera. Anda mungkin akan membutuhkan pencitraan medis apabila dokter tidak dapat membuat diagnosa yang jelas hanya dari pemeriksaan biasa saja. Studi pencitraan untuk kasus cidera penis adalah:

  • Kavernosografi, sebuah sinar X spesial yang membutuhkan suntikan warna khusus ke dalam pembuluh darah yang ada pada penis
  • Ultasoun penis yang memungkinkan struktur bagian dalam sebuah penis dapat terlihat dengan bantuan gelombang suara
  • MRI atau pencitraan resonansi magnetic yang menggunakan bantuan “scanner” dan menggunakan medan magnet untuk membuat pencitraan yang jelas akan bagian dalam sebuah penis

Anda juga mungkin akan diminta untuk mengikuti tes kemih untuk memeriksa apakah bagian urethra rusak atau tidak. Hal ini dapat terjadi pada 38% pria yang menderita penis patah. Pengobatan penis patah biasanya berupa operasi. Dokter akan menggunakan jahitan untuk menutup tunica albuginea dan korpus cavernosa yang rusak atau sobek. Salah satu tujuan utama dari operasi ini adalah untuk mengembalikan kemampuan Anda dalam memiliki ereksi dan menjaga fungsi kemih. Setelah operasi selesai, Anda akan diminta untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit selama kurang lebih 3 hari. Dokter akan meresepkan obat rasa sakit dan antibiotik. Setelah operasi, penis patah akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk benar-benar sembuh. Pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan adanya kemajuan penyembuhan, memeriksa pembuluh darah dan arteri di penis, dan juga melihat aliran darah.

Read More

Berbagai Penyebab Buta Warna

Warna memerankan peran penting bagi keseharian kita. Baik saat menonton pertandingan olahraga, memilih buah yang matang, dan membantu anak membuat proyek seni, kemampuan membedakan warna dibutuhkan agar aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan optimal. Namun hidup tidak sebewarna itu bagi sebagian orang. Ada sekitar 8% pria dan 0.5% wanita di dunia ini yang menderita buta warna. Kebutaan warna, atau defisiensi warna, disebabkan karena mutase genetik atau kerusakan pada sel-sel yang ada di bagian belakang mata. Sel-sel tersebut bertanggung jawab terhadap penglihatan warna kita.

Tidak ada dua orang yang bisa melihat warna dengan cara yang sama. Hal ini disebabkan karena penglihatan warna merupakan permainan yang kompleks antara fotorespetor, saraf optik, dan otak. Kebanyakan orang yang menderita buta warna tidak dapat melihat satu dari tiga warna yang mata manusia bisa bedakan, yaitu warna biru, hijau, dan merah. 

Penyebab buta warna

Mata mengandung sel-sel saraf yang disebut sel kerucut yang dapat membuat retina, lapisan jaringan yang berada di belakang mata, untuk bisa melihat warna. Tiga jenis sel kerucut berbeda menyerap berbagai macam panjang gelombang cahaya, dan masing-masing bereaksi terhadap hijau, merah, dan biru. Sel kerucut tersebut kemudian akan mengirimkan informasi kepada otak untuk membedakan warna. Apabila satu atau lebih sel kerucut dalam retina ini rusak atau tidak ada, Anda akan kesulitan dalam melihat warna dengan baik. Penyebab buta warna yang lain seperti:

  • Keturunan

Mayoritas defisiensi penglihatan warna disebabkan karena faktor keturunan. Biasanya hal ini diwariskan dari ibu ke anak. Buta warna turunan tidak menyebabkan kebutaan atau gangguan kehilangan penglihatan lain.

  • Penyakit

Anda juga bisa menderita buta warna karena penyakit atau cedera pada retina. Pada glaukoma, tekanan internal pada mata, atau tekanan intraocular terlalu tinggi. Tekanan tersebut kemudian merusak saraf optik, yang bertugas membawa sinyal dari mata ke otak sehingga Anda dapat melihat. Sebagai hasilnya, kemampuan membedakan warna menjadi hilang.

Menurut jurnal Oftalmologi Investigatif dan Ilmu Visual, ketidakmampuan seseorang dengan glaukoma untuk membedakan biru dan kuning telah diketahui sejak akhir abad ke 19. Degenerasi makula dan retinopati diabetik dapat menyebabkan kerusakan pada retina, tempat di mana sel kerucut berada. Hal ini dapat menyebabkan buta warna. Dan bahkan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan kebutaan. Apabila Anda menderita katarak, lensa mata akan perlahan berubah dari transparan menjadi buram. Penglihatan warna Anda juga dapat menjadi berkurang sebagai hasilnya. Penyakit lain yang dapat memberikan dampak pada penglihatan seperti diabetes, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan multiple sclerosis.

  • Pengobatan

Beberapa pengobatan tertentu dan menyebabkan perubahan pada penglihatan warna, contohnya obat-obatan antipsikotik chlorpromazine dan thioridazine. Antibiotik ethambutol, yang digunakan untuk merawat tuberculosis, juga dapat mengakibatkan masalah saraf optik dan mempersulit melihat beberapa warna tertentu.

  • Faktor lain

Faktor lain penyebab buta warna seperti bertambahnya usia. Hilangnya penglihatan dan defisiensi warna dapat terjadi saat seseorang bertambah tua. Selain itu, zat kimia beracun seperti styrene (yang ada pada plastik) juga dihubungkan dengan kehilangan kemampuan melihat warna.

Apabila buta warna disebabkan karena cedera atau penyakit, mengobati penyebabnya dapat meningkatkan deteksi warna. Namun, tidak ada obat untuk buta warna yang diwariskan. Buta warna turunan merupakan tantangan seumur hidup. Buta warna dapat membatasi seseorang dalam mendapatkan pekerjaan. Namun, banyak orang menemukan cara beradaptasi dengan kondisi yang mereka miliki.

Read More

Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Protein Harian di Rumah

Penting bagi Anda untuk mengkonsumsi cukup kebutuhan protein harian untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda. Protein membantu tubuh Anda untuk menjaga keseimbangan cairan yang tepat, membangun dan memperbaiki jaringan, mengangkut nutrisi dan menyediakan fungsi penting lainnya. Tahukah Anda berapa banyak protein yang Anda butuhkan? Setiap orang membutuhkan jumlah protein yang berbeda dan ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah protein Anda.

Namun, beberapa peneliti percaya bahwa akan semakin baik jika Anda mengkonsumsi protein secara signifikan melebihi jumlah protein harian yaitu 50 gram perhari.

Asupan protein tinggi dapat membantu Anda menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot, dan meningkatkan kesehatan.

Berikut adalah 9 cara mudah untuk mengonsumsi lebih banyak protein:

  1. Konsumsi Protein Terlebih Dahulu

Saat makan, konsumsilah sumber protein terlebih dahulu, terutama sebelum Anda sampai ke sumber nutrisi lainnya.  Protein meningkatkan produksi PYY, hormon usus yang membuat Anda merasa kenyang dan puas.

Selain itu, asupan protein yang tinggi menurunkan kadar “hormon lapar” ghrelin dan meningkatkan tingkat metabolisme Anda setelah makan dan selama tidur.

Terlebih lagi, mengkonsumsi protein terlebih dahulu dapat membantu menjaga kadar gula dan insulin Anda agar tidak naik terlalu tinggi setelah makan.

Gula darah dan insulin naik secara signifikan lebih sedikit ketika Anda mengkonsumsi protein dan sayuran sebelum makanan tinggi karbohidrat lainnya, dibandingkan saat Anda mengkonsumsi makanan tersebut ketika urutannya dibalik.

  1. Konsumsi Keju Sebagai Cemilan

Konsumsi makanan ringan adalah cara yang baik untuk memasukkan protein tambahan ke dalam makanan Anda, selama Anda memilih jenis yang tepat.

Banyak makanan ringan umum yang sangat rendah protein, seperti keripik, pretzel, dan kerupuk. Contoh, satu porsi 28 gram (1 ons) keripik tortilla memiliki 137 kalori tetapi hanya memiliki 2 gram protein (6).

Sebaliknya, jumlah keju cheddar yang sama (28 gram) mengandung 7 gram protein, dengan 117 kalori dan 4 kali lebih banyak kalsium dibandingkan dengan keripik tortila.

  1. Ganti Sereal dengan Telur

Banyak makanan sarapan yang rendah protein, termasuk roti panggang, bagel, dan sereal.

Meskipun oatmeal mengandung lebih banyak protein daripada kebanyakan sereal, oatmeal hanya menyediakan sekitar 6 gram dalam porsi 1 cangkir biasa.

Di sisi lain, tiga telur ayam menyediakan 19 gram protein berkualitas tinggi, bersama dengan nutrisi penting seperti selenium dan kolin yang baik untuk tubuh Anda. 

Terlebih lagi, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi telur untuk sarapan dapat mengurangi nafsu makan dan membuat Anda kenyang selama beberapa jam, sehingga Anda akhirnya makan lebih sedikit kalori di kemudian hari. 

  1. Pilih Yogurt Yunani atau Greek Yogurt 

Yoghurt Yunani adalah makanan tinggi protein serbaguna.

Satu porsi 240 gram (8 ons) greek yogurt menyediakan 17-20 gram protein, sekitar dua kali lipat dari yogurt biasa.

Penelitian menunjukkan bahwa yogurt Yunani meningkatkan pelepasan hormon usus GLP-1 dan PYY, yang mengurangi rasa lapar dan membuat Anda merasa kenyang.

Selain itu, Greek yogurt mengandung asam linoleat terkonjugasi (CLA), yang telah terbukti dapat meningkatkan kehilangan lemak.

  1. Tambahkan Makanan Kaya Protein ke Salad Anda

Salad mengandung banyak sayuran yang menyediakan vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu melindungi Anda dari penyakit.

Namun, kebanyakan salad mengandung hanya beberapa gram protein, yang kemungkinan akan menyebabkan kelaparan setelah satu atau dua jam setelah Anda mengkonsumsinya.

Anda dapat menambahkan protein ke salad Anda, sebagai berikut:

  • Dada ayam: 30 gram.
  • Tuna: 26 gram.
  • Salmon: 25 gram.
  • Keju: 22 gram.
  1. Tambahkan Makanan Protein Tinggi Pada Setiap Makanan Anda

Beberapa peneliti merekomendasikan untuk mengkonsumsi minimal 20-30 gram protein setiap kali Anda makan.

Studi menunjukkan bahwa jumlah tersebut meningkatkan kepenuhan dan menjaga massa otot lebih baik daripada jumlah protein kecil yang Anda makan sepanjang hari.

Pilih makanan dari daftar makanan protein tinggi yang lezat seperti telur, dada ayam, brokoli, daging, tuna, udang untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan protein Anda di setiap hidangan.

  1. Pilih Potongan Daging Sedikit Lebih Besar

Memilih potongan daging yang tidak berlemak dan meningkatkan ukuran porsi sedikit dapat secara signifikan meningkatkan kandungan protein dari makanan Anda.

Terlebih lagi, makanan Anda bahkan mungkin menjadi lebih rendah kalori.

  1. Konsumsi Edamame

Kedelai memiliki lebih banyak protein daripada kacang-kacangan lainnya dan sangat populer di kalangan vegetarian dan vegan.

Satu cangkir edamame mengandung 17 gram protein dan sekitar 180 kalori.

Edamame kaya akan antioksidan yang dikenal sebagai kaempferol, yang dapat mengurangi gula darah dan membantu menurunkan berat badan.

  1. Konsumsi Ikan Kalengan

Ikan kalengan menjadi salah satu cara yang efisien untuk meningkatkan asupan protein harian Anda. 

Ikan berlemak seperti salmon, sarden, herring, dan mackerel juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik, yang dapat melawan peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung Anda.

Mendapatkan kebutuhan protein harian yang cukup sangat penting untuk Anda.

Asupan protein tinggi dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan menambah otot, sekaligus meningkatkan komposisi tubuh dan kesehatan metabolisme Anda.

Hal tersebut mudah dilakukan jika Anda mengikuti tips sederhana di atas untuk meningkatkan kebutuhan protein harian Anda.

Read More