Jenis Masker Mana yang Paling Aman Cegah Corona?

Buff masker banyak digunakan masyarakat Indonesia

Hingga saat ini wabah penyakit yang pneumonia yang diakibatkan virus corona masih belum bisa diatasi, bahkan jumlah pasien yang positif terinfeksi semakin bertambah. Untuk mencegah tertular, salah satu yang disarankan adalah menggunakan masker. Dalam beberapa waktu terakhir, masker kain atau buff masker sangat direkomendasikan untuk digunakan.

Namun bukan berarti hanya masker kain saja yang bisa dipakai untuk mencegah virus corona, terdapat beberapa jenis masker lain yang bisa diandalkan. Penggunaan masker sebagai langkah antisipasi mengingat hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang bisa digunakan untuk mengatasi virus corona.

Jenis Masker Cegah Virus Corona

  • Buff Masker

Masker kain menjadi salah satu jenis yang banyak dijual di pinggir jalan, harga satuannya pun relatif murah dan sangat bisa dibeli semua kalangan masyarakat. Masker kain atau disebut juga dengan buff masker ini biasanya kerap digunakan oleh para pengendara sepeda motor. Jenis masker yang satu ini sangat mudah untuk dicuci karena terbuat dari kain.

Masker ini masih bisa dipakai berulang kali, namun jenis masker yang satu ini hanya bisa mencegah debu dengan ukuran besar. Sehingga tidak efektif jika dipakai untuk menghalau dan mencegah partikel serta zat polutan dengan ukuran yang sangat kecil. Selain itu, jika cara mencucinya tidak benar, maka masker jenis ini justru akan berisiko menjadi sarang bakteri.

  • Simple Mask

Simple mask merupakan jenis masker yang biasa digunakan untuk menghindari polusi, pada umumnya jenis masker yang satu ini digunakan oleh para pejalan kaki dan masyarakat yang kerap menggunakan transportasi umum. Bentuk masker ini lebih sederhana dan mirip dengan masker bedah, selain itu sangat mudah didapatkan karena banyak dijual bebas.

Masker jenis ini memiliki kemampuan dalam mencegah seseorang terhindar dari virus, namun hanya bisa menyaring partikel sebesar 30 hingga 40 persen saja. Selain itu, penggunaan simple mask ini hanya bisa untuk sekali pakai.

  • Masker R95, R99, R100

Sesuai dengan kode huruf yang berarti Resistant oil, masker jenis R95, R99 dan R100 memiliki kemampuan untuk menahan polutan dengan jenis minyak. Masker ini biasa dipakai masyarakat yang berada di lingkungan dengan polutan mengandung aerosol minyak, misalnya seperti wilayah kabut asap pembakaran gas alam, batu bara hingga minyak bumi.

Masker jenis R95 mampu digunakan untuk menyaring zat polutan aerosol minyak hingga 95 persen, sementara R99 mencapai 99 persen dan R100 mencapai 99,97 persen. Namun, ketiga jenis masker ini hanya bisa efektif digunakan selama maksimal delapan jam penggunaan, selain itu masker ini sulit didapatkan karena memang digunakan untuk kondisi tertentu.

  • Masker P95, P99, P100

Huruf P yang menjadi istilah pada masker ini berarti Oil Proof, merupakan jenis masker yang tahan terhadap zat polutan yang memiliki kandungan minyak. Selain itu, jenis masker ini juga efektif digunakan untuk menghalau partikel kecil di udara termasuk virus. Meski demikian, penggunaan jenis masker ini tidak boleh lebih dari 40 jam atau selama 30 hari.

  • Masker N95, N99, N100

Masker jenis ini banyak dicari belakang ini karena disebut efektif dalam mencegah penyebaran dan infeksi virus corona. Jurnal National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menyebutkan masker bedah dan masker N95 memang bisa dipakai untuk mencegah penularan virus karena mampu mencegah 95 partikel besar dan kecil hingga 0,3 mikron.

Read More

Pentingnya Pemberian Vaksin Rotavirus untuk Si Kecil

Tujuan pemberian vaksin bagi buah hati adalah untuk melindunginya dari berbagai penyakit berbahaya. Vaksin rotavirus merupakan salah satu jenis vaksin yang perlu diberikan kepada si Kecil.

Virus rotavirus dapat menyebabkan bayi atau anak mengalami dehidrasi berat akibat diare akut, yang disertai muntah, demam, dan sakit perut. Maka, penting bagi orang tua untuk mengetahui terkait vaksin rotavirus ini.

Pentingnya vaksin rotavirus bagi anak

Bayi dan anak sangat rentan terhadap infeksi virus rotavirus. Virus ini dapat menyebabkan infeksi usus, akibatnya si Kecil akan mengalami diare, mual, muntah, sakit perut, hingga demam.

Seperti diketahui, bila sampai timbul dehidrasi, artinya perlu dilakukan perawatan sangat serius. Sebab dapat timbul kondisi gawat darurat.

Tentu tak ada satu pun orang tua yang ingin melihat buah hatinya mengalami hal tersebut. Oleh sebab itu, lebih baik menempuh langkah pencegahan, seperti pemberian vaksin rotavirus.

Vaksin rotavirus akan meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga terlindungi dari virus tersebut. Tapi, perlu dipahami, pemberian vaksin bukan menjamin anak tidak akan terinfeksi, namun menyiapkan sistem kekebalan tubuhnya agar mampu menghadapi infeksi.

Jadi, jika si Kecil terinfeksi oleh virus rotavirus, dampak yang timbul diharapkan tidak terlalu parah. Sebab tubuhnya telah memiliki pertahanan atau sistem kekebalan terhadap virus tersebut.

Dilaporkan bahwa pemberian vaksin rotavirus telah melindungi 90% bayi dari diare berat yang disebabkan oleh virus ini.

Dosis dan usia yang tepat untuk pemberian vaksin rotavirus

Kini, Anda sudah mengetahui pentingnya vaksin rotavirus untuk buah hati tercinta. Selanjutnya, Anda juga perlu mengetahui kapan anak dapat menjalani imunisasi serta dosis vaksin yang tepat untuk diberikan kepada anak.

Pemberian vaksin pada waktu yang tepat akan memberikan hasil yang lebih optimal. Saat ini, di Indonesia terdapat vaksin yang dapat diberikan pada anak usia  2 bulan, 4 bulan, dan enam bulan. Serta jenis vaksin lain yang hanya bisa diberikan kepada anak yang berusia 2 bulan atau 4 bulan.

Dosis pertama vaksin rotavirus sebaiknya diterima si Kecil, maksimal pada usia 15 minggu. Bila pada waktu tersebut anak Anda belum menjalani imunisasi rotavirus, maka berkonsultasilah dengan dokter terkait langkah yang perlu dilakukan. Sebab vaksin tidak akan bermanfaat jika baru diberikan pada saat anak sudah berusia lebih dari 8 bulan.

Vaksin rotavirus yang diberikan setelah anak berusia lebih dari 8 bulan, kemungkinan hanya akan menimbulkan reaksi alergi dan demam.

Di samping waktu dan kondisi yang tepat untuk pemberian vaksin, orang tua juga perlu memahami, beberapa anak tidak boleh diberikan vaksin rotavirus. Di antaranya bayi yang masih berusia di bawah 6 minggu atau lebih dari 8 bulan, serta bayi dengan reaksi alergi terhadap vaksin rotavirus sebelumnya.

Bayi yang memiliki gangguan sistem imun dan penyakit pencernaan juga sebaiknya tidak diberikan vaksin rotavirus, antara lain bayi dengan intususepsi (gangguan usus yang menyebabkan usus berlipat dan menyusup pada bagian usus lain), bayi dengan Severe Combined Immunodeficiency (SCID), serta bayi-bayi dengan kelainan bawaan, seperti spina bifida atau bladder exstrophy.

Orang tua memang harus memiliki wawasan dan bijak dalam menjaga kesehatan anak. Berkonsultasilah dengan dokter anak Anda untuk merencanakan jadwal pemberian vaksin bagi si Kecil, termasuk vaksin rotavirus. Sehingga semua vaksin dapat diberikan dalam dosis yang tepat dan waktu optimal.

Read More

Mengenal Rest Plasenta dan Membedakannya dengan Retensi Plasenta

Retensi plasenta yaitu kondisi di mana pllasenta tetap menempel pada rahim setelah kehamilan

Ada berbagai masalah yang harus dihadapi seorang wanita sepanjang masa kehamilannya. Begitu banyak risiko dan kondisi yang membahayakan kesehatan yang harus dihadapinya. Kita mungkin mengenal istilah retensi plasenta atau “kelainan” pasca melahirkan. Namun, pernahkah Anda mendengar kondisi rest plasenta?

Sebenarnya dua kondisi tersebut tidak jauh berbeda, kendati tidak dapat pula dibilang sama. Pada dasarnya, dua kondisi ini terjadi ketika plasenta atau ari-ari bayi tidak ikut keluar seiring dengan lahirnya bayi.

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini:

  • Rest Plasenta

Plasenta yang masih tertinggal disebut rest plasenta. Gejala klinis rest plasenta adalah terdapat subinvolusi uteri, terjadi perdarahan sedikit yang berkepanjangan, dapat juga terjadi perdarahan banyak mendadak setelah berhenti beberapa waktu, perasaan tidak nyaman di perut bagian bawah.

Rest Plasenta adalah tertinggalnya sisa plasenta dan membrannya dalam kavum uteri. Kondisi ini dapat menimbulkan perdarahan post partum dini atau perdarahan post partum lambat yang biasanya terjadi dalam 6 hari sampai 10 hari pasca persalinan.

Sisa plasenta yang masih tertinggal di dalam uterus dapat menyebabkan terjadinya perdarahan. Bagian plasenta yang masih menempel pada dinding uterus mengakibatkan uterus tidak adekuat sehingga pembuluh darah yang terbuka pada dinding uterus tidak dapat berkontraksi atau terjepit dengan sempurna.

Rest plasenta ini bisa menjadi penyebab dari polip plasenta sebagai kondisi komplikasinya. Polip plasenta ini berarti plasenta masih akan tumbuh dan dapat menjadi besar, perdarahan terjadi intermiten sehingga kurang mendapat perhatian dan dapat terjadi degenerasi ganas menuju koriokarsinoma dengan manifestasi klinisnya. Selain itu, komplikasi lain yang mungkin terjadi dari kondisi ini adalah: 

  • Anemia yang berkelanjutan 
  • Infeksi puerperium 
  • Kematian akibat perdarahan

Ada banyak faktor terjadinya rest plasenta, tetapi yang paling berperan besar dalam terjadinya kondisi ini adalah:

Umur

Usia ibu hamil terlalu muda (kurang dari 20 tahun) dan terlalu tua (lebih dari 35 tahun) mempunyai risiko yang lebih besar terhadap kelainan di kandungannya. Pasalnya, pada umur 20 tahun, seorang wanita belum siap dari segi biologis maupun psikis. Sedangkan pada umur lebih 35 tahun, fungsi reproduksi seorang wanita sudah mengalami kemunduran atau degenerasi dibandingkan fungsi normal.

Paritas

Faktor-faktor yang berkaitan dengan riwayat kehamilan dan kelahiran juga berpengaruh dalam terjadinya rest plasenta. Seperti jarak antar-kehamilan yang terlalu dekat, terlampau sering, terlalu muda, dan tua memiliki andil dalam risiko terjadinya kondisi ini.

Jumlah dan Kadar Darah dalam Kehamilan

Sel darah merah memang memegang peranan besar dalam kehidupan manusia, tak terkecuali pada wanita yang tengah mengandung. Kekurangan dan kelebihan jumlah atau kadar darah yang terjadi di dalam tubuh ibu hamil bisa mempengaruhi beberapa kondisi kesehatan. Termasuk rest plasenta.

  • Retensi Plasenta

Sementara itu retensi plasenta adalah kondisi di mana plasenta tidak keluar dari tubuh ibu setelah 30 menit bayi lahir ke dunia. Padahal seharusnya, dalam kondisi normal, plasenta itu akan keluar dengan sendirinya beberapa saat setelah bayi lahir.

Retensi plasenta ini merupakan keadaan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan, infeksi, dan syok, sehingga dapat mengancam nyawa pasien. Retensi plasenta ini bisa saja berkaitan dengan rest plasenta atau kondisi-kondisi lain seperti adanya plasentasi invasif, hipoperfusi plasenta, dan kontraksi miometrium yang inadekuat. Spektrum retensi plasenta dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu plasenta trapped atau inkarserata, adherens, dan akreta.

Diagnosis retensio plasenta dapat ditegakkan dengan penemuan plasenta yang tidak lahir dalam waktu lebih dari 30 menit. Apabila plasenta tidak dilahirkan dalam 30 menit, maka risiko perdarahan akan meningkat. Pemeriksaan ultrasonografi diperlukan apabila diagnosis spektrum retensio sulit ditentukan.

Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa baik itu rest plasenta maupun retensi plasenta berkaitan erat dengan kondisi plasenta atau ari-ari setelah bayi dilahirkan ke dunia. Keduanya memiliki potensi untuk membuat ibu mengalami pendarahan, meski dengan cara atau komplikasi yang berbeda. 

Kenyataan itu menguatkan bahwa pemeriksaan rutin sepanjang masa kehamilan memegang peranan penting dalam kasus rest plasenta maupun retensi plasenta. Pencegahan kondisi darurat dapat dilakukan selama tenaga medis dan pasien memiliki gambaran kondisi yang akurat.

Read More

Jenis-jenis Kandidiasis dan Perawatannya

Ada banyak jamur yang tumbuh di tubuh manusia. Salah satu jamur tersebut dikenal dengan nama Candida. Jamur ini hidup di mulut, perut, dan kulit dalam jumlah yang kecil dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan appun. Namun, ketika kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan mereka, jamur Candida dapat berkembang biak dengan sangat tidak terkontrol dan menyebabkan infeksi. Infeksi ini dikenal dengan nama kandidiasis. Ada beberapa jenis atau tipe kandidiasis. Kebanyakan dapat dirawat hanya dengan menggunakan obat-obatan resep dokter atau OTC. Artikel ini akan membahas jenis, diagnosa, dan perawatan kandidiasis.

Jenis kandidiasis

Ada beberapa jenis kandidiasis yang umum terjadi, yang dibedakan oleh lokasi infeksi, gejala, dan tingkat keparahan kondisi ini.

  • Sariawan (oropharyngeal candidiasis)

Saat jamur Candida menyebar di mulut dan tenggorokan, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi yang disebut sariawan. Sariawan sering dijumpai pada bayi yang baru lahir, orang dewasa, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bagi orang dewasa, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi mendapatkan kandidiasis jenis ini apabila Anda sedang dalam proses perawatan penyakit kanker, mengonsumsi obat-obatan corticosteroid, dan memiliki riwayat penyakit diabetes. Gejala kandidiasis jenis ini adalah bercak putih atau kuning pada lidah, bibir, gusi, dan langit-langit mulut serta pipi bagian dalam. Selain itu, apabila jamur menyebar di tenggorokan, Anda akan merasa sakit saat menelan. Sariawan dapat diobati dengan obat-obatan antijamur seperti nystatin, fluconazole, dan clotrimazole. Berkumur menggunakan obat kumur chlorhexidine dapat membantu mencegah infeksi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Infeksi jamur kelamin (genital candidiasis)

Tiga dari 4 wanita dewasa akan mendapatkan setidaknya satu infeksi jamur dalam masa hidup mereka. Hal ini terjadi ketika terdapat terlalu banyak jamur yang tumbuh di vagina. Infeksi jamur biasanya terjadi ketika terdapat perubahan keseimbangan di vagina. Hal ini dapat disebabkan oleh kehamilan, diabetes, penggunaaan obat-obatan tertentu, atau sistem kekebalan tubuh yang melemah. Terkadang, infeksi dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat hubungan seksual. Gejala yang muncul di antaranya adalah rasa gatal ekstrim di vagina, pembengkakan dan bercak kemerahan di vagina dan vulva, rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil, rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual, dan cairan atau lendir yang kental berwarna putih dari vagina. Sementara itu, seorang pria dengan infeksi jamur akan memiliki penis dengan ruam yang terasa gatal. Karena gejala infeksi jamur kelamin pada wanita mirip dengan infeksi bakteri lain dan penyakit seksual menular, sangat penting bagi Anda untuk menghubungi dokter dan berkonsultasi agar mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat. Dalam banyak kasus, obat dank rim antijamur dapat mengatasi infeksi tersebut.

  • Ruam popok akibat infeksi jamur

Meskipun ruam popok biasanya disebabkan karena tidak mengganti popok basah dan kotor dalam waktu yang lama, saat kulit bayi iritasi, infeksi dapat terjadi. Apabila ruam popok tidak hilang setelah beberapa lama, periksalah apakah pantat bayi merah atau terasa sensitif. Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan apakah ruam popok tersebut kandidiasis atau tidak.

Kandidiasis juga dapat bersifat invasif, terutama apabila masuk ke aliran darah (biasanya melalui alat-alat medis). Apabila hal tersebut terjadi, jamur Candida dapat bergerak menuju jantung, otak, darah, mata, dan tulang, yang mana dapat menyebabkan infeksi serius dan mengancam nyawa.

Read More

7 Hal Penting bagi Penyelam untuk Menghindari Nitrogen Narcosis

Nitrogen narcosis dapat membuat penyelam panik dan berhalusinasi

Sama seperti olahraga petualangan lainnya, menyelam juga memiliki beragam risiko berbahaya. Tak main-main, risiko itu bisa membuat penggiatnya cacat hingga kehilangan jiwa. Salah satu risiko umum yang ditemui banyak penyelam adalah nitrogen narcosis.

Mudahnya, nitrogen narcosis adalah suatu kondisi di mana seorang penyelam menghirup gas yang akan menyebabkan mereka mengalami berbagai situasi tertentu yang diakibatkan melambatnya kerja sistem saraf. “Situasi tertentu” tersebut digadang-gadang terasa seperti sensasi yang didapatkan oleh orang mabuk.

Nitrogen narcosis memang tidak memberikan efek berbahaya langsung. Artinya, kondisi itu akan menjadi sangat berbahaya jika penyelam tidak mampu menguasai dirinya saat nitrogen narcosis dirasakan. 

Oleh karenanya, penting kiranya bagi para penyelam untuk melakukan tindak preventif agar risiko tersebut dapat dikurangi. Tindak preventif yang dimaksud antara lain: 

  • Memiliki Sertifikat Menyelam

Olahraga menyelam merupakan aktivitas yang menuntut keahlian khusus bagi para penggiatnya. Pasalnya, seorang penyelam harus dapat berpikir cepat dan bereaksi sesuai prosedur saat terjadi keadaan darurat di dalam air. Sehingga secara aturan, seseorang baru bisa dan boleh menyelam jika telah mengantongi sertifikat menyelam yang didapatkan dari lembaga atau badan khusus sertifikasi.

Sertifikasi itu bertujuan untuk meminimalisir semua risiko dan segala kemungkinan terburuk yang bisa didapat penyelam di dalam air, termasuk nitrogen narcosis. 

Penting kiranya Anda mendapatkan sertifikasi menyelam sebelum “terjun” ke lautan dan selalu perbaharui dan tingkatkan level sertifikasi tersebut. Sebab nitrogen narcosis bisa semakin dihindari jika Anda semakin ahli dalam aktivitas ini.

  • Tidak Menyelam Lebih dari 30 Meter

Nitrogen narcosis hampir selalu terjadi jika seseorang berada di kedalaman lebih dari 30 meter di bawah permukaan air. Dengan demikian bahwa cara paling ampuh untuk menghindari itu adalah tetap mewaspadai area berbahaya tersebut.

  • Mempersiapkan Kondisi Fisik

Mempersiapkan kondisi fisik sebelum menyelam adalah satu faktor penting untuk menjamin keselamatan Anda selama berada di dalam air. Istirahat yang cukup sebelum menyelam adalah cara terbaik untuk menjaga fisik Anda tetap fit. 

Kondisi-kondisi tubuh seperti kelelahan, kegelisahan, stres, mabuk, dan retensi karbondioksida atau hypercarbia (yang disebabkan oleh masalah paru-paru, faktor-faktor lingkungan, atau rebreathing berlebihan dari CO2 yang diembuskan) dapat mempercepat timbulnya nitrogen narcosis.

  • Tidak Menyelam Sendirian

Penting untuk menyelam dengan teman yang telah Anda percayai — idealnya seseorang yang memiliki tingkat pelatihan selam yang sama, atau lebih tinggi. Orang yang mengenal Anda secara personal akan lebih mudah untuk mengetahui kondisi normal Anda, daripada seseorang yang tidak Anda kenal sama sekali.

Selama menyelam, Anda dan teman bisa melakukan pemeriksaan secara berkala (seperti setiap lima menit, misalnya) dan berkomitmen untuk saling mengawasi dan melakukan komunikasi pada interval tertentu. 

  • Menyelam Sesuai Rencana

Rencana penyelaman menjadi pedoman penting bagi para penyelam. Rencana itu termasuk waktu atau masa menyelam, jarak atau level kedalaman, hingga apa-apa saja yang akan Anda lakukan saat berada di dalam air. 

Ketika telah mengantongi rencana tersebut, pastikan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Sebab banyak kecelakan yang bermula dari kelalaian para penyelam sendiri yang abai terhadap tanda-tanda atau sinyal bahaya lantaran mereka melanggar rencana penyelaman yang telah mereka perbuat.

  • Bekali Diri dengan Kemampuan Mengatasi Kondisi Darurat

Kecelakan atau kondisi berbahaya ketika menyelam, seperti nitrogen narcosis, kadang terjadi begitu saja tanpa pernah diperkirakan sebelumnya. Itulah sebabnya Anda harus melatih keterampilan seperti meringankan beban dan berbagi udara sampai hal itu menjadi kebiasaan.

Pembiasaan itu akan membentuk karakter dan mental Anda selama berada di dalam air sehingga Anda akan lebih siap menghadapi situasi-situasi darurat. Ketika Anda memiliki kemampuan mengatasi kondisi darurat, risiko dan kemungkinan terburuk bisa Anda kurangi.

  • Gunakan Campuran Gas Lainnya

Seperti kita ketahui bersama, nitrogen narcosis terjadi ketika gas yang ada di dalam tabung pernapasan bereaksi sehingga jadi membahayakan saat memenuhi berbagai faktornya. Oleh karenanya mulailah mempertimbangkan untuk menggunakan berbagai campuran gas pernapasan yang diyakini bebas dari risiko nitrogen narcosis. 

Mungkin Anda bisa menggunakan trimix untuk menggantikan sebagian nitrogen dalam campuran standar dengan helium. Heliox dapat jadi pilihan lain karena terdiri dari oksigen dan helium tanpa nitrogen, tetapi umumnya lebih mahal dan juga dapat menyebabkan pusing atau mual. Penyelam harus dilatih secara khusus dalam penggunaan campuran ini.

Itulah beberapa hal penting yang bisa dijadikan sebagai pedoman sebelum Anda melakukan penyelaman agar terhindar dari kondisi nitrogen narcosis. Dengan melakukan berbagai hal tersebut, kegiatan penyelaman Anda kemungkinan besar akan berjalan lancar dan menyenangkan.

Read More

Sinyal Utama Prosedur Operasi Bibir Sumbing Dapat Dilakukan

Operasi bibir sumbing membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Bibir sumbing atau dalam istilah medis dikenal dengan “cheiloschisis” merupakan cacat bawaan yang terjadi pada 1 dari 300 bayi yang lahir di Indonesia. Dari angka itu, tercatat ada 7000 kasus bibir sumbing yang terjadi di negara ini dalam satu kurun waktu satu tahun. Tindakan medis satu-satunya untuk mengatasi masalah ini adalah operasi bibir sumbing.

Cheiloschisis harus diatasi sesegera mungkin. Sebab kondisi ini tidak hanya menyebabkan masalah-masalah psikologis belaka. Lebih jauh dari itu, bibir sumbing dapat menyebabkan gangguan untuk kondisi kesehatan si anak. Mulai dari kesulitan makan, infeksi telinga, hingga kesulitan berbicara.

Cerukan di bibir bagian atas itu terjadi lantaran berbagai faktor di janin ibu. Normalnya, jaringan pada bibir dan langit-langit mulut menyatu pada bulan kedua dan ketiga masa kehamilan. Gagalnya penyatuan jaringan-jaringan tersebut mengakibatkan bibir bayi menjadi sumbing.

Beberapa faktor penyebab bibir sumbing adalah: penggunaan kontrasepsi yang tidak tepat, hipoksia janin yang terjadi saat janin tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup, penggunaan kosmetik dengan kandungan air raksa, konsumsi rokok, konsumsi obat tanpa resep dokter saat hamil, dan paparan radiasi.

  • Kapan Waktu Ideal Pelaksanaan Operasi Bibir Sumbing?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, operasi bibir sumbing sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Kondisi-kondisi kesehatan dan psikologis yang menyertai menjadi alasan di balik itu semua. Namun, dokter akan memastikan terlebih dahulu bahwa pasien telah dalam keadaan yang ideal untuk mendapatkan operasi.

Dalam dunia medis, dikenal istilah “Rule of Ten” sebagai sinyal atau indikasi seorang anak siap mendapatkan tindakan operasi bibir sumbing. Anak bisa dioperasi jika telah memenuhi syarat seperti:

  • Telah memiliki bobot tubuh 10 pon atau sekitar 4,5 kilogram
  • Jumlah leukosit atau sel darah putih di bawah 10.000 per milimeter kubik
  • Memiliki kadar hemoglobin di atas 10 gram
  • Dan telah berumur setidaknya 10 pekan atau kurang lebih 3 bulan

Selain mematuhi “Rule of Ten” di atas, anak juga harus dipastikan terbebas dari tanda-tanda infeksi lainnya seperti batuk, pilek, dan demam. Karena itu, sebelumnya anak akan dilakukan proses screening oleh dokter anak dan anestesi. Proses operasi pun terbilang cukup cepat dan tak perlu masa inap yang lama di rumah sakit.

  • Prosedur Setelah Anak Mendapat Tindakan Operasi Bibir Sumbing

Setelah melakukan prosedur operasi bibir sumbing dan menginap selama satu malam di rumah sakit, dokter akan mengevaluasi kondisi pasien keesokan harinya. Jika tidak terdapat kelainan atau penyulitan, seperti pendarahan, pasien sudah bisa minum dan makan seperti biasa, sudah bisa pulang. 

Setelah itu, selang satu minggu akan dilakukan cabut benang operasi dan bisa dilakukan kontrol rutin. Perawatan pascaoperasi pun cukup sederhana, pasien diberi obat minum berupa sirop yang harus dihabiskan, sedangkan untuk perawatan luka diberikan salep.

Akan tetapi, prosedur operasi dan perawatan tersebut hanya dapat berlaku pada operasi bibir sumbing saja. Segala yang terasa “mudah” itu tidak berlaku bagi pasien yang memiliki kondisi sumbing di bagian langit-langit mulutnya. Operas bibir sumbing dengan kondisi seperti itu jauh lebih rumit. 

Pascaoperasi pasien harus diet cairan selama dua minggu hingga dua bulan. Kalau pun ingin makanan padat harus dihaluskan dan diencerkan agar tidak mengganggu langit-langit yang dioperasi.

Operasi celah langit-langit baru bisa dilakukan pada anak usia 1,5 tahun. Hal ini dilakukan mengingat pada usia 2 tahun anak sudah harus belajar bicara. Jika anak sudah menginjak usia 5 tahun dilakukan operasi lagi untuk memperbaiki bekas luka yang masih belum sempurna. Usia ini dipertimbangkan karena merupakan usia anak mulai sekolah agar anak lebih percaya diri ketika masuk sekolah.

Meski operasi bibir sumbing dan langit-langit paling ideal dilakukan pada usia dini, tetapi tidak menutup kemungkinan operasi dilakukan saat mereka telah beranjak dewasa. Hanya saja, kemungkinan bekas operasi atau parut akan jauh lebih halus jika dilakukan saat masih berada pada usia dini.

Read More

Kenali Virus Rabies dan Bahayanya Bagi Manusia

Rabies merupakan penyakit membahayakan karna dapat menyebabkan kematian pada seseorang. Saat ini pemerintah telah gencar melakukan tindak pencegahan dengan memberikan vaksin kepada hewan pembawa virus rabies, seperti anjing, kucing, dan jenis hewan peliharaan lainnya.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yaitu infeksi yang ditularkan oleh hewan ke manusia melalui pajanan atau Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Rabies merupakan virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia atau mamalia.

Apa Penyebab Rabies?

Virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, terdapat pula hewan lain yang dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti kucing, kera, musang, bahkan kelinci.

Pada kasus yang tergolong sangat jarang, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ. Virus rabies ini masuk melalui kulit yang terluka atau melalui selaput lendir (mukosa, seperti pada mata atau mulut) atau cakaran kuku jari hewan yang terkontaminasi oleh liur yang mengandung virus rabies.

Bagaimana Cara Kerja Virus Rabies?

Ketika seseorang tergigit hewan pembawa virus rabies, virus akan masuk ke pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Saat sudah mencapai otak, virus rabies akan menggandakan diri dengan cepat. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang yang membahayakan kondisi pasien dan berpotensi besar menyebabkan kematian.

Penyebaran akan terjadi lebih cepat apabila pasien mengalami gigitan atau cakaran pada area leher atau kepala. Setelah virus rabies ini masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tersebut tetap tinggal di tempat masuk dan di dekatnya, yang kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan adanya perubahan fungsi saraf.

Gejala Yang Ditimbulkan

Umumnya, masa inkubasi virus rabies adalah sekitar 4 hingga 12 minggu setelah gigitan hewan yang terinfeksi virus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan waktu munculnya gejala berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Orang yang terinfeksi virus rabies biasanya akan mengalami gejala berupa:

  • Linu dan Kesemutan 

Gejala yang pertama muncul setelah gigitan hewan pembawa virus rabies adalah linu, seperti kesemutan. Namun, biasanya gejala ini tidak akan langsung terasa. Setelah beberapa hari, gejala awal biasanya akan mulai muncul dan diawali dengan rasa linu atau kesemutan di tempat yang digigit. Bekas gigitan hewan pembawa virus rabies ini juga akan menyebabkan rasa gatal, bahkan perih. 

  • Gejala Flu

Penyakit ini sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang menyerupai flu. Selain sensasi linu pada bagian yang digigit, masa-masa awal infeksi rabies pada manusia juga memunculkan gejala, seperti demam tinggi, menggigil, mudah merasa lelah, nyeri otot, kesulitan menelan, hingga kesulitan tidur di malam hari. Kabar buruknya, jika gejala tersebut tidak segera ditangani, kondisi yang lebih buruk dan parah mungkin akan terjadi.

  • Gelisah dan Linglung 

Infeksi virus rabies bisa menyebabkan pengidapnya merasa gelisah dan linglung. Penyakit ini memicu gejala berupa halusinasi dan gangguan kecemasan tertentu. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala tersebut setelah digigit hewan.

***

Saat sudah terinfeksi virus rabies dan menimbulkan tanda dan gejala, tidak ada penanganan yang dapat diberikan secara efektif. Pasalnya, infeksi virus ini merupakan infeksi yang fatal, meskipun demikian pada beberapa kasus ditemui sekelompok kecil orang berhasil selamat dari infeksi virus ini.

Oleh karenanya, lebih baik melakukan tindak-tindak pencegahan seperti memastikan hewan peliharaan telah mendapatkan vaksin rabies. Hindari pula terlibat kontak atau interaksi dengan hewan-hewan liar, sebab kita tak pernah tahu apakah kucing atau anjing liar di jalan tersebut bebas dari virus rabies atau tidak.

Read More

Mengenal Sifat dan Cara Kerja Enzim Katalase

Tubuh manusia diciptakan dengan begitu sistemik. Masing-masing unsur atau bagian-bagian dalam tubuh memiliki peran, fugsi, dan cara kerjanya tersendiri. Salah satu unsur yang tak kalah penting di dalam manusia adalah enzim. Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis yang mempercepat atau memperlambat reaksi untuk nantinya dilepaskan kembali seperti semula. Ada banyak jenis enzim di dalam tubuh, salah satunya enzim katalase.

Jika tidak terdapat keberadaan enzim, maka dalam suatu reaksi dirasa akan sangat sulit terjadi. Berbeda lagi jika terdapat keberadaan enzim, maka kecepatan reaksi pada enzim akan bisa mengalami peningkatan pesat dari awalnya 107 sampai 1013 kali.

Enzim katalase adalah molekul yang terbentuk dari protein yang fungsi utamanya sebagai katalisator. Katalisator adalah proses untuk mempercepat reaksi dalam berbagai proses kimia di dalam tubuh. Enzim katalase yang mempunyai kandungan ion besi (Fe) dan mampu melakukan penguraian sebanyak 5 juta molekul khususnya hidrogen peroksida (H2O2) setiap menitnya pada 00C.

Hidrogen peroksida hanya bisa mengalami proses penguraian oleh atom besi, tetapi waktu yang diperlukan oleh satu atom besi untuk menguraikan beberapa molekul hydrogen peroksida adalah selama sekitar 300 tahun. Kemudian satu molekul katalase yang terdapat kandungan satu atom besi akan mengalami proses penguraian dalam kurun waktu satu detik.

Enzim katalase ini dapat ditemukan pada hampir semua makhluk hidup di muka bumi, baik itu hewan, tumbuhan, dan manusia. Pada manusia, enzim ini ditemukan di hati.

  • Cara Kerja Enzim Katalase

Cara kerja enzim cenderung lebih spesifik, maksudnya suatu enzim hanya bisa melakukan proses pengubahan terhadap zat–zat tertentu saja. Dengan kata lain, ternyata enzim hanya bisa ikut andil dalam mempengaruhi satu reaksi saja dan tidak bisa memberi pengaruh terhadap reaksi lain yang bukan termasuk bidangnya. Satu enzim yang bersifat khusus untuk satu substrat, contohnya pada enzim katalase yang hanya bisa melakukan hidrolisis terhadap H2O2 sehingga menghasilkan  H2O dan juga O2.

Enzim katalase bekerja dengan cara mengurai hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Enzim ini mencegah penumpukkan hidrogen peroksida dalam tubuh serta melindungi organel dan jaringan seluler dari radikal bebas.

Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia yang terus diproduksi oleh berbagai reaksi metabolisme di dalam tubuh. Penumpukkan hidrogen peroksida dapat menyebabkan kerusakan dalam tubuh karena senyawa kimia ini dapat menyerang biokimia penting seperti protein dan DNA.

Reaksi katalase berjalan dalam 2 tahap. Pertama, hidrogen peroksida masuk ke sisi aktif katalase dan berinteraksi dengan asam amino Asn147 (asparagine di posisi ke-147) dan His74 (histidine di posisi ke-74) menyebabkan pembentukan oksigen yang berikatan dengan besi (O=Fe(IV)). Sisa reaksi dilepaskan sebagai air. Selanjutnya, hidrogen peroksida kedua bereaksi dengan O=Fe(IV) untuk membentuk Fe(III)-E dan melepaskan air dan oksigen.

Beberapa katalase memiliki fungsi ganda, sebagai katalase dan sebagai peroksidase. Pada katalase-peroksidase ini, berbagai bahan organik dapat digunakan sebagai donor hidrogen, seperti alkohol, yang bisa dioksidasi di liver (hati).

  • Sifat Enzim Katalase

Masing-masing enzim memiliki sifatnya tersendiri. Hal ini berkaitan dengan cara kerja dan fungsi mereka bagi kelangsungan mekanisme di dalam tubuh makhluk hidup. Sifat enzim-enzim tersebut amat unik. Nah, berikut ini adalah beberapa sifat dari enzim katalase yang perlu untuk diketahui:

  • Berat molekul: 232-240 kDa.
  • pH optimal: netral (7) pada manusia dan beragam (pH 4-11) pada berbagai spesies.
  • Suhu optimal: 25° C dan beragam pada berbagai spesies.
  • Titik isoelektrik: 5.4.
  • Struktur katalase yang kaku dan stabil membuatnya resisten terhadap unfolding sehingga lebih tahan terhadap perubahan pH serta denaturasi dan proteolisis karena suhu tinggi, bila dibandingkan dengan kebanyakan enzim lainnya.
  • Diproduksi selama fase stationer ketika jumlah protein tinggi dan ketika terjadi keseimbangan antara sintesis dan degradasi protein (protein turnover).
  • Gen yang mengkode katalase adalah CAT, yang terletak di kromosom 15, misalnya pada Bos Taurus (sapi).
  • Gen tersebut juga ditemukan antara lain pada manusia, simpanse, anjing, tikus, kucing, ikan, lalat buah, nyamuk, dan mikroorganisme seperti Saccromyces cerevisiae (khamir), dan Neurospora crassa (jamur).

***

Itulah beberapa hal penting yang dapat diketahui mengenai sifat dan cara kerja enzim katalase di dalam serangkaian mekanisme tubuh makhluk hidup, utamanya manusia. Sama seperti unsur-unsur lain, keberadaan enzim tak boleh kurang atau bahkan hilang sama sekali demi menjaga keseimbangan tubuh manusia itu sendiri.

Read More

7 Manfaat Toner Cuka Apel untuk Kulit

Cuka apel sudah menjadi produk alami yang begitu populer di dunia kesehatan dan kecantikan. Di dunia kesehatan, cuka apel dipercaya mampu membentuk imun tubuh dan mengurangi berbagai gejala penyakit. Sementara itu di dunia kecantikan, bahan alami yang satu ini kerap dijadikan toner cuka apel untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit, khususnya di bagian wajah.

Secara umum, toner cuka apel dipercaya mampu membuat kulit lebih mulus dan bebas dan masalah jerawat maupun komedo. Karena manfaatnya ini yang menarik perhatian masyarakat, berbagai produk toner cuka apel pun laku di pasaran. Bahkan jika tak membeli langsung produknya, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

Penasaran sebenarnya apa saja manfaat dari toner cuka apel hingga membuat bahan alami ini mampu menghaluskan dan memuluskan kulit wajah Anda? Berikut penjelasannya, ya.

Menghidrasi kulit

Toner cuka apel mampu menberi efek dingin bagi kulit, terutama di bagian wajah. Kemampuan ini menjaga kulit wajah Anda tetap terhidrasi, meskipun setelah diterpa sinar matahari. Dengan kulit yang terhidrasi dengan baik, kulit Anda aman dari serangan iritasi. Masalah-masalah kulit akibat iritasi, seperti jerawat, pun bisa dicegah.

Mengecilkan pori-pori

Cuka apel mampu meningkatkan aliran darah ke kulit. Hal ini pada akhirnnya akan membuat kulit Anda terlihat lebih mulus sebab pori-pori yang tidak teraliri darah bisa berkurang dan mengecil. Pori-pori yang keci di bagian kulit tentu membuat kulit Anda tampak lebih mulus sekaligus menghalangi munculnya tonjolan lemak, seperti komedo maupun jerawat.

Mengontrol produksi minyak

Jerawat biasanya akan lebih rentan dialami oleh Anda yang memiliki jenis kulit berminyak. Kulit berminyak sendiri merupakan imbas dari tidak seimbangnya pH kulit Anda. Toner cukai apel memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan pH kulit sehingga produksi minyak di kulit dapat lebih terkontrol. Dengan produksi minyak yang tidak berlebihan, jerawat pun bukan lagi menjadi musuh yang menakutkan.

Mengangkat sel kulit mati

Toner cuka apel mengandung asam alfa hidroksil. Zat ini sendiri berfungsi membuat sel-sel kulit baru sehingga sel kulit mati secara otomatis akan terangkat. Dengan munculnya sel-sel kulit baru, alhasil wajahmu akan membuat kulit Anda terasa lebih lembut dan kenyal.

Menghilangkan bekas jerawat

Jerawat boleh jadi berkurang setelah rutin memakai toner cuka apel untuk wajah Anda. Tapi, bagaimana dengan bekas-bekas jerawat yang sudah telanjur Anda? Tenang saja, toner cuka apel juga mampu menyamarkan bahkan menghilangkan bekas jerawat yang selama ini mengganggu penampilan Anda. Karena memiliki kemampuan membentuk sel kulit baru, lama-kelamaan bekas jerawat di wajah maupun bagian kulit yang lain akan berangsur memudar.

Meratakan warna kulit

Masalah kulit wajah lainnya yang membuat Anda tampil kurang percaya diri adalah tidak meratanya warna kulit. Salah satu penyebabnya karena pigmentasi yang tidak merata ataupun berlebihan. Toner cuka apel mengandung asam malat yang berfungsi mengatasi masalahpigmentasi yang berlebihan. Memakai toner cuka apel akan membuat warna kulit Anda terlihat lebih rata.

Mencegah penuaan kulit

Kulit tampak memesona setiap saat tentu menjadi dambaan tiap orang. Namun, hal tersebut tidak bisa Anda dapati jika masalah-masalah kulit, seperti kusam, jerawat, dan bintik hitam masih menghantui. Toner cuka apel bisa mencegah berbagai masalah kulit tersebut. Sifat cuka apel yang mampu menghidrasi kulit dan aktif memproduksi sel-sel kulit baru akan membuat kulit Anda tampak selalu muda. Anda pun bisa dengan bangga mengucapkan selamat tinggal pada penuaan kulit.

*** Manfaat toner cuka apel yang begitu banyak bisa menjadi jawaban bagi Anda yang sampai saat ini masih bingung mencari berbagai produk perawatan wajah untuk beragam masalah kulit Anda. Kalau ada satu produk yang bisa membasmi berbagai masalah kulit, alangkah lebih baik menggunakan produk tersebut, bukan?

Read More

Lakukan Rhinoplasty Agar Hidung Terlihat Cantik

Pernahkah Anda mendengar sebuah prosedur medis yang disebut dengan istilah rhinoplasty? Dalam bahasa awam, tindakan medis ini dikenal dengan nama operasi hidunga tau “nose job”. Prosedur bedah medis ini bertujuan untuk merubah bentuk tulang dan tulang rawan hidung. Rhinoplasty merupakan tindakan bedah kosmetik yang paling umum atau sering dilakukan. Artikel ini akan membahas seputar hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui tentang rhinoplasty.

Mengapa rhinoplasty perlu dilakukan?

Orang-orang biasanya mendapatkan operasi hidung atau rhinoplasty untuk memperbaiki hidung akibat cidera atau kecelakaan, mengatasi masalah pernapasan atau cacat bawaan lahir, dan atau karena mereka merasa kurang puas atau senang dengan kondisi tampilan hidung mereka sekarang. Beberapa perubahan yang bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik melalui rhinoplasty seperti perubahan ukuran, sudut, meluruskan tulang hidung, membentuk ujung hidung, dan mempersempit lubang hidung.

Apabila tujuan rhinoplasty yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan penampilan alih-alih sebagai perawatan karena kondisi kesehatan tertentu, Anda perlu menunggu hingga tulang hidung benar-benar tumbuh sepenuhnya. Untuk anak perempuan, hal ini berarti mereka harus menunggu hingga usia 15 tahun. Untuk anak laki-laki perlu menunggu lebih lama karena tulang hidung masih akan tetap tumbuh setelah berumur lebih dari 15 tahun. Akan tetapi, apabila Anda mendapatkan rhinoplasty sebagai salah satu solusi dari kesulitan bernapas, prosedur medis ini dapat dilakukan sedini mungkin.

Risiko dan prosedur rhinoplasty

Sama halnya dengan tindakan bedah medis lainnya, rhinoplasty juga memiliki risikonya sendiri. Beberapa risiko tersebut seperti infeksi, pendarahan, ataupun reaksi alergi buruk akibat anestesi. Selain itu, rhinoplasty juga dapat meningkatkan risiko kesulitan bernapas, mimisan, hidung mati rasa, hidung tidak simetris, dan bekas luka yang sulit hilang. Terkadang, pasien juga merasa tidak puas dengan hasil rhinoplasty yang mereka terima. Apabila Anda menginginkan rhinoplasty kedua, Anda perlu menunggu hingga hidung benar-benar pulih atau sembuh sebelum mendapatkan operasi lagi. Dalam hal ini, membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

Rhinoplasty dapat dilakukan di rumah sakit, kantor dokter, atau fasilitas bedah rawat jalan. Dokter akan menggunakan anestesi lokal atau umum tergantung seberapa rumit prosedur yang akan dilakukan. Apabila prosedur yang Anda dapatkan dianggap sederhana, Anda akan mendapatkan anestesi lokal pada bagian hidung yang akan membuat wajah mati rasa. Anda juga akan mendapatkan obat yang diberikan melalui IV yang akan membuat Anda merasa pening namun tetap sadar. Dalam kasus anestesi umum, Anda akan menghirup obat (atau diberikan lewat IV) yang akan membuat Anda tidak sadarkan diri. Anak-anak biasanya mendapatkan anestesi umum.

Setelah Anda tertidur atau mati rasa, dokter akan membuat sayatan di antara atau di dalam lubang hidung. Dokter akan memisahkan antara kulit dari tulang rawan atau tulang dan mulai membentuknya. Apabila hidung baru Anda membutuhkan tambahan tulang rawan, dokter akan mengambilnya dari telinga atau bagian dalam hidung. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga 2 jam. Apabila prosedur yang dilakukan rumit, pembedahan akan memakan waktu lebih lama.

Meskipun rhinoplasty dianggap sebuah prosedur yang mudah dan aman, proses penyembuhan atau pemulihan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama. Bagian ujung hidung merupakan bagian yang sensitif, dan dapat membengkak atau mati rasa hingga berbulan-bulan. Anda juga dapat sembuh dalam waktu beberapa minggu saja. Namun, beberapa efek tertentu dapat terus ada hingga berbulan-bulan.

Read More